Six Blood

Six Blood
24. Persiapan


__ADS_3

Zilva dan Raislan menyiapkan segala sesuatu untuk acara pernikahan nya yang akan digelar secepatnya bulan depan. Hari ini Zilva mengajak Raislan untuk menemaninya di butik. Ia ingin mencoba gaun pengantin di butik milik keluarganya.


Raislan lagi nongkrong di cafe bersama teman-temannya. Siapa lagi kalau bukan Karleo, Tara, Markus dan Gron. Tiba-tiba seorang gadis datang menghampiri Raislan. "Hi Rai" Sapa Zilva sambil menepuk pundak Raislan dari belakang.


"Hi" Sahut Raislan dengan wajah datar.


"Kamu lagi ngapain si Rai. Sibuk bangat" Sambil kepo melihat layar laptop Raislan. "Apa an tu?" Tanya Zilva penasaran.


"Kepo". Ucap Raislan sambil menutup cepat laptopnya.


"Kasih tahu dong sayaang". Goda Zilva dengan wajah imut.


"Oke. Jadi ntar malam, di rumah aku ada game yang dibuat sama mas aku. Mas Faleon". Ujar Raislan.


"Mas kamu udah pulang? yang jadi artis Korea itu?". Ucap Zilva dengan nada kaget.

__ADS_1


"Iya". Respon Raislan dengan wajah cuek.


"Aku ikut dong yangg. Ya!. Plis". Membujuk dengan manja.


"Ya udah boleh. Tapi, kamu jangan genit-genit sama mas aku. Oke?" Pinta Raislan dengan memegang pipi zilva dan menatapnya lekat-lekat.


"Iya oke. Aku janji. Walau aku lirik dikit mas kamu, di hati ku tetap kamu seorang kok yangg!". Mencium pipi Raislan dan memeluknya.


"Ya udah. Sekarang kita ke rumah...,". Ucapan Raislan di sela oleh Zilva. Kata Zilva jangan ke rumah dulu. "Kamu lupa hari ini kita ada janji buat ke butik". Ujar Zilva.


"Oke honey". Ucap Zilva dengan bersemangat.


Teman-teman Raislan yang mendengar ucapan dua pasangan itu terkejut bukan main. Pasalnya mereka belum dikasih tahu oleh Raislan kalau Raislan udah melamar kekasih nya itu. "Persiapan pernikahan?". Ucap empat sekawan serempak sambil menghentikan aktifitas masing-masing.


"Gila!. Udah mau nikah aja teman kita". Timpal Korleo.

__ADS_1


"Lo udah mau nikah sama Zilva Rai?". Ujar Markus.


"Gercep benar". Sambung Tara.


"Kok Lo nggak bilang sama kita Rai". Protes Gron.


"Sorry bro. Rencana gue mau kasih tahu kalian pas semua keperluan untuk pernikahan udah siap. Gue cabut dulu". Sambil berlalu pergi di ikuti Zilva untuk menuju dimana mobil Zilva di parkir. Teman-teman Raislan yang lain kembali lanjut aktivitas mereka sebelumnya. Raislan mengendarai mobil Zilva karena ia hari ini ke cafe di jemput sama teman-temannya jadi nggak bawa mobil. Tak berselang waktu lama akhirnya mereka sampai di butik. Zilva dan Raislan masuk butik dan meminta pada petugas butik untuk mengambilkan bajunya. "Yangg, aku coba baju nya dulu di ruang ganti ya?". Ucap Zilva kemudian masuk ruang ganti. Raislan menunggu sang pujaan hati di luar ruang ganti. Zilva sudah selesai mengganti bajunya. Dan keluar dari ruang ganti. Pria yang sedari tadi senang tiasa menunggu gadis itu untuk keluar, ia tak mengedipkan mata melihat Zilva yang sangat anggun mengenakan gaun bernuansa putih ke emas-emasan itu. "Gimana yangg? aku cocok nggak pakai baju yang ini?". Pertanyaan dari Zilva menghentikan lamunan Raislan. "Kamu tambah cantik yaangg. Aku aja sampai pangling". Ucap Raislan sambil mengukir senyuman di bibirnya.


"Makasih sayang. Jadi nggak sabar untuk hari pernikahan kita". Ujar Zilva.


Setelah selesai mencoba bajunya, Zilva kembali lagi keruang ganti untuk mengganti bajunya. Setelah itu baru mereka pergi lagi ke suatu villa. "Kamu ngapain aja aku kesini yangg?". Tanya Zilva sambil ikut raislan keluar dari mobil. Raislan bilang ikut saja dengan dirinya terlebih dalu nanti ia kasih tahu. Mereka berdua memasuki villa. Di dalam villa sudah tersedia tikar merah menutupi lantai villa tepatnya di ruang tamu villa. Dan di sampingnya terdapat bunga-bunga yang indah menghiasi ruangan itu. Mereka terus berjalan di atas karpet sampai pada satu kamar villa. Raislan meminta Zilva untuk membuka pintu kamar itu. Zilva yang masih bingung membuka pintunya. Dan "Bagus banget yangg". Ucap Zilva haru sambil menempelkan kedua tangan di mulutnya.


Ruangan kamar itu penuh dengan foto-foto kebersamaan Zilva dan Raislan dari awal mereka kenal, jadian dan sampai momen saat ini. Di lantai kamar ada gambar love yang dibuat dengan lilin yang menyalah. Dibawa love ada nama Zilva dan Raislan. "Kapan kamu siapin ini semua yangg?". Tanya Zilva.


"Baru tadi. Sewaktu kita jalan ke butik, aku suruh anak buah ku buat siapin ini semua. Setelah kita menikah nanti, kita honeymoon di villa ini aja. Villa ini salah satu villa favorit mama aku dan sekaligus villa favorit aku juga. Setelah dari villa ini, baru kita pergi honeymoon ke tempat yang kamu mau". Ucap Raislan. Zilva yang mendengar penuturan dari pria yang ia cintai itu, memeluk erat tubuh sang kekasih dengan haru. Hati Zilva sangat terharu dan menghangat saat mendengar ucapan Raislan. Ia tidak menyangka pria yang bentar lagi bakal jadi suaminya itu sangat romantis dan kepikiran untuk menyiapkan segala hal sejauh ini. "Aku benar-benar sangat beruntung punya kamu yangg. Nggak bakal kebayang deh bagaimana hidup aku tambah kamu". Ujar Zilva di sela-sela pelukannya. Raislan yang mendengar kalimat terakhir yang diucapkan gadisnya itu memintanya untuk tidak berpemikiran seperti itu. "Huuss. Jangan bilang gitu yangg. Aku nggak bakalan pernah ninggalin kamu. Aku bakalan terus ada buat kamu yangg". Ujar Raislan sambil mengusap usap lembut penggung Zilva buat menenangkan sang pujaan hati.

__ADS_1


"Ya yanggg. Maaf". Ucap Zilva sambil masih memeluk tubuh sang kekasih. Mereka hening tampa suara sebentar. Kemudian masih dalam posisi berpelukan Raislan mulai bersuara dan berbisik pelan di telinga Zilva. "Atau kamu mau sekarang yangg?". Ucapan Raislan barusan sukses memecah keheningan menjadi kebisingan. Zilva melepas perlahan pelukannya. "Maksud kamu yangg?". Ucap Zilva masih belum paham. "Kasurnya nganggur tuh". Goda Raislan dengan mengukir senyum menatap sang kekasih. Zilva yang mendengar ucapan itu pun marah manja pada Raislan. "Gila ya kamu yangg!". Kemudian ia mengambil bantal yang berada di atas kasur dan memukuli Raislan dengan bantal itu. Raislan yang melihat tindakan dari sang kekasih tidak tinggal diam. Ia juga mengambil satu bantal untuk membalas pukulan dari Zilva padanya. Alhasil mereka berdua pun asik saling kejar-kejaran sambil berbalas lempar bantal. Setelah lelah saling kejar-kejaran, mereka pun memutuskan untuk istirahat di sofa dekat kamar itu. Zilva duduk sambil bersandar di bahu Raislan. Tak lama setelah itu baru mereka bersiap-siap untuk pulang ke rumah kediaman keluarga Syof.


__ADS_2