Six Blood

Six Blood
60. Berhasil


__ADS_3

Shelina berbicara lewat telpon dengan masnya. Ia menjelaskan sebagian kronologis kejadian pada sang kakak dan untuk lebih jelasnya, aslan harus datang ke beskem RAKGMATA. Aslan sangat terkejut akan hal itu. Kemudian ia langsung mengutus anak buahnya untuk segera ikut dengan nya ke beskem RAKGMATA. Aslan dan tim sampai di beskem.


"Mas Aslan". Ucap Shelina sambil berjalan menghampiri Aslan. Aslan memeluk sang adik. Kemudian bicara "Cepat kalian ceritakan bagaimana detail kajiannya". Tegas Aslan.


Tara membantu Shelina untuk menjelaskan semuanya. Mendengar itu Aslan kesal dan marah pada adiknya dan teman-teman Raislan.


"Ini masalah besar!. Kalian sadar nggak kalau kalian itu berhadapan dengan siapa?". Bentak Aslan.


"Sadar mas. Maafin Shelina dan yang lain mas. Ini semua salah aku, karena larang mereka buah nggak libatkan mas dulu sebelum kita dapat bukti". Ujar Shelina.


"Udah terlanjur. Sekarang Alaina dimana?". Tanya Aslan sambil melihat sekitar ruangan.


"Itu salah satu masalahnya lagi mas". Ujar Korleo pelan.


"Maksud kamu?". Ucap Aslan dengan nada mulai tinggi.


"Mas jangan marah dulu. Sebenarnya, Alaina sekarang lagi disekap mas". Ucap Shelina.


"Apa?". Aslan kaget.


"Kita harus secepatnya menyelamatkan Aina". Ujar Aslan dengan wajah gusar.


Aslan menelpon Alin "Gimana Al?. Kamu udah dapat surat perintah nya?".


"Sudah Ndan. Sekarang kita sudah mau berangkat menuju TKP". Ucap Alin.


"Ya sudah. Saya dan yang lain juga langsung menyusul kalian". Ujar Aslan.


"Baik ndan. Sampai bertemu di lokasi Ndan". Ucap Alin, kemudian mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


"Tunggu bentar mas, sebelum kita berangkat kesana saya akan jelaskan sesuatu dulu mengenai Markus agar kalian tidak salah paham". Kata Tara.


"Maksud nya?". Tanya Shelina bingung.


Tara menjelaskan plan yang dia rubah, dari plan yang telah didiskusikan dan disepakati sebelumnya. Ia dan Markus merencanakan hal lain yang tidak diketahui anak-anak yang lain. Karena menurut mereka rencana mereka ini bisa menjadi kartu yang kuat untuk menangkap pelaku tanpa perlu banyak orang yang tahu.


*****


Di dalam ruangan tempat persembunyian Iraq, Alaina masih dalam keadaan di ikat. Iraq dan Markus berdiri di hadapan Alaina. "Cantik". Ucap Iraq sambil memegang pipi Alaina. Alaina memberontak dengan cara memalingkan wajahnya dan meludah di sepatu Iraq. Hal itu membuat Iraq naik darah "Ja**ng sialan!". Ucap Iraq sambil menampar Alaina berkali-kali. Darah keluar dari mulut Alaina karena tamparan Iraq terlalu keras.


"Aku nggak takut sama kamu. Kamu akan mendekam di penjara karena sudah membunuh Abang saya!". Tegas Alaina.


"Dan kamu Markus!. Juga bakal masuk penjara, karena sudah membantu pembunuh ini". Sambung Alaina sambil tersenyum tipis.


"J***ng sialan! (bentak Iraq). Gue bunuh loh!". Teriak Iraq penuh amarah.


"Lo jangan gila men!. Ingat apa kata papa Lo, jangan tambah masalah baru!". Bujuk Markus.


"Lo diam aja. Tugas Lo udah selesai. Ini urusan gue!". Ketus Iraq sambil mendorong Markus dari sampingnya. Iraq mulai menggerakkan ganggang alat itu perlahan menggunakan tangannya. Jari kelingking Alaina mulai terpotong, tinggal sedikit lagi jari kelingking Alaina putus. Melihat tindakan gila Iraq, Markus tidak bisa diam lagi. Ia langsung mendorong dan memukul Iraq. Mereka berdua terlibat perkelahian. Alaina melepaskan tangannya cepat dari alat itu.


"Aawww". Desis Alaina karena nyeri dari luka yang dirasakannya.


Markus di keroyok oleh Iraq dan anak buahnya. Ketika semua sibuk berkelahi, Alaina mencoba membebaskan ikatannya dengan cara mengambil pisau yang sengaja dijatuhkan oleh Markus di samping kursi dekat dia di ikat. Perlahan Alaina mengambil pisau itu, dan berhasil. Ia memotong perlahan ikatan di badan, kaki dan terakhir tangan nya. Ia berhasil lepas. Dengan tertati-tati dan darah ditangan terus bercucuran, Alaina berusaha mencari sesuatu untuk mengikat jari kelingkingnya. Setelah selesai mengikat jarinya, gadis itu mengambil kayu untuk ikut membantu Markus menyerang anak buah Iraq.


Alaina berusaha melawan mereka semampu dirinya. Karena Alaina tidak begitu tahu beladiri. Markus ditendang dan di lempar kedinding oleh Iraq. Ia kembali berdiri dan memukul Iraq sekuat tenaga yang tersisa pada dirinya. "Lo nggak bakal gue maafin. Nggak ada orang yang boleh hidup, jika menghianatin keluarga Fixran Gunawan. Sekalian pun orang itu ada hubungan keluarga dengan Fixran Gunawan". Ucap Iraq.


"Seharusnya Lo nggak usah bantuin dia. Seharusnya Lo, cukup kerjain apa yang gue minta saja!. Nggak usah sok jagoan!". Sambung Iraq sambil menendang Markus berkali-kali karena Markus sudah tepar di lantai.


Alaina yang sangat berjuang melawan anak buah Iraq, melihat kondisi Markus yang sekarat dan melihat Iraq memegang batu untuk memukulnya pada Markus. Alaina berlari dengan cepat untuk menyelamatkan Markus.

__ADS_1


"Selamat tinggal bajingan!". Ujar Iraq sambil melempar batu itu pada Markus namun hal yang tidak terduga terjadi. Batu itu justru mala mengenai Alaina karena Alaina menghalangi batu itu dengan dirinya agar tidak sampai pada Markus.


Darah perlahan mulai mengalir dari jidat Alaina. Markus dengan sisa tenaganya, berusaha duduk dan membuat alaina untuk tetap sadar. "Lo harus tetap sadar ai. Bentar lagi ya lain bakalan datang. Lo bersabar ya!". Ucap Markus. Setelah mengucapkan itu, Markus membuka jaketnya untuk menjadi tumpuan kepala Alaina. Kemudian ia letakan Alaina perlahan di lantai. Habis itu Markus kembali menyerang Iraq.


"Sialan Lo!". Bentak Markus penuh amarah. Markus dipenuhi dengan amarah. Ia mengambil tongkat golf yang ada di ruangan itu. Ia gunakan untuk menyerang anak buah dan Iraq secara brutal.


Srine mobil polisi berbunyi. Aslan dan yang lain sudah sampai di rumah kediaman Fixran Gunawan. Mereka langsung bergegas masuk sambil memegang pistol masing-masing. Fixran datang untuk menghentikan mereka.


"Apa-apa ini. Masuk rumah saya tanpa izin". Bentak Fixran.


"Kami sudah dapat surat tugas penggeledahan rumah anda atas pembunuhan berencana yang di lakukan anak anda pada korban bernama Raislan Syof (memperlihatkan surat)". Tegas Alin.


Shelina and the geng sudah langsung masuk keruangan rahasia keluarga Fixran. Di dalam ruangan itu, Iraq telah mendengar suara srine mobil polisi. Ia mencoba untuk melumpuhkan Markus sendiri, karena anak buah yang lain sudah pingsan. Markus tertusuk di bagian perutnya. Iraq mengeluarkan pisau dari kantong celananya. Setelah menusuk Markus Iraq pergi mencari jalan keluar untuk kabur dari ruangan itu tanpa harus lewat pintu utama.


"Alaina". Teriak Shelina sambil berlari menghampiri sang adik. "Kamu bertahan ya. Kakak langsung bawa kamu ke rumah sakit sekarang".


"Markus.., Lo nggak papa?". Tanya Korleo sambil mengangkat tubuh Markus.


"Gron tolong telpon ambulans. Alaina kritis". Pinta Shelina.


"Ya Gron. Cepat Markus juga kritis. Ada bekas tusukan di perutnya". Ujar Korleo.


Sementara Tara dan Aslan, mengejar Iraq. Iraq terjebak jalan butuh. "Kamu tidak bisa lari lagi!. Jalan sudah dikepung!". Ujar Aslan sambil mengarahkan pistolnya pada Iraq.


Iraq tidak mendengarkan. Ia tetap mencoba kabur lewat tembok pegar pembatas. Tara menghentikan Iraq. "Percuma kamu mencoba untuk melompat dari dinding itu. Karena di balik dinding itu juga sudah ada polisi menunggu mu". Ujar Aslan.


Iraq tidak mendengarkan ia tetap melompat. Alhasil, Aslan menembak kaki Iraq tepat di pahanya sebelum Iraq berhasil melompat. Iraq berhasil di lumpuhkan. Aslan menyuruh timnya untuk memborgol Iraq dan langsung membawa Iraq ke kantor polisi. Sementara Aslan, ia harus menyusul adiknya ke rumah sakit. Karena Shelina dan yang lain sudah membawa Alaina dan Markus ke rumah sakit duluan dengan ambulans.


Mereka berhasil menangkap pelaku. Berkat bantuan Aslan dan tim juga. Pelaku tertangkap, Alaina bebas namun dalam kondisi kritis dan harus segera ditangani dokter. Pelaku dari kejanggalan yang terjadi saat game Six Blood berlangsung telah terungkap. Penyebabnya adalah iraq anak dari musuh Syof yaitu Fixran Gunawan. Iraq membayar hacker untuk mengambil alih posisi tim game waktu itu. Dan menyuruh orang untuk menyekap para tim game.

__ADS_1


__ADS_2