Six Blood

Six Blood
33. Ada Yang Aneh


__ADS_3

Shelina sampai di rumah. "Baru pulang Lo?". Ucap Faleon sambil duduk di sofa ruang santai.


"Iya. Kenapa emangnya mas?". Jawab Shelina sedikit jutek.


"Nggak kenapa-kenapa si. Lo udah dengar kabar belum?". Tanya Faleon.


"Kabar apa an?". Ketus Shelina.


"Mas Farhan di rawat di RS". Ujar Faleon.


"Dari kapan dan kenapa?". Shelina Kaget.


"Kemaren. Nanti kita diskusikan itu. Sekarang Lo cek kondisi adik Lo di kamarnya sana". Ujar Faleon.


"Alaina?. Kenapa dia?". Tanya Shelina dengan wajah kaget.


"Sakit kayaknya. Badannya sedikit panas. Tapi dia nggak mau gue bawa ke RS. Mungkin Lo bisa bujuk dia buat berobat". Ucap Faleon sambil menonton di handphonenya.


"Kok Lo biasa bangat si responnya mas". Ucap Shelina Kesal.


"Cuman sakit biasa. Lo bujuk adik Lo buat berobat sana". Ucap Faleon santai.


Shelina berjalan menuju kamar Alaina sambil ngomel-ngomel karena sikap cuek Faleon. Shelina masuk ke kamar Alaina. Alaina sedang terbaring tidur di ranjangnya. Shelina duduk di samping Alaina dan mengecek suhu tubuh Alaina. "Gila. Suhu tubuh Lo panas banget dik!". Ujar Shelina kaget.


Alaina kaget dan terbangun. "Kak Lina. Ada apa kak?". Jawab Alaina dengan santai.


"Bisa-bisanya ya Lo masih tanya sama gue ada apa!. Lo lagi sakit gila!". Ucap Shelina kesal sambil marah-marah.


"Aku nggak papa kok kak. Udah kakak istirahat aja sana. Pasti capek. Baru pulang kampus kan?". Pinta Alaina dengan santainya.


"Mala bahas gue. Lo harus berobat Alainaa!". Bentak Shelina dengan menyembunyikan rasa ke khawatirnya.


"Aku udah minum obat kok kan. Besok juga udah baikan. Kak Lina istirahat aja. Justru dengan kakak marah-marah aja disini, aku tambah pusing kak. Aku mau istirahat". Ucap Alaina sambil kembali mengangkat selimutnya buat mencoba tidur.


"Emang nyebelin ini anak bontot. Susah bangat kalau disuruh berobat!. Ya udah terserah lo. Capek gue. Jangan lupa kalau ada apa-apa telepon gue!". Ucap Shelina sambil pergi dari kamar Alaina dengan betek.


Alaina hanya menanggapi omelan kakaknya itu dengan dahaman pelan. Shelina sampai di kamarnya dan bersih-bersih. Waktu Shelina mandi, airnya mati. "Sial bangat si. Mana gue lagi keramas" Desis Shelina kesal.


Tidak lama berselang waktu, tiba-tiba airnya hidup kembali. Shelina bukan senang tapi malam teriak histeris sambil keluar dari kamar mandi. Airnya yang keluar warna merah seperti darah. Shelina keluar dengan rambutnya masih ada warna merah-merahnya. Ia mengelap rambutnya dengan handuk kemudian segera pergi ke kamar Alaina dengan bentukan rambut yang masih acak-acakan dan pakaian baju tidurnya yang terbalik.


Alaina kebangun karena keberadaan kakaknya itu. "Kamu kenapa kak?. Kok berantakan gitu". Ucap Alaina heran dan berusaha untuk duduk.


Dan tiba-tiba waktu Alaina duduk, ia tertawa sambil menahan sakit kepalanya.

__ADS_1


"Lo kenapa ketawa?". Tanya Shelina dengan bingung.


"Adu, sakit bangat kepala Aina. Aku tu ketawa karena baju kakak. Bajunya kenapa terbalik?". Sambil menahan tawanya.


"Sial. Udah ya. Cukup ketawa Lo. Lo lupa kalau Lo lagi sakit". Shelina kesal karena di Ledek Alaina.


"Emangnya orang sakit nggak boleh ketawa kak". Ujar Alaina sambil menutup mulutnya, agar tidak kembali tertawa.


"Terserah Lo deh. Nanti gue cerita. Gue numpang ulang mandi di kamar mandi Lo ya. Bauk bangat soalnya". Ucap Shelina sambil berjalan menuju kamar mandi Alaina.


"Ya pakai aja kak". Ucap Alaina.


Shelina was-was untuk menghidupkan airnya. Ia takut kalau yang keluar bakalan warna merah lagi. Aman. Shelina sudah selesai mandi. Dan dia beres-beres di kamar Alaina.


"Udah siap kak?". Tanya Alaina sambil memainkan handphone.


"Udah". Ucap shelina datar.


"Emangnya ada kejadian apa di kamar kamu kak?". Tanya Alaina sambil meletakan handphonenya.


"Nggak tahu. Tiba-tiba aja air kran di kamar gue mati. Pas gue lagi keramas lagi". Shelina Kesal sambil menyisir rambutnya.


"Mungkin lagi rusak kali kak. Nanti minta orang buat benerin aja". Ujar Alaina.


"Lumayan si kak. Tinggal pusing dikit aja lagi".


"Lo kenapa bisa sakit si?. Capek bangat buat belajar di sekolah Lo?. Perasaan kegiatan Lo belakangan ini hanya sekolah doang". Ketus Shelina.


"Nggak juga si kak. Mungkin karena stamina tubuh aku aja sekarang lagi kurang baik. Makanya mudah di terserang penyakit". Tutur Alaina menerangkan.


"Yakin karena itu doang?. Nggak ada hal lain?". Ucap Shelina ketus dan meragukan jawaban Alaina.


"Iya karena itu doang". Ucap Alaina dengan santai.


"Mm. Ya udah kalau nggak mau cerita. Intinya Lo harus bisa jaga kesehatan bagaimanapun situasi dan kegiatan Lo". Pinta Shelina.


"Ya kak. Tumben". Ucap Alaina sambil tersenyum.


"Apa an?. Lo nggak mau gue perhatian?. Ya udah terserah lo". Kesal Shelina sambil berlalu pergi meninggalkan kamar Alaina.


"Ya marah lagi. Aku kan cuman bercanda kak. Kamu juga jaga kesehatan ya kak!" Pekik Alaina dari kamar karena posisi Shelina sudah berjalan di luar kamar.


"Mmm". Shelina mendengar dari kejauhan teriakan Alaina.

__ADS_1


Shelina duduk di sofa dekat kolam. Ia merasa aneh dengan kejadian tadi. Ada yang janggal. "Apa kejadian gue di kamar mandi itu,. ada kaitannya dengan teror di kampus itu ya". Gumam Shelina dalam kesendirian.


"Gue harus cari tahu masalah ini". Batin Shelina.


Aslan datang membuat Shelina kaget. "Ngapain ngelamun sendiri dekat kolam. Malam-malam lagi". Sambil mengusap lembut rambut Shelina.


"Lo mas. Baru pulang". Sambil menyalami Aslan. "Gue cari udah segar aja kok mas".


Aslan duduk di samping Shelina. "Oo gitu. Mas kira kamu lagi ngelamun. Ada masalah?".


"Nggak ada kok mas. Mas kenapa baru pulang?. Kasus yang waktu itu masih belum selesai?". Mengalihkan topik pembicaraan.


"Belum. Makanya tadi mas dan tim rapat. Buat segera mencari dalang dari pembunuhan itu dan apa motif pelaku buat melakukan hal se sadis itu.


"Hasil visumnya korban, udah keluar mas?". Tanya Shelina lagi.


"Udah. Sangat memprihatikan sekali Lin". Ujar Aslan.


"Kenapa emangnya mas?".


"Korban sebelum di bunuh dan di potong-potong anggota tubuhnya jadi tiga bagian, sebelum itu ia udah di aniaya dan di per**sa".


"Sadis bangat mas".


"Ya. Makanya kita harus segera menemukan pelaku takutnya nanti ada korban lagi".


"Semangat ya mas. Semoga masalahnya cepat selesai".


"Ya. Pesan mas buat kamu dan Alaina, hati-hati kalau di luar rumah ya. Dan hati-hati juga sama orang yang baru kita kenal. Kamu bantu mas buat ingatin hal itu sama Alaina ya dik. Jangan sampai sikap baik dia sama semua orang itu, nanti justru buat dia jadi terlibat dalam masalah".


"Ya mas. Nanti gue bilangin".


"Alaina udah pulang?".


"Udah mas. Dia di kamar. Lagi sakit".


"Sakit apa?. Udah berobat ke rumah sakit?". Tanya Aslan khawatir.


"Belum. Dia demam. Gue dan mas Faleon udah bujuk buat berobat. Tapi dianya nggak mau. Mas tahu sendiri la adik bontot mas itu kalau sakit emang susahnya minta ampun buat berobat".


"Ya ampun anak satu itu. Alaina emang susah bangat dari dulu kalau udah menyangkut obat-obatan. Ya udah mas lihat Alaina dulu ya. Kamu jangan lama-lama diluar. Udah malam nanti ikutan sakit". Sambil mengelus lembut rambut Shelina dan berlalu pergi meninggalkan Shelina.


"Ya mas". Dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2