Six Blood

Six Blood
48. Kedatangan kerabat jauh.


__ADS_3

Dibelahan negara yang berbeda seorang gadis sedang berkemas kemas seperti ingin berpergian.


"Darling, are you ready??". Panggil Kim Youra dengan lembut.


"Yes mom. I am Ready". Ucap Aoura dengan senyuman manis nya.


"Oke. Let's go baby". Ucap Kim Youra sambil menggenggam tangan putrinya.


"Wait mom. Will dad be happy with our presence mom?". Ucapan Aoura menghentikan langka sang ibu.


"Sure". Ucap Kim Youra dengan memegang kedua pipi mungil sang putri".


"Oke. Let's go mom. Aoura can't wait to hug daddy". Ucap Aoura sambil berlalu pergi dari rumah kediaman mereka naik mobil menuju bandara.


Dua orang manusia, anak dan ibu itu telah sampai di bandara. Mereka menunggu jadwal penerbangan sebentar, kemudian baru bisa langsung naik pesawat dan lepas landas.


Kim Youra memutuskan untuk ke Indonesia bersama dengan sang putri. Ia ingin menemui suaminya.


Tak memakan waktu lama, pesawat yang dinaiki oleh Kim Youra dan putrinya telah mendarat di bandara Jakarta.


"Welcome to Jakarta baby". Ucap Kim Youra pada sang putri dengan senyuman.


"Waw. What a beautiful city, mom". Ujar Aoura dengan raut wajah takjub melihat keindahan kota Jakarta.


"Yes baby. Is beautiful". Jawab Kim Youra dengan bersemangat.


"But, Jakarta is very hot mom". Sambung Aoura dengan wajah kusut menahan panasnya terik matahari.


"Kamu benar sayang. Tapi Aoura senang kan?". Ucap Kim Youra.


"Yes mom. I am happy". Ucap Aoura dengan riang gembira.

__ADS_1


Kim Youra naik taksi untuk menuju rumah kediaman keluarga Syof. Tak butuh waktu lama, akhirnya Kim Youra dan sang putri sampai di rumah Syof.


"Permisi mbak, kalau boleh tahu, mbak siapa ya?. Soalnya saya baru lihat mbak?". Tanya satpam yang bekerja di rumah kediaman keluarga Syof.


"Mohon maaf sebelumnya pak. Apa benar ini rumah kediaman keluarga Syof?". Tanya Kim Youra untuk memastikan. Karena ini juga merupakan kali pertama bagi Kim Youra menginjakan kaki di rumah ini.


"Iya benar mbak. Ada perlu apa ya mbak?". Tanya Satpam itu.


"Saya Kim Youra istri dari Faleon Syof. Saya baru datang dari Korea". Ucap Kim Youra dengan santai.


"Mbak istri tuan Faleon?. Maaf mbak.. Ee maaf maksud saya non. Mari saya antar masuk rumah non". Ucap satpam itu sambil gelagapan karena merasa bersalah.


"Ya tidak masalah pak. Makasih pak". Ucap Kim Youra sambil melempar senyuman manisnya.


Kim Youra dan Aoura pun mengikuti satpam itu sampai di depan pintu masuk ke rumah kediaman keluarga Syof. Setelah mengantar ibu dan anak itu, pak satpam pun pergi untuk kembali bertugas. Kim Youra membunyikan bel.


Dari dalam rumah tepatnya diruang keluarga Alaina dan ke tiga saudara lainnya lagi duduk bersantai di ruang keluarga. Alaina mendengar suara bel berbunyi.


"Ya non. Bibik buka dulu pintunya non". Ucap Bik Arsi sambil berjalan menuju pintu utama keluarga Syof.


Bik Arsi membuka pintu, ia sedikit kaget dengan siapa yang ia lihat. Bik Arsi kenal dengan Kim Youra karena waktu acara pernikahan Faleon, Bik Arsi ikut menghadirinya. Bik Arsi udah lama bekerja di rumah kediaman keluarga Syof. Bik Arsi bekerja dengan Syof dan Arma waktu mereka baru menikah. Jadi wajar saja kalau Bik Arsi bisa hadir di acara-acara penting keluarga Syof. Bik Arsi menyuruh Kim Youra dan Aoura langsung saja keruang keluarga. Kim Youra dan si kecil langsung menuju ruang keluarga.


"Permisi". Ucap Kim Youra dengan nada lembut dan raut wajah gembira.


Semua yang di ruang keluarga menoleh ke sumber suara dan mereka sangat terkejut dengan siapa yang sedang dilihatnya saat ini. Apalagi Feleon, pria itu benar-benar sangat terkejut dengan kedatangan anak dan istrinya itu. Aoura berlari menghampiri sang ayah dan memeluk pria itu dengan erat sambil berkata "I Miss you Daddy".


Faleon membalas pelukan sang putri dengan cukup erat serta mengecup kening sang putri. "I Miss You too darling".


Alaina berlari memeluk sang kakak ipar dengan sangat gembira.


"Aina senang kakak datang ke Indonesia (menyalami Kim Youra).

__ADS_1


"Kakak ke sini kenapa nggak bilang-bilang kak?. Kalau tahu kakak kesini, kan tadi di bandara bisa kita jemput". Sela Aslan.


Alaina dan Kim Youra ikut bergabung duduk di sofa ruang keluarga. "Nggak papa. Sekalian kakak mau kasih kejutan buat kalian". Ujar Kim Youra dengan senyuman.


"Karena semua ada dirumah, sekarang sekalian aja kita makan bersama". Sambung Shelina.


"Ya boleh tu kak. Kita makan sama-sama yok kak". Timpal Alaina.


Faleon sedari tadi hanya menatap sang istri tampa ada keluar sepata kata pun dari mulutnya. Kim Youra yang melihat sang suami tampak kurang senang dengan kehadiran nya, ia merasa sedikit sedih. Tapi Kim Youra tidak memperlihatkan rasa kecewanya pada sang suami. Ia tetap tertawa kecil saat berbicara dengan adik-adik iparnya.


"Hore. Kita makan bersama. Aoura senang ada di Jakarta. Ramai". Ujar Aoura dengan sangat riang gembira.


Kim Youra, Alaina, Shelina, Aslan dan Faleon, mereka semua tersenyum senang melihat aura bahagia yang terpancar jelas di wajah si kecil yang menggemaskan.


Semua nya menuju ruang makan. Mereka makan bersama sambil sesekali bercerita. Setelah selesai makan, Faleon berbicara dengan sang putri


"Sayang. Ayah bicara sama mami benar ya. Aoura main sama Aunty Alaina dulu". Ucap Feleon sambil matanya melirik ke arah Kim Youra.


"Oke daddy". Ucap Aoura kemudian Aoura berjalan menghampiri Alaina.


Kim Youra yang menyadari tatapan Faleon yang mengandung isyarat untuk nya, ia pun mengikuti kemana Faleon pergi. Faleon berhenti di kolam dekat taman belakang rumah. Faleon menarik tangan Kim Youra dengan kasar.


"Aww. Sakit mas". Rinti Kim Youra.


"Kamu ngapain datang kesini tanpa kasih tahu aku?". Ucap Faleon.


"Emang nya kenapa kalau aku ke sini mas?. Ada yang salah?. Aku masih istri kamu mas. Jadi wajar kan kalau aku mau bertemu suami aku!". Tegas Kim Youra.


"Pokoknya, aku nggak mau tahu, besok kamu dan Aoura harus segera kembali ke Korea. Saya nggak mau lihat kamu ada di sini". Ujar Faleon sambil berbicara membelakangi Kim Youra.


"Tega ya kamu mas!. Oke!. Kalau kamu nggak mau aku ada di sini!. Tapi aku minta sama kamu. Biarin Aoura tinggal disini sampai beberapa hari. Asal kamu tahu ya mas!. Aku, kesini itu demi Aoura!. Anak kamu mas!. Anak kita!. Jika kamu benar-benar udah nggak cinta lagi sama aku, ya udah!. Kamu ceraikan aja aku sekarang mas!. Dengan begitu kamu tidak perlu berpura-pura sok peduli lagi sama aku dan Aoura!". Tegas Kim Youra dengan penuh penekanan disetiap kalimat yang terucap di mulutnya.

__ADS_1


...... Bersambung......


__ADS_2