Six Blood

Six Blood
40. Pulang


__ADS_3

Pagi yang cerah dengan wajah-wajah wanita cantik yang kembali terlihat mulai ceria seperti biasa.


Pagi ini, Shelina dan Alaina sudah di perbolehkan pulang oleh dokter. Shelina dan Alaina pulang dengan mobil Faleon. Faleon dan yang lain sampai di rumah kediaman keluarga Syof. Faleon membantu Shelina untuk mengambil tongkat buat Shelina berjalan. "Pelan-pelan Lin". Ucap Faleon.


Alaina, Shelina dan Faleon udah di sambut oleh saudara dan teman Alaina dan Shelina di rumahnya. Mereka semua duduk di ruangan tamu. "Gimana kondisi kalian?. Udah mendingan?". Tanya Farhan.


"Udah kok mas". Ucap Alaina.


"Sekarang jelasin ke kita, kenapa bisa sampai kayak gini?". Pinta Prisli.


"Gue hanya mencoba bantu Alaina". Jawab Shelina datar.


"Iya. Ini semua salah Aina kak, mas. Aku minta maaf". Jawab Alaina dengan raut wajah sedih.


"Mas mau tanya kenapa kamu bisa sama laki-laki itu?. Bukan nya kemaren kamu masih sakit!". Tanya Aslan.


"Sebenarnya kemaren itu, aku sama sekali nggak ada niatan buat pergi keluar mas, kak. Tapi tiba-tiba Iksan chat aku, dan ajak aku buat jalan-jalan. Karena aku udah merasa mendingan, jadi aku mau ikut buat pergi ke puncak". Jelas Alaina dengan nada merasa bersalah.


"Kamu kenal Iksan itu dimana?. Dan dia siapa kamu?". Tanya Farhan.


"Aku satu SMP sama Iksan dulu. Dan kita baru ketemu lagi dua bulan lalu. Dan...," Alaina belum menyambung ucapannya. "Dan mereka pacaran". Sela Shelina.


"Pacaran?. Ya ampun aina. Kamu masih SMA Lo. Fokus aja dulu sama sekolah kamu!". Tegas Faleon.


"Kamu tahu nggak orang yang kamu pacarin itu siapa?. Latar belakangnya. Dimana rumahnya. Orang tuanya. Kamu tahu nggak dik?". Tanya Aslan berusaha membendung rasa kecewanya pada Alaina.


"Kalau soal itu, belum tahu banyak kak. Soalnya kita udah lama nggak ketemu, dan baru ketemu lagi dua bulan lalu. Emang apa yang kakak tahu dari Iksan kak?". Tanya Alaina.


"Ya ampun dik!. Kamu kenapa ceroboh bangat si dek. Seharusnya kamu cari tahu dulu latar belakang orang yang akan kamu jadikan pacar". Ucap Aslan.

__ADS_1


"Karena aku dulu udah kenal sama dia, dan dia baik. Makanya aku nggak curiga kak". Jelas Alaina.


"Kamu itu udah dibutakan oleh rasa cinta sesaat Aina". Sambung Shelina.


"Aku tahu aku salah, aku minta maaf. Kalian nggak perlu menghakimi aku seperti ini". Ucap Alaina dengan air mata yang sudah berlinangan.


"Masalahnya, ini nyawa kamu taruhannya Aina!. Orang yang kamu anggap pacar kamu itu, dia buronan yang selama ini kasusnya mas selidiki!. Dan kamu, punya pacar nggak ada kasih tahu mas!. Biasanya setiap apa pun yang kamu rasakan, kamu selalu curhat atau minimal ngomong sama mas. Ini nggak ada sama sekali. Pergi kepuncak pun, kamu nggak bilang sama mas. Mas hampir aja kehilangan adik mas satu lagi. Kamu kebayang nggak gimana perasaan saudara kamu yang lain jika sesuatu terjadi sama kamu. Berkali-kali mas bilang sama kamu. Jangan baik kesemua orang!. Mas kecewa sama kamu dik!". Ucap Aslan kesal sambil pergi meninggalkan ruang tamu.


"Mas. Maafin aku. Maaf!". Alaina hanya bisa menangis meratapi rasa bersalahnya.


"Udah ai, jangan nangis lagi. Mas-mas kamu nggak marah kok. Mereka sayang sama kamu dan khawatir kalau sesuatu terjadi pada Aina". Ucap Prisli menenangkan Alaina.


Farhan dan Faleon menyusul Aslan. Shelina juga menenangkan Alaina sebentar, kemudian pergi ke kamarnya dengan dibantu Sani yang dari tadi ikut menyaksikan penjelasan Alaina. Alaina melepas pelan pelukan Prisli padanya. Dan kemudian ia berlari masuk kamarnya sambil masih menangis di ikuti Zee yang sedari tadi juga sudah berada di rumahnya. Dan sudah mendengar kronologis kejadian yang tadi Alaina jelaskan.


*****


Alaina langsung menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Dia menangis tanpa suara. Zee duduk di samping Alaina dan berkata "Keluarkan aja semua yang lagi kamu rasakan ai. Menangis lah. Jangan di tahan-tahan".


"Mas Aslan itu nggak marah sama kamu. Dia hanya kecewa dan khawatir sama kamu ai. Ini hanya masalah waktu ai". Ucap Zee berusaha menenangkan Alaina.


"Marah sama kecewa itu sama aja intinya Zee". Ucap Alaina menangis dengan terseduh-seduh.


"Ya udah. Maaf ya. Udah dong Ai. Jangan nangis lagi. Besok pasti bakal kembali seperti biasa". Ujar Zee sambil memeluk Alaina.


Beberapa menit kemudian si anak bontot itu berhenti juga nangisnya. "Aku mandi dulu ya Zee. Kamu nggak papakan aku tinggal sendiri di kamar".


"Ya mandi aja. Aku tunggu di sini". Ucap Zee sambil memainkan handphonenya.


***

__ADS_1


"San, gue mandi dulu ya. Lo tolong bantuin bawa kursi ke kamar mandi gue dong. Gue mau duduk di kursi". Pinta Shelina.


"Ya". Sani mengangkat kursi buat Shelina bisa duduk mandinya.


"Makasih". Sambil sedikit tersenyum.


"Yakin Lo bisa mandi sendiri?. Mau gue mandi in nggak?". Ucap Sani sambil tertawa.


"Bisa gue. Udah sana. Gue mau mandiii". Ucap Shelina.


"Udah gue mandi in aja ya Lin?". Goda Sani sambil tertawa.


"Sana nggak!. Gue pukul ya Lo!. Sana!". Pekik Shelina kesal.


Sani beranjak pergi dari kamar mandi sambil tertawa puas karena telah mengerjai Shelina. Tak menjelang waktu lama shelina selesai mandi. Pas masuk kamar semua yang shelina perlukan sudah tersedia. Sani menyiapkan baju yang bakal Shelina kenakan setelah mandi.


"Sok so sweet bangat Lo. Pakai bantu siapin baju gue lagi. Gue nggak sruk ya, jadi masih bisa sendiri kali". Ketus Shelina dengan wajah juteknya.


"Nggak tahu terima kasih ini anak satu ya!" (menjitak pelan kepala Shelina).


"Ausst... Sakit gila!". Kesal Shelina sambil mentoyor kepala Sani.


"Benar-benar ya ni anak satu. Udah sakit juga!. Masih aja banyak gaya". Ucap Sani sambil mencubit pinggang Shelina kemudian berjalan cepat segera keluar kamar Shelina. Sebelum di amuk Shelina pakai tongkatnya.


"Saaaniii sialan Lo!. Sakit anjritttt!". Teriak Shelina sambil melempar bantal yang ada di kasurnya ke arah pintu kamar.


Sani terus saja berjalan ke ruang tamu sambil tertawa kesenangan karena sudah berhasil membuat Shelina kesal parah.


***

__ADS_1


Feleon, Farhan ikut olahraga dengan Aslan di ruangan olahraga milik Aslan yang letaknya berada di sebelah taman rumah keluarga Syof. Sambil mengangkat barbel, Aslan saling bercerita sama kedua kakaknya itu mengenai masalah Alaina. Faleon bertanya pada Aslan apa langkah selanjutnya untuk kasus yang telah menimpa Alaina beberapa hari kemarin. Aslan menyampaikan bahwa ia tidak ingin kejadian yang serupa akan terjadi lagi menimpa Alaina. Aslan akan secepatnya mencari supir baru sekaligus bisa menjadi penjaga atau Bodyguard buat jagain Alaina. Jadi kalau Alaina mau kemana-mana, ia ada yang selalu jagain. Soalnya Aslan tidak mungkin punya waktu banyak sama Alaina karena ia banyak kasus yang harus di selesaikan secepatnya di kantor polisi. Dan kalau Faleon Farhan tidak bisa juga karena banyak kegiatan dan kerjaan juga. Apa lagi Farhan tidak tinggal di Jakarta.


__ADS_2