
Pria yang sedari tadi ditunggu oleh Zee dan Alaina adalah Rakha. Setelah Rakha datang Zee langsung pamit pergi katanya ada urusan. Katanya ya, tapi padahal tu anak sengaja mau kasih waktu berdua buat Rakha dan Alaina. Sekarang Alaina dan Rakha duduk di kursi yang telah ia siapkan untuk wanita yang ia cintai. Suasana malam hari ini sangat mendukung untuk romantis karena bulan dan bintang tampak begitu indah dan cerah.
"Sebenarnya, tujuan kakak ngajak aku kesini maksudnya apa si kak?". Ucap Alaina pada Rakha sambil memandang bintang di langit.
"Suasana langit hari ini indah banget ya ai. Bintang yang satu itu terlihat sangat bersinar dan indah". Ujar Rakha sambil ikut memandang langit dan menunjuk satu bintang.
"Ya bagus. Kakak jangan mengalihkan topik pembicaraan kita deh!. Aku serius, kakak nyiapin ini semua buat apa?. Dan kenapa harus bawa-bawa Zee?. Sejak kapan kakak dekat dan kenal sama Zee?". Ucap Alaina dengan menunjukan wajah betek nya.
"Oke kalau kamu mau gue jujur. Aku lakuin ini semua karena aku benar-benar suka sama kamu Alaina Syof". Pengakuan dari Rakha dengan menatap Alaina penuh arti.
Jantung Alaina tetap kaget waktu Rakha bilang kalimat itu. Ya walaupun sebenarnya dia sendiri udah tahu apa maksud Rakha buat semua kejutan ini. Tapi Alaina berusaha untuk bodoh amat dengan itu semua.
"Maaf kak. Mendingan kamu lupain aja rasa cinta kamu itu buat aku kak. Karena sampai kapan pun aku nggak bakalan pernah buat jatuh cinta lagi. Kakak tahu kan, apa yang belum lama ini aku alamin?". Ucap Alaina dengan berusaha menahan tangis sambil mengarahkan pandangan pada bintang yang bersinar indah di langit.
"Ai, (menggenggam kedua tangan Alaina). Aku tahu apa yang belum lama ini kamu alamin, tapi aku bakal terus berusaha sampai kamu mau buka hati kamu buat aku. Aku bakal nunggu sampai kamu siap beri jawaban buat aku ai. Semuanya memang butuh proses ai, jadi jika kamu mengijinkan, izinkan aku untuk selalu ada disamping kamu kalau tidak bisa sebagai pacar kamu, izinkan aku selalu ada disamping kamu sebagai sahabat kamu dalam suka maupun duka ai". Ucap Rakha dengan sangat tulus.
Alaina melepas genggaman tangan Rakha. Gadis mungil itu menggenggam kedua tangannya sendiri di atas meja sambil berpikir setelah itu baru bicara.
"Makasih buat kamu karena udah suka sama aku dan mau selalu ada buat jagain aku kak. (Rakha tersenyum lebar). Tapi aku minta maaf bangat. Aku benar-benar nggak bisa nerima kamu sampai kapan pun kak. Kecuali sebagai teman, aku nggak masalah". Ucap Alaina sengat tenang dan berusaha santai untuk memilih kalimat yang tepat agar tidak menyakiti perasaan Rakha.
"Oke kalau itu memegang keputusan mutlak kamu. Aku nggak maksa kok. Jadi teman kamu aja, yaa...., udah lebih dari cukup kok". Ucap Rakha sambil mengukir senyum palsu dan menghela napas panjang. Sementara dalam hati Rakha ia sangat terluka karena cintanya lagi dan lagi selalu bertepuk sebelah tangan.
"Sekali lagi maaf ya kak. (mengelus punggung telapak tangan Rakha lembut). Kalau gitu aku pulang dulu ya kak. Udah larut malam juga". Ucap Alaina sambil beranjak dari tempat duduknya untuk segera melangka pergi. Langkah kaki Alaina terhenti karena tangan Rakha memegangi lengan tangan gadis mungil itu.
__ADS_1
"Udah malam ai. Bolehin aku antar kamu sampai rumah ya?. (Alaina ingin menolak namun langsung di Patong Rakha). Kali ini Plis jangan tolak gue lagi. Masa Lo tega nolak cowok se cute gue dua kali!." Ucap Rakha sambil tertawa kecil. Alaina yang mendengar tawa Rakha, ia pun ikut sedikit kepancing untuk tertawa.
Alaina mengizinkan Rakha untuk mengantarnya sampai rumah. Selama perjalanan menuju rumah Alaina, Rakha berusaha untuk mencairkan suasana yang beku seperti dalam kulkas. Dingin. Pria itu sesekali mengeluarkan lelucon. Hasil leluconnya lumayan sih, hanya bisa bikin Alaina tersenyum seperti basa-basi doang. Formalitas saling menghargai aja. Beberapa menit terakhir ketika hampir sampai rumah alaina, gadis mungil itu baru bersuara.
"Pertanyaan aku tadi belum kamu jawab kak". Ucap Alaina tiba-tiba.
"Pertanyaan? (bingung). Pertanyaan yang mana Ai?". Tanya Rakha dengan raut wajah bingung.
"Soal kamu dengan Zee. Kalian kenal dimana?". Tanya Alaina santai.
"Oo Zee. Kalau Zee itu, aku kenalnya udah dari orok Ai". Jawab Rakha santai sambil tetap fokus menyetir.
"Dari orok?. Kok bisa?. Kalian saudaraan?. Kok Zee nggak pernah cerita sama ku kalau dia punya kakak cowok. Kakak nya, sekolah ditempat yang sama lagi sama dia. Aneh bangat tu anak. Aku pikir Zee anak tunggal". Crocos Alaina bikin Rakha mangap-mangap kayak ikan minta makan, karena dia mau jawab, tapi Alaina tetap aja nggak berhenti nyrocos dari tadi.
"Uhmmm gitu". Tanggapan Alaina singkat bikin lawan bicaranya hela napas. Udah panjang kali lebar jelasin jawabannya hanya sesimpel itu. Mendengar ucapan dari Alaina, Rakha hanya bisa mengukir senyuman manis di bibirnya.
"Makasih ya kak. Kamu udah antar aku". Ucap Alaina sambil melempar senyuman manis dan keluar dari mobil Rakha. Pria itu ikut keluar dari mobil.
"Kakak ngapain keluar kak?. Nggak papa kok kak aku bisa masuk sendiri". Ucap Alaina dengan kembali melemparkan senyuman manisnya.
"Nggak papa. Gue cuman mau masti in kalau orang yang gue sayang masuk ke rumahnya dengan aman". Ucap Rakha dengan tersenyum.
"Tapi kak...,". Ucapan Alaina langsung di potong Rakha.
__ADS_1
"Karena kata Lo kita lebih baik jadi teman aja, Lo panggil gue Rakha aja. Biar lebih dapat feel Bast Friend nya. Kayak pertama kali kita ketemu. Waktu itu sebelum Lo tahu gue kakak kelas Lo, Lo kan panggil kamu aja sama gue ai". Ujar Rakha sambil mengedipkan satu matanya.
"Ya kak. Nanti saya pikirkan lagi gimana baiknya". Jawab Alaina dengan ekspresi nggak enakkan.
Ketika Rakha dan Alaina masih saling berbicara berdua, tiba-tiba sebuah motor king mendarat di gerbang rumah Alaina. Orang itu turun dari motornya. Kemudian menghampiri Alaina dan Rakha.
Alaina kaget dan sedikit cemas. Ia takut pria itu salah paham dan akan marah lagi padanya. "Mas Aslan?. Baru pulang mas?". Ucap Alaina sambil menyalami Aslan.
"Iya mas baru pulang. Masih banyak tugas di kantor soalnya. Kamu habis dari mana Ai?. Jam segini baru pulang sekolah?". Ucap Aslan lembut pada Alaina. Namun menatap tajam ke arah Rakha.
"Maaf mas. Mas jangan marah dulu ya. Aina bisa jelasin (Aslan mengangguk pelan). Kenalin ini kakak kelas Aina namanya Rakha mas. (Rakha menjabat tangan Aslan. Aslan membalas jabatan tangan Rakha dengan kurang ikhlas).
"Kakak kelas kamu?. Kalian ada hubungan apa, sampai kakak kelas kamu, pakai nganterin kamu pulang segala". Ucap Aslan tetap lembut tapi penuh penekanan.
"Cuman teman mas. Tadi Aina lagi belajar bareng sama Zee mas. Karena udah larut malam, Zee minta kakaknya untuk antar Aina pulang mas". Ucap Alaina berusaha untuk menjelaskan pada saudaranya itu. Ia terpaksa bohong lagi karena nggak mungkin juga kan dia bilang kalau tadi pria yang sedang berhadapan di depan nya itu, baru saja menyatakan perasaan sama dirinya. Alaina takut mas nya itu bakalan tambah marah. Apa lagi hubungan dia dan mas nya masih belum sepenuhnya membaik.
"Ya mas. Saya cuman nganterin Alaina aja mas". Sambung Rakha.
"Uhmm..., cuman teman. Ya udah sekarang kamu masuk ya. Udah malam. (Alaina mengangguk kemudian berlalu pergi). Sebelumnya saya ucapkan terima kasih sama kamu karena udah anterin adek saya pulang. Sekarang kamu boleh langsung pulang". Ketus Aslan.
"Ya mas. Permisi mas". Ucap Rakha sambil masuk mobilnya dan kemudian berlalu pergi meninggalkan rumah kediaman keluarga Syof.
Sejak kejadian yang menimpah Alaina waktu itu, Aslan memang menjadi kakak yang Overprotektif pada adik bontotnya itu. Ia tidak boleh sampai kecolongan untuk kedua kalinya. Jadinya, Aslan harus lebih tegas pada adik bontotnya itu.
__ADS_1