Six Blood

Six Blood
46. Berkumpul


__ADS_3

Setelah Rakha pergi meninggalkan rumah kediaman keluarga Syof, Aslan langsung masuk rumah. Tak lama setelah Aslan masuk rumah, seorang gadis dengan penampilan yang berantakan datang sambil di papah supir untuk duduk di kursi ruang tamu. Aslan yang melihat itu kaget dan langsung menghampiri Shelina.


"Ya ampun dek. Kamu kenapa?. Sampai berantakan gini?". Ucap Aslan khawatir.


"Nggak papa kok mas. Gue baik-baik aja. Tadi ada sedikit kendala aja dijalan". Ucap Shelina santai.


"Nggak papa apa nya dek. Kaki kamu keluar darah lagi itu Lin!". Ucap Aslan sambil mengamati luka di telapak kaki Shelina.


"Beneran mas. Aku nggak papa. Mendingan mas istirahat aja deh". Ujar Shelina santai.


"Nggak bisa. Ini harus di obatin dulu luka kamu. Ai..., tolong ambil kotak obat di laci ruang keluarga dek!". Teriak Aslan dengan halus.


"Ya mas. Bentar". Jawab Alaina dari kamarnya.


Alaina segera mengambil kotak obat kemudian membawanya keruang tamu.


"Ini kotak obatnya mas. (Sambil memberikan pada Aslan). Untuk ap...(Ucapan Alaina terhenti karena Alaina baru menyadari kondisi shelina).


"Kakak kenapa kak Lin?. Kok berantakan gitu. Ya ampun...! (syok sambil menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya). Kaki kakak berdarah lagi kak?. Kenapa sampai kayak gini kak?. Ucap Alaina dengan khawatir.


"Ni lagi anak satu, si bontot. Udah jangan lebai. Gue nggak papa. Tadi kepeleset doang di toilet kampus". Ucap Shelina jutek.


Aslan membersihkan luka shelina kemudian baru di kasih obat dan di perban. "Oke. semuanya udah selesai, sekarang kalian berdua bisa langsung istirahat. Mas mau istirahat juga".


Ketiga bersaudara itu segera ke kamar mereka masing-masing. Karena sudah waktunya tidur dan mereka butuh rehat sejenak dari kehidupan dunia yang penuh fatamorgana ini.


*****


Pancaran sinar matahari ☀️ pagi membuat ruang makan keluarga Syof terasa lebih fresh dan adem.

__ADS_1


"Kak Lin, hari ini kita jadi pergi kan kak?". Tanya Alaina disela makan nya.


"Ya jadi. Habis ini kita langsung berangkat aja". Ujar Shelina.


Aslan dan Faleon yang ikutan makan bersama, saling tatap sebenar karena bingung apa yang dibicarakan oleh kedua adiknya itu. "Kalian berdua mau kemana?. Serius bangat mas lihat bicaranya". Sela Faleon.


"Ada acara?. Atau ada janji sama orang?". Sambung Aslan.


Shelina dan Alaina saling tatap dan Shelina memberikan kode pada Alaina agar mas-masnya itu tidak perlu tahu dulu tentang hal yang akan mereka lakukan. "nggak ada acara atau janjian sama siapa-siapa kok mas. Gue cuman mau jalan-jalan berdua aja sama Alaina. Mumpung sekarang weekend. Ya kan ai?". Ucap Shelina sambil menyenggol bahu Alaina dengan bahunya karena duduk mereka bersebelahan.


"I..iiiya mas. Kita cuman mau habisin waktu berdua kok mas. Udah jarang juga kan. Karena belakangan ini kita sama-sama sibuk dengan kegiatan masing-masing". Timpal Alaina dengan sedikit gugup.


"Wiii, kompak-kompak juga ya ternyata adik gue". Sela Faleon sambil tertawa ngledek.


"Apa an sih. Nggak jelas bangat. Makanya, tinggal sama kita itu dari dulu. Bukan pas adik-adiknya udah gedek baru nongol!". Hardik Shelina kesal.


Kedua adiknya itu serempak mengangguk tanda paham. Setelah selesai makan, mereka berdua pamit sama kedua saudara nya itu. Ketika Shelina ingin bersalaman sama Faleon, ia sedikit malas untuk bersalaman, tapi Aslan memintanya untuk tidak boleh bersikap seperti itu, biar bagaimana pun, Faleon tetap kakak mereka yang harus dihargai dan di hormati.


Hari ini Shelina dan alaina ada janji dengan sahabat Raislan. Mereka akan membahas kejanggalan yang terjadi waktu game. Beberapa menit kemudian, kedua kakak beradik itu telah sampai di beskem RAKGMATA. Kehadiran Shelina dan Alaina langsung disambut oleh sahabat-sahabat Raislan. Mereka langsung meminta dua gadis geulis itu untuk masuk. Sewaktu sampai di dalam, dekor ruangan RAKGMATA itu sama persis dengan yang di omelin oleh Shelina sewaktu berdebat dengan Raislan kala itu. Dulu Shelina pernah mengkritik beskem Raislan yang tak sengaja gadis itu lihat di IG RAKGMATA. Sewaktu Shelina melihat itu, dia membuli Abang nya itu mati-matian. Katanya norak. "Masa anak atlit basket dan hobi main game, dekor beskem nya dengan tema kupu-kupu 🦋. Emang nya mau buka clap kupu-kupu malam. Dari pada kayak gitu, mending hias atau dekor dengan gambar bola basket atau gambar game yang ada basketnya setelah itu buat kalimat-kalimat Estetik, pajang foto-foto kebersamaan dengan semua member RAKGMATA. Kapan perlu, pajang juga foto adek-adek Lo. Biar dinilai sayang bangat sama adik-adiknya. Padahal ma, kebalik". Itu kata Shelina kala itu.


"Dasar crazy boy. Benar-benar di dekor sesuai yang gue omelin. Dasar si pemalas mikir. Mau nya dari dulu instan aja". Gumam Shelina dengan tersenyum dan geleng-geleng pelan sambil melihat ke foto Raislan yang terpajang didinding beskem RAKGMATA.


"Semua sudah datang kan?. Kalau gitu kita langsung mulai aja pembahasan kita". Ucap Gron.


"Bentar lagi aja. Kita masih nunggu satu orang lagi". Ucap Korleo.


"Siapa?". Tanya Shelina jutek.


"Udah tunggu aja. Bentar lagi dia datang kok. Udah dekat juga". Timpal Markus.

__ADS_1


Mereka semua menunggu sebentar. Tak lama berselang waktu, akhirnya yang ditunggu datang. "Zilva". Umpat Shelina pelan.


Zilva bergabung dengan yang lain. "Maaf ya gue telat". Ucap Zilva sambil duduk di sebelah Alaina.


"Nggak papa. Karena semua udah datang. Sekarang gue akan buka awalan untuk rencana kita". Ujar Tara.


Tara menjelaskan detail strategi dan rencananya. Setelah mendengar rencana dari Tara, Shelina kurang setuju. Menurut Shelina rencana ini terlalu berisiko. "Gue nggak ada masalah dengan rencana yang sebahaya apa pun. Tapi jangan pernah libatin adek gue dalam rencana sebahaya ini. Apa lagi rencana yang barusan Lo bilang, adek gue sebagai umpan. Mending gue aja yang jadi umpannya. Nggak usah Alaina!". Tegas Shelina.


"Gue setuju kalau Shelina aja yang lakukan misi utama kita. Bahaya buat Alaina. Lagian kalau Shelina yang jadi umpan, gue rasa nggak papa lah. Shelina kan bisa beladiri". Timpal Gron.


"Gue juga setuju". Ucap Zilva.


"Aku nggak masalah jadi umpan kok. Aku bisa jaga diri. Lagian kan ada kak Tara juga. Jadi aku nggak sendirian untuk misi pertama kita ini". Ucap Alaina menyakinkan yang lain.


"Ainaaa". Ucap Shelina penuh penekanan pada kata yang baru saja ia ucapkan.


"Ini masalahnya bukan siapa yang boleh melakukan atau pun tidak boleh. Masalahnya cuman gue dan Alaina yang bisa menjalankan misi ini dan menyelesaikan misi ini. Paham!". Tegas Tara.


"Kasih gue satu alasan kenapa Lo yakin Alaina dan Lo yang bisa selesai masalah ini!". Bentak Shelina mulai emosi.


Alaina dan Korleo menenangkan Shelina agar jangan kebawa emosi. "Udah cukup! (memukul meja). Kita disini bukan buat berdebat!. Tapi buat mencari kebenaran terkait kejanggalan meninggalnya saudara kita. My Bast friend". Bentak Markus yang sudah mulai muak dengan perdebatan teman-temannya.


"Ya udah kalau menurut Lo, itu rencana yang bagus. Tapi gue pesan sama Lo, jagain adek gue baik-baik. Udah selesai kan?, (melihat sinis ke arah teman-temannya Raislan, terutama pada Tara). Ya udah. Kita pulang sekarang ai!". Ajak Shelina sambil menarik tangan Alaina berjalan keluar dari beskem.


Shelina dan Alaina sudah pergi, sekarang giliran Zilva yang pergi. Kini tinggal Anggota RAKGMATA di beskem.


"Udah gue bilang juga apa, nggak usah libatin Shelina dalam penyelidikan ini. Dia itu tempramen dan susuh di atur". Ucap Markus


"Udah. Kita lanjutin aja rencana ini dulu. Gue yakin pasti bakal dapat petunjuk yang jelas". Sela Gron.

__ADS_1


__ADS_2