Six Blood

Six Blood
47. Hancur


__ADS_3

Seorang pria yang sedang duduk melamun di bangku taman dengan wajah terlihat kusam. "Sekarang apa yang harus gue lakukan. Gue nggak mau kayak gini. Gue harus tangkap siapa orang yang berani menyebar berita buruk tentang gue seperti itu ke media!". Kesal Faleon dengan mengacak acak rambutnya karena kesal.


Setelah berpikir cukup lama, Faleon mengambil benda kecil ajaib dari dalam kantong celananya. Ia menggunakan benda itu untuk menelpon seseorang. "Gue mau Lo segera cari orang yang berani buat main-main dengan gue!". Tegas Faleon ketika berbicara dengan seseorang di telepon.


Selepas selesai menelpon, Faleon langsung pergi dengan mobil sport nya menuju suatu tempat. Tak memakan waktu lama, Faleon sampai ditujuan. Pria yang tampan tapi kelihatan sangar itu langsung masuk ke dalam sebuah beskem yang bertuliskan RAKGMATA.


Korleo yang menyadari kedatangan saudara dari sahabatnya itu, langsung berucap "Mas Faleon guys". Kaget Korleo.


Semua yang ada diruangan itu pun menghentikan aktifitas mereka masing-masing sejenak kemudian menoleh ke pintu masuk.


"Hi bro. Kaget ya!". Ucap Feleon sambil duduk di sofa.


"Lumayan si mas". Timpal Korleo.


"Ada gerangan apa ni, sampai mas feleon datang secara mendadak kesini!". Ujar Markus.


Gron dan Tara hanya saling tatap kemudian menghampiri feleon yang sedang duduk di sofa.


"Gue cuman mau ajak kalian main game". Ujar Feleon santai.


"Main game?". Gumam Gron heran. Pasalnya tidak pernah sebelumnya saudara dari sahabatnya Raislan datang ke beskem mereka. Apalagi dengan alasan cuman mau main game.


"Kenapa?. Kalian lagi nggak bisa main game?". Tanya Faleon.


"Bukan itu masalahnya mas. Kita kaget aja. Biasanya nggak pernah saudara Raislan yang datang kesini buat main". Sambung Markus.


"Ya emang nggak biasa. Tapi sekarang gue mau main sama kalian. Sekalian gue mau mengenang almarhum adek gue. Ya walaupun momen gue sama Raislan terbilang singkat". Ujar Faleon sambil melihat ke arah foto Raislan yang terpajang di dinding beskem.


"Uhmm gitu. Ya udah mas. Ayok kita gas kan". Ucap Korleo dengan bersemangat.

__ADS_1


Mereka semua pun Mabar. Disela main game, Tara berucap pada Faleon. "Mas lagi ada masalah ya?. Mas lagi cari tahu siapa jurnalis yang terbitkan berita buruk tentang mas?".


"Uhmm... Jadi Lo tahu soalnya berita yang beredar itu?". Tanya feleon sambil terus main.


"Ya nggak sengaja lihat juga beritanya tadi pas lagi buka IG mas". Jawab Tara.


"Masalahnya jadi serius banget ya mas?". Sambung Gron.


"Berita itu bisa membuat citra mas di industri hiburan tanah air dan Korea buruk ya mas?". Timpal Markus.


"Apa ini bisa menghancurkan karir mas di dunia entertain?". Ujar Korleo.


"Bisa jadi. Tapi saya tidak semudah itu untuk di jatuhkan. Saya akan segera menangkap pelaku yang berani menyebar berita buruk itu pada saya. Jadi ini tidak akan menjadi masalah besar". Tegas Faleon sambil menyakinkan dirinya kalau semua akan baik-baik saja.


"Tapi bukannya mas memang udah memutuskan untuk berhenti di dunia entertain ya mas?". Tanya Tara.


"Ya juga ya mas. Semoga pelakunya cepat ketemu ya mas". Ucap Gron.


Karir Faleon terancam hancur karena waktu di klab ada jurnalis yang melihat ia main perempuan dan jurnalis itu yang menulis artikel buruk tentang dirinya. Faleon marah dan ingin mencari siap jurnalis itu.


"Ada satu lagi. Gue mau kalian bantuin gue buat ungkap kejanggalan dari kematian adik gue". Sambung Faleon sambil menghentikan permainan.


Pemain yang lain pun berhenti main game. "Maksud mas soal kematian Raislan?". Tanya Markus.


"Iya. Gue udah tanya tim yang gue rekrut buat atur permainan itu sesuai yang tertera dalam buku yang gue punya. Tapi tiba-tiba alur permainan berubah di tengah jalan. Dan tim game gue, mereka bilang nggak tahu apa-apa akan hal itu". Ungkap Feleon dengan wajah serius.


"Sama mas. Tadi kita baru aja bahas ini sama A.... (Tara menutup mulut Korleo dengan telapak tangannya).


"Ia mas. Kita juga berpemikiran sama. Tadi kita juga udah bahas masalah ini dengan anak-anak yang lain". Sambung Tara sambil melepas tangan nya dari mulut Korleo dan memelototinya.

__ADS_1


"Ya mas". Sambung Gron dan Markus bersamaan.


"Gercep juga kalian. Jadi apa rencana kalian. Udah ada?". Tanya Faleon sambil menatap satu persatu teman adiknya itu.


"Udah ada mas. Kita akan jadikan A...(Gron menginjak kaki Korleo. Anak satu itu lagi dan lagi hampir saja keceplosan).


"Ya mas udah ada. Rencana awal kita, kita akan ke kantor tim game yang mas rekrut itu mas. Disana nanti kita akan mencek segala sesuatu yang berkaitan dengan persiapan game nya mas". Ujar Gron.


Feleon sempat merasa aneh dengan sikap teman-teman adiknya itu. Tapi ia menepis pikiran buruk itu. "Ya udah. Kapan rencana kalian bakal mulai penyelidikannya?". Tanya faleon.


"Kalau nggak besok, Minggu depan mas". Ucap Markus.


"Ya mas. Kita tinggal tunggu konfirmasi dari A (Tara melotot ke arah Korleo). Anak-anak yang lain mas. Kapan mereka bisa nya mas". Ucap Korleo sambil memukul pelan mulutnya ketika sudah selesai berbicara.


"Ya udah. Kabari mas ya. Kalau gitu mas pergi dulu. Thanks atas waktu nya". Ucap Feleon kemudian pergi meninggalkan beskem RAKGMATA.


Selepas kepergian Faleon, ke tiga teman Raislan itu mengamuk masa si Korleo. Karena lagi dan lagi, Korleo hampir saja keceplosan ingin menyebut nama Alaina.


"Hampir aja mas Faleon tahu kalau di rencana kita dua adik gadisnya ikut terlibat". Ucap Markus.


"Kalau nggak gue hentikan ni, si anak mulut ember. Pasti mas Faleon tahu, dan Shelina bakalan marah sama kita". Ketus Gron kesal pada Korleo.


"Harus jaga amanah la bro. Shelina dan Alaina kan udah pesan ke kita, buat jangan kasih tahu saudaranya yang lain. Kalau mas Faleon tahu, nanti dia pasti bakal bilang ke saudaranya yang lain. Alhasil, Shelina dan Alaina nggak di bolehkan ikut dalam rencana kita ini. Sementara, kita butuh bangat campur tangan mereka di rencana ini. Terutama campur tangan Alaina. Gue nggak bisa jalanin misi kita ini, tampah bantuan dari Alaina". Ujar Tara panjang lebar.


"Sorry bro-bro. Lain kali gue nggak bakalan teledor lagi. Janji". Ucap Korleo sambil melempar senyuman andalannya.


"Iii.. udah. Geli gue lihat Lo kayak banci gitu". Bentak Gron sambil menghindari pelukan dari Korleo.


Markus dan Tara hanya tersenyum tipis melihat kekonyolan dari salah satu sahabatnya itu. Siapa lagi kalau bukan Korleo si usil, pecicilan dan ceroboh tapi selalu paling bisa mencairkan suasana.

__ADS_1


__ADS_2