
Mendengar ocehan Kim Youra yang panjang, Faleon hanya terdiam seperti patung tanpa satu kata pun keluar dari mulutnya.
"Kenapa kamu diam aja mas!. Jawab aku!. Kamu ceraikan aja aku sekarang mas!". Bentak Kim Youra sambil memukul dada feleon dengan amarah disertai Isak tangisnya.
Alaina yang sedang menuruti permintaan Aoura untuk berkeliling melihat sekitar rumah kediaman keluarga Syof, mereka mendengar teriakan suara Kim Youra termasuk Aoura. si kecil itu juga mendengar teriakan sang ibunya.
"Oke!!". Bentak Feleon.
"Kalau itu mau kamu. Hari ini juga, dan detik ini juga!. Aku....". (Ucapan Faleon yang penuh penekanan dan amarah terhenti karena seorang anak kecil berlari ke arah Kim Youra dan feleon berada).
"Daddy. Mami!. Plis jangan berantam. Hiks..hiks...". Ucap Aoura dengan sangat sedih. Gadis kecil itu memeluk Faleon di sertai tangisan yang terseduh seduh.
"Plis Daddy. Plis mami!". Ucap Aoura sangat lirih dan menangis ce cegukan.
Kim Youra yang melihat putrinya menangis se histeris itu, ia pun ikut menangis dan menarik tubuh sang putri dari ayahnya. Feleon melepaskan dekapan sang putri. Kemudian pria itu memalingkan wajah nya dari hadapan sang istri dan anaknya. Faleon ikut meneteskan air mata melihat Isak tangis sang buah hati yang sedari tadi belum kunjung reda. Karena takut ketahuan sang istri kalau ia juga menangis, feleon segera menghapus air matanya. Kemudian berlalu meninggalkan Kim Youra dan putrinya.
Alaina yang menyaksikan kejadian itu, ikut sedih melihat Aoura. Setelah Feleon pergi, Alaina menghampiri kakak ipar dan keponakan nya itu. Alaina membantu sang kakak ipar dan keponakannya itu untuk duduk di kursi dekat kolam. "Duduk dulu kak. Biar kakak dan Aoura bisa lebih rileks".
Alaina berusaha untuk menenangkan Aoura dan mengusap lembut bahu kakak iparnya. Tak berselang waktu lama untuk menghentikan tangis si kecil, akhirnya Aoura sudah tidak menangis lagi. Gadis kecil itu ketiduran di pangkuan sang ibu dan karena udah kelelahan juga sedari tadi menangis akhirnya tertidur.
"Kita masuk kedalam ya kak?. Kasian Aoura udah malam masih diluar". Pinta Alaina.
Kim Youra melihat sebentar wajah putri nya yang sedang terlelap, mata sang putri tampak sembab dan pipinya masih lembab bekas air mata yang sedari tadi membanjiri pipi cabi si kecil. Setelah melihat wajah sang putri, kemudian Kim Youra baru merespon ucapan Alaina. Tiga wanita itu pun masuk rumah dan Alaina mengantarkan kakak ipar dan keponakan ke kamar tamu sebelah kamar Alaina. Sebelumnya Alaina ingin mengantarkan ke kamar Faleon, tapi Kim Youra bilang, ia ingin kamar yang berpisah dari kamar feleon. Kata Kim Youra biar lah Faleon sendiri dulu. Feleon butuh waktu dan Kim Youra juga butuh waktu untuk sendiri. Akhirnya Alaina mengantarkan Kim Youra dan Aoura ke kamar tamu.
*****
Di pulau Dewata Bali. Farhan di kejar oleh rekannya di Pengedar narkotika karena Farhan berani mengancam kalau dia akan berhenti di pekerjaan haram itu. Dan melapor ke polisi.
__ADS_1
"Gue nggak boleh ketangkap sama preman-preman sialan itu. Gue harus sembunyi". Ucap Farhan sambil berusaha mengatur napasnya karena kelelahan berlari.
"Sialan. Kemana dia pergi". Umpat seorang pria yang tak lain adalah Alex yang waktu di Jakarta juga sempat mengejar Farhan.
Alex mendapat telpon dari seseorang. Ia mengangkat telepon itu. "Hello bos. Maaf bos. Saya kehilangan jejak bos". Ucap Alex.
"Goblok kamu!. Kamu harus cari dia sampai dapat. Kapan perlu ancam dia!. Kalau dia udah ketangkap, segera bawa ke hadapan saya!. Mengerti kamu!". Bentak seseorang di seberang telepon dengan suara yang disamarkan.
"Baik bos". Ucap Alex.
Percakapan di telpon pun berakhir. Alex kembali fokus mencari dimana keberadaan Farhan.
Farhan masih bersembunyi disebuah gudang tua dekat hutan. Ia mengintip di sela-sela rumah kayu itu untuk melihat keberadaan Alex. "Sepertinya sudah aman". Ucap Farhan sambil menarik napas lega. Farhan berjalan keluar dari gubuk itu. Tidak terlalu jauh kaki Farhan malangka dari gubuk itu, saat itu juga ponsel Farhan berdering.
"Alex Vidio Call?". Gumam Farhan. Dengan rasa ragu-ragu Farhan mengangkat telpon dari Alex.
"Hi Farhan. Apakah kabar sobat". Ucap Alex Sambil tertawa.
"Wiiii. Takut.....". Ledek Alex dengan tertawa cekikikan.
"Redam dulu amarah Lo sejenak. Gue punya kejutan buat Lo!. Tada....(mengarahkan kamera handphone ke kursi di sampingnya. Di kursi itu terlihat seorang cewek yang sedang diikat pakai tali dan dia lagi pingsan). Lo kenal sama cewek ini. (mengangkat kepala cewek dengan kasar). Kalau Lo mau dia selamat, Lo serahin diri Lo kesini!". Ucap Alex disertai wajah sangar kemudian tertawa lepas.
"Anjing Lo. Bajingan sialan!. Berani Lo sakitin istri gue sedikit aja, habis Lo sama gue bajingan!". Teriak Farhan penuh amarah pada Alex.
"Uuu.... takut (tertawa). Gue tunggu Lo dalam waktu setengah jam lagi. Kalau nggak habis ni cewek". Ancaman Alex dengan tidak main-main.
Alex mematikan telpon sepihak. "Bajingan sialan!!". Pekik Farhan. Kemudian langsung pergi mencari kendaraan untuk ketempat yang di minta Alex datangi.
__ADS_1
Farhan tampak gusar mencari tumpangan untuk menuju daerah yang ingin di datangi nya itu. Karena Farhan butuh cepat, akhirnya ia menghentikan motor seorang anak muda yngy lewat jalan itu. Farhan merebut paksa motor pemuda itu, kemudian segera menuju lokasi penyekapan istrinya.
Farhan mengendarai motor dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan. "Gue pasti bisa datang tepat waktu. Tinggal lima menit lagi". Gumam Farhan dalam hati sambil melihat sebentar jam tangannya.
Farhan sampai di lokasi yang dikirim Alex. Dua pria bertubuh kekar telah menanti Farhan di pintu masuk sebuah rumah tua itu. Farhan berkelahi dengan orang itu. Setelah berhasil mengalahkan dua orang itu, Farhan langsung masuk ke area penyekapan istrinya. Diruangan itu ia melihat istrinya terbujur lemas dan dalam keadaan pingsan. Farhan juga melihat banyak penjaga di situ.
"Farhan.... Farhan. Gue salut dengan nyali lo bro". Ucap Alex sambil bertepuk tangan dan menepuk pelan pundak Farhan.
"Bacot Lo!. Cepat Lo lepasin istri gue. Dia nggak ada sangkut pautnya dengan urusan kita bangsat!". Bentak Farhan.
"Oke. Oke. Gue lepasin istri Lo tercinta ini (berucap santai). Tapi Lo, harus serahin diri Lo dengan tanpa perlawan sedikit pun". Tegas Alex dengan penuh penekanan di kalimat terakhir.
"Oke. Sekarang Lo lepasin istri gue". Ucap Farhan.
"Oke". Ucap Alex sambil meng kode anak buah nya untuk mengikat tangan Farhan dan yang lain melepaskan ikatan tali dari tubuh Prisli.
"Sebenarnya Lo lakuin apa sama istri gue bangsat!". Ucap Farhan sambil mendekat ke tempat istrinya dengan merangkak.
"Gue nggak sakitin istri Lo. Tadi cuman gue kasih obat penenang buat dia. Bentar lagi istri Lo akan sadar". Ucap Alex dengan santai
"Benar bajingan Lo anjing. Istri gue lagi hamil. Lo tahu itu!. Awas aja kalau anak dan istri gue sampai kenapa-kenapa habis Lo sama gue bajingan!". Bentak Farhan dengan sangat murka.
"Nggak usah ancam gue! (meninju Farhan bekali-kali). Pikirin aja bagaimana nasib Lo setelah ini!!". Ucap Alex dengan raut wajah ganas dan sambil meludah di samping Farhan.
"Kalian semua bawa dia ke bos besar! ("Baik bos". Ucap anak buah Alex).
"Gue bakal antar istri pria sialan ini kembali ke rumahnya". Ucap Alex sambil menggendong tubuh Prisli.
__ADS_1
"Tepatin janji Lo bajingan!. Antar istri gue dengan aman!". Teriak Farhan dari kejauhan karena Farhan sudah di bawa sama anak buah Alex lebih dulu.
"Lo tenang aja bro. Gue bakal kembali kan istri Lo ke tempat semula. Lagian gue sekap dia hanya sebagai umpan buat tangkap lo". Teriak Alex dengan tertawa tipis. ("Gue kembalikan istri Lo ke alam baka". Gumam Alex dalam hati sambil tersenyum jahat).