SOUL MATE

SOUL MATE
Awkward


__ADS_3

Rendra terus menggengam tangan Neta seolah tak ingin terpisahkan. Entah apa yang merasuki gadis tersebut, tak ada penolakan seedikitpun darinya. Dia membiarkan Rendra melakukan itu.


Lift terbuka dan keduanya masuk, masih berpegangan tangan seperti orang yang mau menyebrang. Neta sadar jika di sana ada kamera pengintai yang bisa memergoki keduanya. Maka dia berusaha melepaskan genggaman Rendra.


"Kamu kenapa sih? Gak suka ya?" tanya Rendra sedikit tersinggung.


"Bukan, katamu di sana ada kamera cctv. Aku gak mau akan ada skandal yang akan melebar kemana-mana," jawab Neta masih berusaha melepas tangannya.


Semakin Neta berusaha lepas, genggaman Rendra justru semakin kuat. "Aku tak perduli, bahkan jika mereka berani buka suara. Aku akan pecat semua yang terlibat."


Kadang Neta berpikir, Rendra itu cuma umurnya aja yang tua. Tetapi sifat dan perilakunya kadang masih terlalu kekanakan. Mungkin karena sering bergaul dengan orang seperti Sandro dan Billy.


Ngomong-ngomong soal Sandro, pintu lift terbuka dan salah satu sosok yang sedang dalam bayangan Neta muncul dan memergoki keduanya sedang bergandengan tangan.


Sandro begitu shock melihat big boss dan cleaning servis nya begitu mesra, saling bergandengan tangan. Neta merasa makin tidak enak hati, Rendra justru tersenyum lebar karena puas sudah dipergoki oleh sahabatnya sendiri tanpa harus berpura-pura.


"Ehem!!" deheman Sandro mengingatkan mereka bahwa dia bukan sebuah obat nyamuk yang diam saja.


AWKWARD MOMENT


Rendra yang disindir tidak mengerti, malah terus tersenyum sendiri bahkan kadang membelai rambut Neta dihadapan Sandro. Dia begitu terasa santai bahkan menikmati moment tersebut dengan menganggap sahabatnya sebagai obat nyamuk beneran.


"Rendra, ada Sandro!" bisik Neta pada pria yang statusnya belum jelas dianggap sebagai apa.


"Gak papa, anggap aja gue poster di lift atau apa gitu. Silakan lanjutkan kemesraan kalian," ucap Rendra sedikit agak kesal namun dia senang juga akhirnya Rendra bisa move on dari Maya.


"Kita sudah biasa, dia juga terlalu sering pamer kemesraan dengan beberapa pacar gelapnya di depan aku dan Billy. Betul kan, Sandro winata??!!!" Rendra menekan kata terakhir yang dia ucapkan.


"Haahhahaa... Iya itu betul. Dan sepertinya aku harus ganti lift saat ini juga." Sandro memencet lantai berikutnya, tanpa banyak basa-basi dia segera menghilang dari sana.


Jika Rendra sudah menekan setiap kata yang diucapkan, itu adalah sebagai peringatan bahwa bawahan harus segera sadar diri. Makanya Sandro pengen buru-buru minggat dari sana.


"Terus apa yang harus aku kerjakan selanjutnya?" Tanya Neta setelah kepergian Sandro.


"Kamu kembali keruang kreasi, beres-beres di sana dan buat aku tenang dengan berada di dekatmu," ungkap Rendra malu-malu.


"Untuk ke depannya, tolong rahasiakan hubungan kita ini. Aku gak mau sampai sesuatu terjadi di kantor yang akan mempengaruhi kinerja masing-masing." Neta berkata penuh harap, terlebih dengan masalah tunangannya.

__ADS_1


Terlalu berbahaya jika nanti orang lain tahu, jika dia seorang gadis yang bertunangan mengikat hubungan dengan pria lainnya.


"Baiklah, apapun permintaanmu," ucap Rendra mengusap rambut Neta dengan lembut.


❤️❤️❤️❤️


Hari yang cukup melelahkan untuk Neta dan Rendra berhasil mereka lalui. Kali ini mereka bisa bersama lebih lama tanpa keributan, lebih sering saling melempar senyum malu-malu atas hubungan baru keduanya.


Bahkan sampai di rumah pun tak banyak kata yang mereka ucapkan, hanya tatapan mata seolah mewakili jutaan kata.


Setelah hatinya merasa berbunga indah seharian ini, langsung berubah menjadi bunga duka cita ketika melihat kedua adik kembarnya sedang asyik duduk menonton tv.


Neta yang melihat perubahan wajah Rendra menjadi bingung, siapa dan ada apa dengan kedua tamu yang bisa membuat perubahan emosi pacar barunya menjadi nyungsep seperti ini?


"Hai kak!" sapa Yura, seorang pria berusia 21 tahun.


Yura adik laki-laki, dan Yuri adalah adik perempuan Rendra. Mereka bukan kembar identik, tetapi anehnya justru sifat mereka yang sama persis seolah berkata mereka benar-benar-benar kembar. Meski wajah dan kelamin berbeda tetap saja mereka harus memiliki kesamaan.


Yura seorang playboy kelas teri yang hobinya ngegombalin semua cewek cantik, bahkan dengan sifat royalnya dia serjng ditipu oleh para targetnya sendiri.


Yuri gadis ini terbilang cantik, wajar saja memang mereka berasal dari keturunan keluarga tampan dan cantik. Sifatnya tidak jauh beda dari kakak kembarnya, hanya saja jika Yura suka gombal, sedang yuri suka digombalin. Dengan kecantikan yang ia miliki, mudah baginya untuk bisa memikat setiap laki-laki. Namun setelah mereka terpikat dan menyatakan perasaannya saat itu juga pasti akan langsung ditolak.


"ANAK SETAN! SEDANG APA KALIAN DI RUMAHKU??!!" Rendra tidak bisa menahan emosi melihat kedua adik kembarnya.


Melihat Rendra menggila, Yura dan Yuri bersimpuh dihadapannya dengan wajah memelas.


"Kakak, maafkanlah kami. Sekarang kami tidak punya tempat tinggal lagi. Papa mengusir kami dan memboikot uang jajan kami!!" pinta Yura dengan wajah yang begitu menyedihkan.


"Bagaimana bisa papa mengusir kalian?" tanya Rendra penasaran.


"Ini semua karena Yura, Lamborgi pemberian ayah dibawa lari mantan pacarnya!" sesal Yuri dengan ketus menatap Yura.


Oh my, bagaimana bisa dia memberikan Lamborgini semahal itu kepada mantan pacarnya?


"Kenapa tidak kalian cari dia dan tuntut sebagai kasus penipuan dan pencurian??!" Rendra mulai emosi kembali mendengar alasan bodoh kedua adiknya.


"Aib untuk keluarga Praditya jika harus bersusah payah mencari seorang wanita hanya demi sebuah Lamborgini." Yura begitu enteng menjawab.

__ADS_1


"PLETAK!" Sebanyak dua kali terdengar, karena Rendra menyentil jidad Yura dan Yuri secara bergantian. Mereka hanya bisa teriak mengaduh tanpa bisa membalas, karena sadar atas kesalahannya.


"Aib keluarga Praditya adalah adanya kalian berdua!" ketus Rendra kesal.


Neta merasa iba melihat Yura dan Yuri disiksa seprti anak tiri yang dibenci ayahnya. Tetapi lucu juga melihat mereka memelas penuh harap dari kakaknya sendiri.


"Rendra, kamu jangan sekejam itu pada adikmu," pinta Neta yamv merasa tak enak hati berada di situasi tersebut.


"Sayang kamu gak tau sifat aslinya mereka," ucap Rendra baru ingat jika masih ada Neta di sana.


"Sayang??!" tanya Yura dan Yuri saling bertatapan.


Kedua adik kembarnya tahu jika Rendra memang sudah bertunangan. Tetapi setau mereka, kakaknya itu tidak menyetujui pernikahan uang diatur oleh kedua orang tua.


Sejenak Yura memandang Neta, dia memang gadis yang cantik. Bahkan menurutnya lebih cantik dari mantan-mantannya dulu.


"Kakak apakah dia tunangan mu? Katanya dulu..." Yura belum sempat meneruskan ucapannya keburu dibentak Rendra yang takut ketahuan. "Diam!!"


"Apa kalian pernah baca berita kakak membunuh adik kandungnya sendiri karena terlalu berisik?" ancam Rendra dengan suara begitu dingin, membuat Yura dan Yuri merinding disko.


Rendra berharap Neta tidak pernah mendengar ucapan adiknya.


"Kakak Ipar, tolong bantu kami!! Kelak jika kami dewasa, kami akan balas budi pada kakak," mohon Yuri lebih memilih meminta tolong pada Neta.


Melihat binar mata Yuri, Neta semakin terketuk hatinya. Apa dia bisa meminta Rendra untuk membantu mereka?


"Huh, dewasa. Bahkan umur kalian 2 tahun lebih tua darinya. Tetapi sifat dia lebih baik daripada kalian!" ketus Rendra.


"Rendra bisa tidak kamu menerima mereka, sebagaimana kamu menerimaku sebagai orang asing di sini. Please!!!" mohon Neta dengan mata penuh harap dan ternyata langsung meluluhkan hati Rendra.


'Gadis ini, bagaimana aku tidak bisa menolak permintaannya??' Rendra sedikit frustasi.


Melihat didukung Neta, Yura dan Yuri semakin memojokkan Rendra dan membuat pria itu tidak punya pilihan sama sekali.


"Baiklah, terserah kalian. Yang pasti aku tidak mau ada keributan di rumah ini," ucap Rendra mengalah meski batinnya harus tersiksa.


"Yeayy...Terimakasih Kakak ipar. Kamu memang kakak ipar kesayangan kami!" teriak Yura senang dan berusaha berlari untuk memeluk Neta yang kemudian ditarik bajunya oleh Rendra.

__ADS_1


"Hanya Yuri yang boleh peluk dia. KAMU TIDAK!" tegas Rendra.


Yuri dan Neta tertawa melihat wajah kecewa milik Yura yang tak bisa bebas menyentuh Neta. Karena Rendra paham sekali sifat adiknya suka lupa diri kalau lihat cewek beninf sedikit.


__ADS_2