SOUL MATE

SOUL MATE
Yulia


__ADS_3

Pagi ini niatnya Rendra ingin bertemu dengan kedua orang tua Netta, tetapi diurungkan. Meski masalah dengan Maya dan tunangan palsu sudah selesai, namun Neta harus tau juga tentang isu yang ada di kantornya. Siapa yang telah menyebarkan rumor tak sedap jika dia adalah simpanan sang CEO.


Neta memutuskan untuk tetap ke kantor dan bekerja seperti biasanya. Padahal Rendra sudah melarang, takut jika nanti akan di bully kembali. Berusaha meyakinkan semua akan baik-baik saja, Neta diminta berjanji untuk mengabari setiap ada masalah yang datang.


Kebenaran tentang Neta sebagai tunangan Rendra belum banyak yang mengetahui. Bahkan Rendra meminta untuk semua jajaran staff kepercayaan agar tidak membocorkan informasi apapun tentang hubungan mereka. Namun, dengan perintah dan penekanan langsung dari Rendra agar mau melindungi Neta jika melihat gadis itu mengalami kesulitan.


"Kamu tidak boleh mengantarku, seperti biasa saja. Aku akan menghadapi semua masalah dengan tangan sendiri," ucap Neta sambil mengepalkan tangan.


Gemas melihat keberanian Neta, sebuah kecupan mendarat di keningnya. Rendra paham sekali dengan watak calon istrinya.


"Jika kamu mengalami kesulitan, hubungi Billy atau Sandro."


"Apa mereka tahu hubungan kita?" Neta merasa penasaran


"Memang kenapa jika mereka tahu? Apakah sebuah aib untuk menjadi tunannganku?" rajuk Rendra tersinggung.


Neta melihat wajah lucu Rendra seperti anak kecil yang marah ketika permennya di ambil. Neta mencubit lucu pipi yang sedang merajuk.


"Bukan gitu, aku takut kita tidak akan menemukan orang itu," jelas Neta sambil mengeja perlahan agar Rendra mau mengerti.


"Baiklah, setelah semua selesai kita umumkan bahwa kamu milikku." Rendra memeluk Neta erat.


***


Sampai di kantor, tanpa merasa ada masalah Neta menyimpan semua barang bawaannya ke dalam loker. Namun ketika dia hendak pergi menuju ke sana, Yulia sudah menunggu di lorong.


Wajah ibu dua anak itu terlihat pucat. Seperti ada sesuatu yang membuatnya takut, rasa panik dan khawatir begitu kuat. Entah apa yang sedang ada dalam pikirannya kini, Neta tak mengerti sama sekali.


Berhubung kemaren dari Yulia lah rumor tentangnya terdengar, membuat Neta jadi penasaran. Mungkin Yulia tahu dari mana kabar itu berasal.


"Yulia, apa yang sedang kamu lakukan di lorong ini?" tanya Neta mencoba bicara baik-baik, meski sebelumnya dia pernah menyakiti hatinya.


"Neta, tolong aku. Sebuah video muncul entah darimana dan meminta agar aku membayar lima puluh juta untuk menembusnya," ucap Yulia panik, air matanya tak dapat ditahan lagi.

__ADS_1


"Video apa maksudmu?" Neta merasa bingung dengan apa yang dikatakan Yulia.


"Video, tentang hubungan terlarang antara Derry dan aku," jawab Yulia dengan penuh rasa malu.


Bukankah kemarin dia sempat menyangkal hubungannya dengan Derry, seolah hanya Neta yang mengetahuinya dan tidak akan berarti apa-apa. Kok sekarang malah muncul videonya? Berarti ada orang lain yang mengetahui hubungan mereka, dan ternyata dia lebih pandai karena bisa mengambil keuntungan dari keduanya.


"Kemarin kamu menyangkalnya," sindir Neta.


Yulia merasa bersalah, lantas dia berlutut di hadapan Neta. Untuk saat ini, hanya dia lah orang yang bisa dimintai tolong. Meski ada keraguan, karena kejadian kemarin.


"Tolong aku Neta. Aku bingung kemana lagi harus meminta tolong. Apalagi yang kutahu kamu adalah gadis yang baik hati suka membantu orang lain."


"Lantas kamu mau memanfaatkan kebaikan ku?"


"Tidak, bukan begitu," isak Yulia, tangis ya kini terdengar begitu mengharukan.


Yulia berjanji, jika Neta mau menolongnya. Ia akan keluar dari kantor, dan memutuskan hubungan dengan Derry. Terlalu menyerahkan jika membayangkan video itu tersebar, kedua anak Yulia akan mendapat imbasnya. Dia terlalu putus asa.


Jika pelaku bisa merekam videonya dari dalam kantor ini, kemungkinan besar dia juga sebagai karyawan di sini. Tapi siapa? Entahlah sepertinya memang diluar kemampuan Neta untuk berpikir.


Tak berpikir lama, Neta segera bergegas pergi ke ruangan Rendra. Semua mata memandang jijik ke arahnya, mereka menganggap Neta sebagai benar-benar perempuan bayaran Rendra. Logika mereka gak masuk ketika ada seorang Officegirl menjadi pacar seorang bos besar.


Tak perduli dengan pemandangan yang bisaembuat orang merinding, Neta berusaha berjalan semakin cepat. Sebelum akhirnya dia menabrak Sandro.


"Selamat pagi, Nyonya bos." Ucapan Sandro membuat gadis itu segera menutup mulut sahabat tunangannya.


"Aku harap kamu tidak menyinggung hubungan Rendra dengan ku di gedung ini," bisik Neta dengan nada mengancam.


"Kenapa?" tanya Sandro bingung.


"Ada kelinci yang belum bisa kutangkap, dia terlalu gesit. Makanya aku harus mengatur strategi."


"Di mana kelincinya? Bagaimana dia bisa masuk ke gedung ini?" Sandro begitu polos tidak mengerti kata yang Neta ucapkan adalah sebuah perumpamaan.

__ADS_1


"Aku tak menyangka, dengan wajah yang tampan. Ternyata otakmu tidak tertapakai," jawab Neta merasa sakit kepala bicara dengan Sandro, bisa-bisa dia lupa tujuannya.


"Bosku keren, bisa mendapatkan wanita sekejam dia," runtuk Sandro, hinaan yang Neta keluarkan tak akan mempan untuknya. Karena dia sudah terbiasa dihina oleh Rendra juga.


****


"Apa kamu tidak bisa pindah lantai? Orang-orang di lantaimu begitu menakutkan," kata Neta ketika dia sudah berada di dalam ruangan Rendra.


"Mereka akan tunduk ketika tahu siapa kamu. Makanya kita umumkan saja," saran Rendra tidak sabar.


"Dan membiarkan pelakunya pergi begitu saja? Tidak aku jadi mau tahu, siapa orang yang begitu mengharapkan kejatuhanku selain mantar pacar posesif mu Maya," sindir Neta sedikit kesal saat harus mengucapkan nama itu.


"Setidaknya kamu harus mengerti bahwa suami mu ini adalah seorang yang berkharisma," ucap Rendra begitu narsis.


"Terserah, meski sebenarnya aku tidak bisa melihat itu," goda Neta membuat Rendra sedikit kesal.


"Ada apa kamu ingin menemuiku sepagi ini? Apa karena sudah merindukan suami tampanmu?" Rendra menggoda balik.


"Jangan Mimpi," ketus Neta.


Dari awal, Neta menceritakan kejadian tentang pertemuannya dengan Yulia. Dia pun menganilisis bahwa pelakunya berada di gedung yang sama. Hanya saja selebihnya dia tidak tahu itu siapa.


"Kamu harus menolong Yulia, kasihan keluarganya nanti," mohon Neta dengan wajah begitu tulus yang tidak akan mampu ditolak Rendra.


"Lima puluh juta? Apa kamu mau aku mengeluarkan uang tersebut?" tanya Rendra bergegas mengambil sebuah kertas cek dari laci mejanya.


"Tidak-tidak, kalau hanya uang segitu aku bisa mengambilnya dari tabunganku. Dan hei, berarti rekening ku selalu terisi itu karena kamu?" Neta baru saja mengingat isi tabungannya tak pernah habis, karena selalu diisi sang tunangan.


Enggan menjawab karena bisa berakibat panjang dan lebar. Rendra mencoba mengalihkan pikiran Neta.


"Aku mau liat videonya," pinta Rendra agar membuat Neta lupa dengan segala kebohongan yang lalu, pernah dia lakukan.


"Ap... Apa?? Video ya??" tersontak kaget dengan pertanyaan Rendra membuat wajah Neta memerah, mengingat dia juga pernah melihat adegan tersebut secara langsung. Mata dan otak Neta telah ternoda.

__ADS_1


__ADS_2