
Ayah dan ibu dijodohkan oleh orang tua mereka,usia ibu tergolong sangat muda saat itu" sewaktu itu ibu tidak mengenyam pendidikan dan ayahku hanya sempat sekolah kelas dua SD.
Ibu diminta oleh ayahnya untuk membantu pekerjaan dikebun, setiap berladang selalu saja jauh ; memikul hasil kebun dipundak menuruni jalanan terjal lagi jauh.
Sungguh hidup ibu teramat pedih" sedangkan sang ayah sibuk dengan hobinya yaitu berjudi, ibu sering dipukuli kalo tidak menurut perintah sang ayah.
Zaman dahulu sekelompok orang tinggal semacam rumah besar dan panjang" dimana setiap ada kegiatan adat istiadat setempat akan diselenggarakan dirumah panjang.
Begitu juga ibu dan ayah ku " untuk menghindari dari gangguan pria lantas atau mungkin yang menjadi pilihan terbaik ibu dan ayahku dinikahkan meskipun tidak cukup umur untuk menikah.
Aku zeldar anak pertama dan Dania adik bungsu ku" kakek ku adalah seorang dukun dan juga kepala desa, sudah dia kali berturut turut menjadi kepala desa.
Entah darimana asalnya,desaku terkena wabah penyakit" yang menular hampir seluruh warga desa terkena wabah itu, kakekku memboyong kami sekeluarga kekota.
Bisa dibilang belum berbentuk kota karena rumah hanya beberapa tetapi seiring berjalannya waktu tempat inipun menjadi kota.
__ADS_1
Dan kakek ku masih tetap menjadi dukun mengobati orang sakit, tetapi ada keahlian lain yaitu membuat Mandau khas suku Dayak.
Aku sekolah kelas 3 SD, tiap pulang sekolah aku membantu Kakek memutar roda sepeda yang dipasangi pipa menuju kearah pembakaran untuk memanaskan besi.
Setelah besi berwarna merah menyala kemudian diangkat dan dipipihkan, berulang hingga membentuknya menjadi Mandau.
Aku tinggal bersama kakek karena orang tua ku bertani kebun sayur didesa seberang"setiap liburan sekolah aku dijemput ibu untuk ikut mereka kesebrang.
Aku membantu ayah menanam sayuran" pagi pagi benar, aku bangun membantu ibu mengemas sayur sayuran yang akan dibawa kepasar malam.
Waktu menunjukkan pukul 8: 00 ayah dan ibu mulai berkemas untuk membawa sayur sayuran itu pulang dengan menempuh jarak sejauh 2 km.
Saat tiba dirumah kakek, ibu dan ayah berbincang dengan kakek, aku bersyukur sekolah ku didepan rumah kalo jam istirahat aku bisa pulang kerumah.
Saudara laki laki ibu bekerja sebagai satpam di perusahaan " setiap pagi pulang bawa nasi dan lauk pauk nya, om ini sebenarnya baik hanya mulut nya terkadang kasar.
__ADS_1
Pernah suatu hari
Om aku minta uang buat beli buku ujarku" ia lantas memberikan uang 50.000 tetapi ini terlalu banyak jawabku" ambil saja ucapnya" jujur saja aku sangat senang sekali.
Sebenarnya aku hampir tidak pernah dikasih uang Jajan " makanya setiap jam istirahat aku pulang kerumah kalo tidak aku pasti ngiler melihat teman teman ku makan jajanan disekolah.
Ibuku penjual sayur mayur, dengan hasil yang diperoleh tidak seberapa"? hanya cukup beli beras dan lauk seadanya meski begitu aku bersyukur bisa sekolah.
Entah berapa hektar lahan dijual Ayah untuk membiayai hidup kami sekeluarga, tetapi semangat hidupnya membuat aku bertekad untuk menjadi sukses.
Aku belajar dengan rajin sambil membantu Kakek membuat Mandau dan mengamples sarung mandau agar nampak mulus dan indah.
Setiap sebelum tidur aku berdoa dan membaca kitab suci begitu juga saat bangun pagi hari, aku bersyukur akhirnya aku lulus SD dengan nilai yang lumayan tinggi.
Zel.. kamu jadikh?" masuk SMP dekat rumahmu"? sebenarnya Aku mau Tetapi kayak apa" biaya masuk nya" gratis kok ujarnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Akupun mendaftar di SMP dekat rumah ku bersama Daniel, saat pendaftaran ulang namaku ada tercantum disana,aku sangat senang jadi aku tidak jauh sekolah SMP nya batinku.