
seminggu telah berlalu pagi ini aku Sangat terkejut melihat sampah berbau busuk didepan rumah.
bukan Hanya itu Saja tetapi juga sampah botol Dan plastik berserakan.
perbuatan
siapa ini? gumamku sambil memasukan sampah kedalam tempat sampah.
apa ini Ada hubungan nya dengan kejadian diwarung beberapa waktu yang lalu.
batinku : akh " biar saja? meski terasa sangat menjengkelkan.
Ada apa?zel.. sedang ngapain
Tanya ayahku tiba tiba didepan Pintu.
itu orang buang sampah sembarangan didepan rumah kita.
Tukasku jujur?zel..apa kita buat orang itu jera ucapan ayah nampak menahan rasa marah.
Gimana caranya ucapku sambil melihat penuh perhatian kepada ayahku, kita pakek dukun ujar ayahku dengan wajah serius.
Apa? dukun, ayah jangan bercanda ujarku dengan mata membulat. kenapa?
kamu tidak mau.
Lanjut ayah ku lagi, aku tidak bisa hanya soal sepele begini pake dukun segala sungutku.
Kalo kamu gak mau ya sudah? ayah ngikut kamu saja ucap ayah dengan raut wajah kecewa.
Akupun pergi kewarungku meski pikiran sedang kalut tetapi aku terperajat melihat
__ADS_1
banyak sampah didepan warung.
Apa? sampah lagi batinku bergejolak marah " dengan sejuta rasa jengkel kubersihkan sampah dan memasukkan kedalam tempat sampah.
Saat kubuka pintu warung didalam aku melihat sebuah tulisan bernada ancaman : jauhi sari atau kamu mati.
Sontak hatiku terasa sakit : tanpa berpikir panjang aku menghidupkan motorku menuju kerumahku.
Ayah.. ayah... seruku.ada apa?
ayah datang dari kamar kecil dengan tatapan tajam.
Ayah ayo "kita kerumah dukun yang dikatakan ayah tadi pagi.
tukasku bersemangat.
Ada lagi sampah? tebak ayah, iya betul yah"ini Kali kedua ancaman orang itu tukasku pada ayah.
Cukup yah "kapan? kita kerumah dukun itu desakku pada ayahku? sekarang ucap ayahku sambil mengambil sepatunya kamu diam saja?
Biar ayah yang bicara pada dukun itu : mau kemana?
Sari istriku baru datang dari pasar menemani tantenya.
mau kerumah dukun "tukas ayah ku
apa adanya.untuk apa?
ada apa? sebenarnya desak sari istriku meminta penjelasan.
akupun cerita pada istriku tentang sampah dan ancaman diwarung tadi.
__ADS_1
Gak usah " orang itu sudah kena karma ujar Sari mengejutkan Aku Dan ayahku.
Dari mana kamu tahu?
cetusku " Dia dibuat Gila oleh wanita selingkuhannya.
aku tahu itu dari tanteku dan aku baru saja melihat keadaanya ' oh ya? jadi kamu dari subuh tadi hingga sekarang baru pulang ketempat mantan mu?
selidik ku melihat kearahnya? tolong dengarin penjelasan ku dulu ujar Sari dengan tatapan sendu.
sebenarnya tante rencana awalnya hanya menjeguk sepupunya tetapi disana sepupu nya bercerita soal mantan suamiku yang dipasung Karena Gila.
aku mohon maaf bukan maksudku membohongimu "semuanya itu kebetulan tolong percaya padaku ujar istriku lirih.
Baik'lah " untuk Kali ini aku maklumi tetapi jangan sembunyikan apapun dariku pintaku pada sari.
Iya " sahutnya seraya menatap mataku " ku belai Rambut nya dan mencium punca kepalanya.
Syukur lah ayahku begitu pengertian saat sari datang ia sudah kembali masuk kedalam rumah.
Kok kita malah begini?
aku lapar keluhku sambil memegangi perutku yang sakit.
aku pikir kamu sudah makan "tukas istriku? siang ini belum tatap ku pada istriku.
Oh ya' ini ada daging ayam dikasih tante sudah masak? kita makan sama sama
ajaknya.
Ayo ' ucapku mengekor langkah nya masuk kedalam rumah ' sari aku sebenarnya sedikit kecewa kamu menemui mantanmu.
__ADS_1
Tetapi aku memaafkan mu karena aku mencintai mu " kamulah belahan hatiku sari aku membatin.