Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 5. Sepatu bekas.


__ADS_3

Pagi ini aku sudah bersiap hendak pergi ke sekolah, didepan rumah terdengar ketukan dipintu,aku bergegas menuju ke pintu.


Saat pintu terbuka "Gilang ada apa"? ini untuk mu"ujarnya dengan senyum,apa ini tanyaku"? lihat saja ujarnya.


Kubuka kotaknya" sepatu ucapku kaget bercampur senang, terima kasih Gilang kamu tahu yang aku butuhkan, ujarku sambil tersenyum padanya.


Pakai saja sepatu nya" ujarnya lagi padaku; akupun memakai sepatu pemberian Gilang.


Dan berangkat bersama menuju ke sekolah, dijalan Gilang berkata : Zel kamu sudah mengerjakan soal ekonomi


yang tidak selesai kemaren.


Sudah jawabku singkat" dimana kamu temukan jawabannya?" dijelaskan ibu guru ekonomi kemaren ujarku sambil menatap kearah nya.


Oh" ya? adakah" ucapnya saat kami sudah tiba didalam kelas; ibu guru ekonomi pun masuk kedalam kelas.


Kumpulkan soal yang kemaren" kata Bu Siska ? Gilang menatapku aku berjalan mengumpulkan buku dan bukunya juga.


Jika ada jawaban yang sama"ibu kurangi nilai nya"ujar ibu Siska datar.

__ADS_1


kalau dikurangi biarlah ujarku lesu " rasa gak enak kalau tidak kasih Gilang jawaban karena ia sudah kasih sepatu buatku, batinku.


jam pelajaran pun usai berganti pelajaran bahasa Indonesia, entah kenapa hari ini aku rasa bosan usai belajar pelajaran tadi.


Akupun mengisi waktu keperpustakaan dengan membaca buku, tiba-tiba kepalaku dipukul dengan buku oleh seseorang.


Hei.. kamu'? kamu ambil tempat ku tahu"bentaknya pada ku, maaf... ucapku


sambil berjalan menuju kursi dekat jendela.


Entah darimana tiba-tiba aku tersentak melihat wanita tadi didorong oleh temannya hingga berdarah.


Tetapi tanpa sengaja aku melihat wanita yang memukul kepalaku diperpustakaan tadi didorong oleh temannya.


Dan berdarah,ia pun pingsan digotong ke ruang UKS,kenapa"?kenapa, ini bisa terjadi desusku seolah tahu sesuatu yang akan terjadi.


Akh' itu pasti kebetulan saja gumamku sambil berjalan menuju kelasku.


Berhubung ini hari Jumat, jam pulang lebih cepat dari biasanya ; tiba tiba aku seperti dilihat kan ibu datang bersama ayahku.

__ADS_1


Membawa sesuatu didalam plastik hitam berisikan sayur nangka yang sudah basi.


Akupun tersadar saat Gilang berkata" motor itu didepan mu, sontak aku hampir menabrak motor yang sedang diparkir dipinggir jalan.


Tiba dirumah kediaman ku, ternyata benar orang tua ku datang,makan ujar ayahku,itu ada sayur pemberian orang dipasar tadi sambung ayahku.


Saat aku mencicipi makanan itu" rasa mual bercampur pusing seketika, begitu pula ayahku juga merasakan hal yang sama.


Alhasil aku dan ayah ku muntah muntah, tetapi syukur lah keadaan aku dan ayah mendingan setelah memuntahkan makanan itu.


Aku menuju ke kamar ku dan berkata" apakah ini sesuatu yang disebut indera keenam batinku.


aku menarik nafas panjang dan ingin tidur saja" akupun tertidur beberapa saat kemudian.


Dan terbangun saat pintu kamar ku diketuk oleh tanteku' kamu beli beras dulu ujarnya sambil memberikan uang merah dua lembar.


Aku gegas ke warung untuk membeli beras, dan segera pulang kerumah "? zel.. kamu belikan kebutuhan dapur Juga tadi lupa jelasnya lagi.


Akupun kembali lagi kewarung tadi meski hatiku dongkol tetapi mau gak mau harus, bisa bisa Omelan panjang kalau aku tidak mau.

__ADS_1


Menjelang malam aku memutuskan untuk belajar sesudah berdoa dan membaca kitab suci.


__ADS_2