
Pernikahan ku berjalan lancar meski hanya orang orang penting dan orang terdekat yang hadir.
Sania begitu cantik dengan kain kebayanya,tak terlihat jelas oleh mata ku
kesedihan.
Keikhlasan mulai tersirat dari wajah cantiknya, yah" saat ini resepsi pernikahan usai dari Gereja barusan.
masing masing tamu undangan menyalami tanganku dan Sania.
Sebenarnya aku masih kepikiran soal kalimat terakhir Papi.
Hari menjelang sore para undangan telah meninggalkan rumah ini " tinggal beberapa orang yang termasuk kerabat dekat Sania.
Sania...ada yang ingin Om sampai kan padamu cecarnya pada Sania.
soal apa Om? tukas Sania dengan wajah menyelidik.
ini soal perusahaan properti Papimu, ujar om Sania,
ada apa" dengan perusahaan Papi tukas Sania lagi ?
Ini adalah surat pernyataan Papimu dengan Om ? Papi Sania meminta Om yang menggantikan posisi nya jika sesuatu terjadi padanya'.
Oh' begitu ? jawab Sania.
tetapi akan lebih baik jika suamiku tahu surat ini ujar Sania membatin.
Obrolan keduanya ditangkap oleh telingaku tak sengaja.
Zeldar... kamu dimana?
aku disini makan kue ucapku ayo" ikut aku lihat surat peralihan kekuasaan dari Papi ke om Damar.
__ADS_1
Sania dia tidak bisa ikutan nimbrung soal ini, dia baru dikeluarga kita " ucap om Damar sedikit ketus dan sinis tepatnya.
Baca sayang perintah Sania padaku,
akupun memegang Hpku memotret surat ini mungkin suatu saat diperlukan batinku.
Selesai makan malam bersama.
Sania apa kamu yakin kalo papi nyerahin perusahaan ketangan om Damar.
tukasku pelan dan lembut.
Entah kenapa hatiku ragu saat melihat surat itu, tanda tangan Papi bukan begitu setahuku.
Benarkah?apa kamu yakin itu bukan tanda tangan Papi ? selidik ku.
Iyah" coba kamu perhatikan ini beda dengan tanda tangan di raport ku tukas Sania.
oh'ya' kamu benar " jawabku,
Seloroh ku sambil menatap kearah wajah Sania,dulu Om Damar selalu tak sepaham dengan Papi terutama soal perusahaan yang dipimpin oleh Papi.
Hingga akhirnya Om Damar pindah ke luar kota, aku tak menyangka orang tuaku begitu cepat meninggalkan ku,tukasnya lagi dengan sendu.
Sudah malam sebaiknya kita tidur tawar ku padanya,
kamu duluan saja, aku mau kebawah mau minum ujar Sania.
Aku tunggu Sania agak jauh, aku mengikutinya hingga dilantai bawah.
ia lanjut ke dapur.
Oh' ternyata Sania betul betul pergi minum" saat ia hendak kembali ke arah tangga aku bergegas secepat mungkin kembali ke kamar.
__ADS_1
Ia membuka pintu kamar dan langsung membaringkan tubuhnya didekat ku "
dan berkata' jangan malam ini ujarnya sambil menatapku intens.
Sudah kuduga dia tidak akan mau malam ini ; akh biar aku tunggu sampai ia mau
batinku bermonolog.
Malam ini tidur ku gelisah, kulihat Istriku tengah tidur nyenyak ;
akupun diam dan hendak berdoa memohon ketenangan.
Zel... kamu kenapa tidak tidur?
pertanyaan yang diajukan oleh Sania
begitu membuat ku terkejut.
Entah kenapa?
Aku juga tak tahu mengapa sahutku menjawab pertanyaan Sania.
Maafin aku Zel.. karena aku kamu kesulitan tidur sesalnya.
bukan karena itu kok" sanggah ku.
tetapi sesuatu yang lain cetus ku seraya duduk ditempat tidur mendekatinya.
ooh 'jadi bukan karena aku?
tatapan mata nya seperti mengodaku.
sejenak kulihat bibir Sania yang begitu menggoda, perlahan aku mendekatkan wajahku dengan wajahnya.
__ADS_1
ia menatapku dan berkata" lakukan padaku cerocos nya menatapku dengan tatapan mata yang sedikit merayuku.