
Genap setahun pernikahan ku bersama Sari aku sangat bahagia meski aku tidak dikasih anak oleh Tuhan.
Sari begitu pintar memasak dan mengurus warung bakso kami " termasuk pemasukan Dan pengeluaran ia yang mengelolanya.
Sekarang ini aku hanya sebagai pelayan diwarung : tetapi aneh bagiku sari nampak mempesona.
Wajahnya glowing dan kulit nya pun halus serta lembut? tak heran mungkin itu sebabnya.
Warungku menjadi sangat banyak Pembeli, selama sebulanan ini malah akupun merasa sangat senang situasi seperti ini.
Malampun tiba, aku dan sari pulang berbocengan kerumah kita.tidak ada orangtuaku dirumah.
ayah dan ibu kemana? ujarku pada Sari.
tadi pagi ayah dan ibu mau nyadap karet katanya dikilo 16 sahut istriku.
Oh ya "kok ayah atau ibu tak bercerita soal mau nyadap pohon karet batinku bermonolog.
mungkin ayah lihat aku sibuk mau bilang tetapi lupa batinku membela ayahku meski seperti ada kejanggalan.
Dari Nada bicara istriku : Akupun membersihkan diri rencana hendak tidur tetapi orang tuaku pergi tanpa pamit mengusik hatiku.
kuberjalan keluar dari kamarku " tas Dan plastik besar tempat baju Ibu kok tidak Ada biasanya kalo ayah nyadap pohon karet tas serta plastik ditinggal.
kok ini dibawa semuanya?
apa ada yang membuat orangtuaku pulang tanpa bicara. aku terus saja menduga duga.
Zel.. panggil istriku "ayuk.. tidur? kamu pasti Capek melayani Pembeli Hari ini
__ADS_1
pungkasnya sambil mendekatkan tubuhnya padaku.
Sesaat aku seperti tergoda dengan sikap manja istriku " aku tahu yang istriku inginkan.
Sesudah melakukan hubungan Suami istri iapun terlelap tidur? sedangkan aku
masih berpikir apa sebab orangtuaku pergi.
Ini Kali pertama, hal ini tidak pernah terjadi sebelumnya seburuk apapun Alissa mantan istriku orangtuaku menetap bersamaku.
tetapi ini "akh "sudah aku harus tidur agar besok ada stamina untuk melayani Pembeli soal Ibu Dan ayah aku mau cari tahu nanti gumamku dalam hati.
Akupun memejamkan mataku dan tertidur " Sari membangunkan ku
Zel.. buruan bangun sambil mengoyang goyang kan tanganku.
Akupun bangun dan langsung kekamar Mandi dan Sari sudah selesai menyiapkan menu sarapan.
ia memang pandai membuat suasana hatiku membaik.
pagi ini sari berdandan begitu cantik seperti mau kepesta saja batinku berdialog.
Akh' mungkin aku yang terlalu berprasangka jahat ?tiba diwarung kamipun segera buka warung.
Setelah menyiapkan segala sesuatu,
Sari Istriku sangat cepat dalam mengolah mi dan memotong sayuran.
Benar' saja hari ini Pembeli begitu banyak tetapi istriku dengan senyum ramahnya seakan membius setiap pelanggan terutama kaum Adam.
__ADS_1
Sempat terjadi perdebatan tentang beberapa orang yang mau berswafoto dengan Sari.
Hatiku entah kenapa menjadi cemburu ngeliat istriku dekat bahkan sangat dekat dengan para pelanggan.
sebagai seorang suami tentunya hatiku teramat marah tetapi yang lantas membuat ku semakin emosi sari nampak menikmati kedekatan nya dengan mereka.
sedikitpun tanpa ada rasa risih berdekatan dengan pelanggan nya yang kebanyakan pria.
satu persatu mereka pun pergi "Zel...aku mau ke pasar dulu ya?
tolong layani jika ada pembeli.
ingatlah bahwa pembeli adalah raja pungkasnya seraya tersenyum dan pergi.
Beberapa orang memesan bakso aku segera meracik kedalam mangkuk tetapi aku sempat melihat kearah Sari Istriku.
ia masuk kedalam mobil mewah yang sebelumnya tidak pernah ia lakukan,
siapa sih ?
kok Sari masuk kedalam mobil itu gak mungkin mereka tak janjian dulu baru ketemuan hatiku berbisik.
Aku menjadi uring-uringan karena istriku tidak kunjung datang waktu menujuk pukul 01:00 siang.
Mobil tadi berhenti tepat didepan warung ; Sari pun keluar kali ini dengan menenteng paper bag yang lumayan banyak.
Sari sejenak menatapku : pria itu tadi kenalan ku waktu dihulu ia membelikan ini sebagai tanda terima kasih atas kebaikan orangtuaku dulu padanya.
tandasnya seraya tersenyum padaku,
__ADS_1
oh' begitu timpal ku sambil memasang wajah datar.