Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 44.Mengubur masa lalu.


__ADS_3

Seminggu sudah aku didesa ini, desa ini mulai ada kemajuan beberapa tetangga sudah ada aliran listrik orangtuaku pun demikian.


udara pagi cukup dingin karena embun tebal aku menarik resleiting jaketku kedekat leherku.


suara burung berkicau kicau begitu merdu seakan akan bersemangat menyambut pagi dihari ini


aku bersiul siul pelan.


aku berjalan jalan santai hingga tiba di jembatan kayu ulin air sungai mengalir tenang menuju ke hilir.


Sungguh panorama yang menyejukkan mataku dan hatikupun berkata ternyata hidupku hampa tanpa cinta gumamku kecil.


3 Kali gagal membina rumah tangga membuat ku menyadari satu hal tidak ada pernikahan yang sempurna.


Meski begitu pisah bukan lah pilihan yang harus dipilih justru dengan adanya kerikil itu aku belajar betapa pentingnya mengikutsertakan Tuhan.


mengingat keluarga adalah rencana Tuhan untuk manusia dimana keluarga juga bagian terkecil dari pemerintah menurut pandangan ku.


Tetapi ketidakpuasan sering kali menjadi tolak ukur menilai satu sama lain,tanpa menyadari bahwa dirinya tak lebih baik daripada teman hidupnya.


Aku menghembuskan napas kasar mencoba melonggarkan dada ku yang memikirkan hal itu! "sesak bukan karena asam lambung tetapi karena ditinggalkan istri ku.


Move on istilah sekarang yang ku sematkan didiriku, bagaimana pun sama dengan kegagalan awal dari kesuksesan aku yakin suatu saat kebahagian yang hakiki akan mendatangiku.


Aku membatin.Sungai berbatu airnya begitu menyegarkan akupun memutuskan mandi.

__ADS_1


Mobil mewahku tengah terparkir di pinggir jalan tepat didepan rumahku,


Saat tiba didepan rumah pak?


sapa supir pribadiku.


Sudah lama ucapku seraya tersenyum, boss kemana?Daniel pun bertanya,


perasaan tiba disini tak ada hujan cerocos nya kearahku.


Mandi disungai ujarku dengan muka pura pura marah, kukenakan pakaian kemeja putih dengan celana Jens kain.


dan melangkah menuju kearah dapur saat melewati supir ku ,ia tengah berdiam diri.


pak Herman Ada apa? kok Bapak bilang kalimat itu cecarku? " Gak ada apa apa tuan IA berdalih.


sarapan Pak? imbuh ku mengulang memanggil nya sarapan, sudah Pak sebelum kesini tukasnya.


Mobil ku melaju meninggalkan desaku


perjalanan menempuh waktu 2Jam untuk tiba dikota.


sesekali aku melihat keluar jendela mobil, jalanan pagi ini cukup ramai ada yang mau pergi sekolah dan adapula yang yang mau pergi ketempat pekerjaannya.


Boss.. celetuk Daniel, Apa langsung ke kantor ?iya, kantor saja timpalku seraya membuka laptopku.

__ADS_1


Tiba dikantor langkah ku sejajarkan dengan Daniel, pak pagi seloroh beberapa karyawan wanita kearahku.


Aku tersenyum tipis lalu gegas memasuki lift menuju ruanganku, tepatnya dilantai paling atas.


Lama Gak liat boss makin tampan saja ujar salah seorang karyawan wanita, hal itu tak sengaja kudengar.


Akupun tersenyum bahagia baru Kali ini Ada yang menyanjungku tetapi paling itu cari muka saja gumamku.


setiap karyawan menyapaku "Pak?


selamat pagi ujar dua orang pria tetapi wajah temannya tak asing dimataku


batinku berdesus.


Akh " mungkin itu perasaanku saja kan ada manusia yang bermuka sama meski tak ada hubungan keluarga,lagi dan lagi batinku bermonolong.


Ruanganku nampak tertata rapi,tak ada yang berubah sejak aku memutuskan rehat dari aktivitas kantorku.


Kuhubungi Daniel yang sejak aku masuk kedalam ruanganku ia menghilang, Daniel dimana kamu?


ujarku kesal! " ini sudah didepan ruangan boss ujarnya segera masuk jangan kelayapan cecarku.


Iapun masuk dengan tas kerja ditangannya, Daniel Apa agenda ku Hari ini, imbuh ku datar.


Untuk Hari ini, ada pertemuan dengan pak Jeremy dari perusahaan ansuransi jam 10 :00. ujarnya padaku,terima kasih Daniel tukasku.

__ADS_1


__ADS_2