
Hari ke -3 liburan aku ikut ayah pergi mengambil air aren di tengah hutan, yang sore kemarin sudah ditampung ayah dalam jerigen.
Dengan mengunakan bambu panjang yang dibentuk seperti tangga, dan di atasnya ayah telah membuat pijakan kaki mengunakan kayu.
Kulihat ayah dengan pelan menaiki tangga bambu,tiba diatas ayah membuka penutup jerigen dan melepaskan jerigen dari tangan aren.
Tangan aren adalah sejenis tangkai tempat keluar bunga dan selanjutnya apabila sudah besar disebut buah aren yang biasanya dijadikan kolang-kaling.
Sesudah melepaskan jerigen ayah mengiris tipis bagian tangan aren dan memasang plastik tempat untuk mengalirkan air kemulut jerigen.
Setelah ayah tiba dibawah aku mengambil alih jerigen dan membawanya kerumah bukan hanya satu tempat tadi.
Tetapi juga ada dipinggir jalan juga akupun berhenti dibawah pohon aren dan menunggu ayah mengambil jiregen dari atas pohon aren.
Tiba dirumah ibu sudah menyiapkan api besar dan kuali besar , untuk memasak air aren sebelum dimasukkan kedalam kuali.
Air aren sudah disaring dengan saringan, dengan menggunakan saringan tepung
__ADS_1
dengan api besar maka air aren akan menyusut.
Menjelang siang barulah air aren mulai mengental,akupun membantu mencuci cetakan yang terbuat dari bambu.
Ayahpun terus mengaduk hingga berbentuk lebih kental barulah gula dituangkan ke dalam cetakan bambu tadi.
Ibupun berkata"Zel..asapkan jiregen bekas air aren tadi perintah ibu padaku"? akupun bangun dan memasukan mulut jerigen kedalam bambu yang sudah ada asapnya.
Sudah berair didalam jiregen " selidik ibu kearahku, coba aku periksa dulu Bu" balasku sambil memeriksa jerigen yang aku letakkan di dalam bambu.
Sudah Bu" ucapku "! yang satunya lagi jangan lupa ? peringatan ibu padaku ; akupun memasukkan lagi jiregen yang satunya.
Bu .. wah' seperti nya enak banget ini gumamku pada ibuku" kamu lapar , panggil Ayah mu disamping rumah perintah ibu.
Ayah makan dulu ucapku" ayo' kata ayah padaku? aku dan ayah bersama memasuki rumah serta langsung duduk untuk makan siang.
Sesaat selesai makan pintu diketuk oleh seseorang" pak ada gula merah"? ada, mau berapa ucap ayahku, kalo ada 1 kg jawab nya pada ayah.
__ADS_1
Akupun membantu menimbang gula sampai mencapai berat 1kg, usai menimbang aku segera menyerahkan gula itu pada ibu yang sedang menunggu.
Liburan pun usai.aku bersama ayah dan ibu turun ke pelabuhan, dengan membawa bermacam sayuran.
Sedangkan aku membawa gula merah dipundak ku" berat memang tetapi aku tidak bisa membiarkan orang tua ku memikul beban berat.
Kamipun tiba di pelabuhan dan langsung disebrang kan kekota " untuk menghemat biaya aku dan ayah berjalan menuju pasar malam.
Keringat membasahi tubuh ku " ayah juga seperti ku"?aku membantu ibu membuka alas untuk meletakkan sayur mayur Juga gula merah.
2 jam kemudian hampir semua sayuran terjual tetapi gula merah tak habis terjual
akupun mencoba menjual dengan teriakan.
Gula merah 10.000 ucapku berulang kali hingga beberapa orang menoleh kearah ku,Gula asli Bu..pak ucapku lagi, syukurlah.
Akhirnya Gula merah habis terjual batinku, akupun beserta orang tuaku bersiap untuk pulang kerumah Tante dan om ku.
__ADS_1
Setelah tiba dirumah Om, aku lalu membersihkan wajah dan kakiku dari debu.,dan selanjutnya pamit pada ibu dan ayah kekamar.