
subuh jam 03:00 Alissa membangun ku sayang ujarnya ada apa? tanyaku, perutku Sakit,apa Sakit hatiku berdebar keras tetapi aku mencoba tenang.
Siap sudah kita kerumah bidan ujar ku seraya menyiapkan perlengkapan Alissa dan bayi ku.
tiba dirumah bidan, beberapa jam kemudian Alissa merasakan sakit yang hebat.
bidan membantu proses melahirkan,aba aba yang dikatakan oleh Bu bidan diikuti dengan baik oleh Alissa.
dan lahir lah putra pertama ku yang kuberi nama salomo,
sayang...aku mau kekamar kecil ujar Alissa pelan. disini saja kan kamu pake Pampers saranku.
gak" tolak nya aku tidak bisa disini kamar kecil aja Pintanya seraya menatap wajah ku.
Dengan perlahan kubantu istriku turun dari ranjang, hingga tiba dikamar kecil.
menjelang siang barulah aku dan Alissa pulang ke rumah diantar suami Bu bidan.
ibuku membantu Alissa berjalan kekamarku.
Sayang ujarku seraya menyerahkan bubur berlauk ikan dan sayur bening bayam dimakan ucapku sambil tersenyum padanya.
ia menatapku dan mengambil makanan yang kutaruh didekatnya serta memakan nya, terima kasih ucapnya.
__ADS_1
semuanya habis" gitu dong"? dimakan biar Salomo gak kelaparan ujar ku sambil menatap wajah anakku yang tengah tertidur pulas.
Zel...abis 40 hari aku mau mengunjungi orang tuaku ucapnya.apa kamu siap dengan penolakan ayah mu ucapku sambil menatap kearah nya.
sebenarnya aku takut Zel? tetapi aku rindu orang tua ku ucapnya dengan nada suara parau.
Akupun memeluknya erat " baik lah' ujar ku sembari menepuk nepuk belakang nya.
tangis salomo membuat aku melepaskan pelukan ku dari istriku aku mengendongnya dan menyerahkan Salomo pada istriku.
Rasa lelah membuatku tertidur disamping Alissa. semenjak bayi ku lahir aku kurang tidur.
Alissa mulai bisa mengurus anak kami kalo siang hari dan malam hari aku yang mengurus nya.
akupun mulai bergumam sendiri.
begini lah orangtuaku merawat dan membesarkan ku., sungguh pengorbanan yang tidak bisa dibayar dengan uang.
Sebulan berlalu, Alissa bisa mengurus rumah dan bayiku ia mulai cekatan dalam pekerjaannya sebagai ibu dan istriku.
Hari ini sesudah menutup warung aku dan Alissa sudah siap dengan bayiku menuju tempat kediaman orang tua nya.
Rumah tinggi dan besar itu nampak sepi halaman rumah terlihat banyak daun berserakan.
__ADS_1
Sayang.. seperti nya orang tua mu? tidak ada dirumah ini ucap ku sendu.
tiba-tiba seorang anak kecil lewat cari siapa om?"
pemilik rumah ini kemana"? setahuku kata ibu, pemilik rumah ini dirumah sakit jiwa jawab nya sambil menatap kearah rumah.
Semenjak itu rumah ini seperti ini? dan terkesan angker dan menyeramkan ujarnya sambil bergidik menunjukkan ketakutan.
Sayang...kamu harus bisa berfikir positif dan tenang meskipun sebenarnya cerita anak tadi membuatmu risau.
Saat tengah duduk diwarung tidak jauh dari kediaman orang tua Alissa seseorang nampak membuka pintu pagar dengan pakaian sederhana.
Alissa dan aku bergegas menuju ke arah wanita itu" Bu.. ujar ku wanita itu menatap istriku cukup lama.
Alissa ini benar kamu nak" ucap wanita itu ; sambil memeluk Alissa mereka berdua berpelukan sambil menangis cukup lama.
Mari masuk kedalam rumah perintah yang ternyata ibu mertuaku dandanan nya yang dulu modis berubah jadi sederhana.
Nak" ayahmu dinyatakan gila karena memikirkan kamu ; sebulan sesudah kamu menikah ayahmu mencari keberadaan mu.
tetapi nihil ayahmu menjadi seorang pria yang bicara sendiri sambil tidur tiduran di kamar mu.
ayahmu merutuki diri sendiri hingga dua bulan 4 Bulan lalu sesudah sarapan pagi ibu mendapati ia meminum obat-obatan yang melebihi dosis.
__ADS_1
alhasil ayahmu menjadi kejang kejang " tetapi syukur nyawanya masih bisa tertolong.