Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 38.Berpisah


__ADS_3

Kalo begitu "apa yang sebenarnya Om inginkan ?"restoran ,rumah, atau mobil yang digarasi cecar bubu istriku.


aku tidak inginkan apa yang kamu sebutkan timpalnya dengan senyum yang tak kupahami.


Jangan bertele tela Om jawab bubu sambil berdiri begitu pun aku, baik'lah nampak nya kamu tidak sabar sahut Om damar.


Aku inginkan kamu! " sebab aku merasa suka padamu, tatapnya dengan mata tajam kearah bubu istriku.


Maaf " Om aku sudah menikah tukas bubu pada Om damar. hatiku bagai diporak porandakan saat kudengar Om damar mengatakan menginginkan bubu istriku.


Siang Hari aku dan bubu menikmati minuman ditaman, bubu mengedar kan pandangan nya kesekeliling taman.


Pupu dunia seakan runtuh saat bubu tahu bubu bukan anak kandung mami dan papi


ujarnya padaku.


rasa sakit bubu akupun turut merasakannya "bubu ucapku sambil memegangi tangannya dan menatap lekat kematanya.


Meskipun bubu anak adopsi rasa sayang mami papi tulus layaknya bubu anaknya sendiri imbuh ku masih menatap wajah sayu nya.


Tuan... Nona... itu Ada Om damar dengan orang orang nya.


Ada apa? mereka kesini tukas bubu seraya menatapku.


Om damar sudah tiba ditaman bersama keempat orang anak buahnya.

__ADS_1


tanpa aba aba keempat orang itu berjalan cepat kearahku Dan bubu.


Om damar apa apaan ini? rutuk bubu dengan Nada ketus saat keempat orang tadi menangkap kami.


Ooh..Sania Om kasih hati tetapi kamu memilih jantung, ini akibatnya karena kamu berani melawan Om damar selorohnya dengan wajah tegas dan licik.


Hari ini rumah,restoran,dan Mobil digarasi menjadi milikku, Ha... Ha...ha...


kamu begitu bodoh sania.


Seharusnya kamu pilih Om bukan pria miskin itu, dengan tatapan seperti harimau yang siap memangsa buruannya.


O.. O.. Cinta ujarnya! "lagi.coba kamu pakai otak mu untuk berpikir sania aku memiliki segalanya kamu tidak akan kekurangan uang.


Coletehan Om damar membuat bubu tak bergeming, ia lalu memainkan matanya padaku, sesaat kemudian aku paham maksudnya.


Apa ?Apa.. Om gak salah dengar sania tukas Om damar dengan raut muka meminta kejelasan.


iya" Om, setelah aku pikir pikir Om lah yang aku pilih secara Om banyak cuan nya ujar bubu dengan senyum manisnya.


bubu kamu tega menghianatiku, tetapi apa ini sebuah rencana tersembunyi bubu gumamku.


Tetapi ada syarat yang mau aku kemukakan? sahut bubu lagi.


Apa itu sayang?

__ADS_1


Pungkas Om damar dengan kalimat selembut Sutra.


pupu maafin aku ya..


aku ngelakuin ini karena aku gak mau pupu dicelakai Om damar.


Om Damar musti lepasin Zeldar, IA tidak tahu Apa Apa, Pinta bubu Kali ini Baru Akupun tahu ia inginkan aku dilepaskan dari Om Damar.


OK" Kalo itu mau kamu sayang, kamu begitu pintar bernegosiasi imbuh Om damar tersenyum puas.


Kedua orang tadi sudah melepaskan tanganku,sekarang juga kamu pergi dari rumah ini tukasnya kepadaku diselingi bentakkan keras.


Aku menatap wajah bubu untuk yang terakhir kalinya "terdapat kesedihan mendalam dimatanya.


Sania sayang tak elok rasanya kalo kamu tak bicara sepatah kata pada suamimu, mungkin kata perpisahan? "


Kuberi waktu 5 menit saja! "pungkas Om Damar pada sania. Bubu pun berkata " jika kita ditakdirkan untuk bersama maka kita akan kembali bersama.


ucapan bubu bagai air yang menyejukkan hatiku,bagaimana tidak baru sebulan menikah harus dipisahkan orang tak berperasaan.


sekarang juga kamu enyah dari hadapanku tutur om damar dengan nada tinggi kearahku.


Akupun dengan langkah santai berjalan menuju kepintu keluar seraya mataku memandang kearah bubu istriku.


Airmata bubu kulihat keluar tetapi lekas dihapusnya,cobaan apa lagi ini runtuk ku

__ADS_1


dalam hati.


Baru saja mengecap bahagia tiba tiba sakit lagi kurasakan seolah aku hidup dan membina rumah tangga hanya untuk ditinggalkan.


__ADS_2