Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 42.Indahnya hidup dengan berbagi.


__ADS_3

Sore ini supir pribadiku membawaku kekampung sebelah " tak lupa aku membawa bantuan sembako juga dengan truk.


Daniel pun tersenyum tipis kearahku?


Akupun menatap heran dengan senyum yang kulihat dari bibir Daniel assisten ku.


Ada Apa kamu senyum senyum tanyaku menyelidiknya, ia boss hebat berani menyumbang sebanyak ini tukasnya sembari menatap kearah tas hitam berisi uang.


Apa gak takut jatuh miskin ledek nya padaku?


jawabku padanya untuk Apa kekayaan berlimpah tetapi gak bisa dibawa mati


tantang ku.


Yang kita bawa mati tak lain adalah perbuatan kasih dalam perbuatan ucapku berusaha mengingatkan.


Ooh begitu kah?


bosku emang hebat tampan rupawan ada nilai plus lagi seloroh nya?


Plus nya apa?


selidik ku, Darmawan lagi ujarnya seraya menepuk nepuk pundakku.


Kamu bisa saja mengurauiku ucapku sembari tersenyum tipis, aku begini karena Daniel ia memberi ku pengaruh besar didiriku.


Pantes ibu pendeta pernah berkata " pergaulan yang buruk merusakkkan kelakuan yang baik.

__ADS_1


jadi aku bener bersahabat dengan Daniel ia membuat aku jadi pribadi yang mau berbagi.


Setelah 15 menit ,kamipun Tiba di lokasi kebakaran, mataku mengembun melihat puing puing bekas kebakaran teringat dengan rumahku yang terbakar.


Akupun lalu menemui Bapak Bapak dan ibu ibu yang menemuiku dirumah siang tadi.


ini Bu Ada sembako semoga bermanfaat ujarku dengan senyum lebar Dan tulus apa adanya.


anak anak dengan senyum dan tawa bahagia berebutan mengambil mainan yang sengaja aku siapkan.


Ucapan terima kasih dan pujian mengalir dari mulut warga setempat yang bermukim tak seberapa jauh dari lokasi kebakaran.


Sama sama Bu timpalku seraya mengendong seorang anak laki laki berumur 5tahunan.


Adek mau apa?


Kakak pasti gak bisa kasih ucapnya seakan akan mencobaiku, mainan serta bahan bangunan kakak bisa beli.


kamu mau apa coba tukasku sambil mengusap kasar rambutnya.


sebenarnya aku ragu dengan perkataanku sendiri.


Aku mau kakak jadi ayahku? hatiku kaget dengan perkataan nya yang baru saja aku dengar.


tukan kakak Gak bisa!"


ujarnya dengan wajah lesu dan meminta turun dari gendonganku.

__ADS_1


Iapun berjalan menjauh dariku dan pergi berkumpul dengan teman teman sebayanya.


Adek siapa bilang kakak gak bisa ujarku sembari berjalan mendekati nya, sontak ia membalikkan badan nya dan melangkah setengah berlari kearahku.


Apa kakak serius dan gak bohong ujarnya memastikan pendengarannya.


iya" kakak jadi ayah mu, OK ! ujarku seraya memeluk tubuh kurusnya.


Salomo Apa yang kamu perbuat suara lantang lagi ketus kudengar ditelingaku, mataku menangkap sosok Alissa mantan istriku.


Salomo mulutku bergumam lirih, ini Apa anakku aku membatin. maaf.. pak?


anakku gak sopan main peluk peluk Bapak imbuh Alissa.


IA berpura pura tidak mengenaliku, Alissa Apa ini anak kita ujarku dengan rasa penasaran hingga keubun ubun.


Maaf.. pak ini anak kakak saya ucapan nya terlihat waspada,oh..Maaf?


Alyssa ternyata aku salah duga ujarku dengan raut muka kecewa.


Pak Zeldar segera kita harus menghadiri rapat dewan dikantor tutur Daniel kearahku.


Akupun pamit kepada ketua RT setempat dan masyarakat setempat dan langsung melangkah cepat kearah mobil yang terparkir dibahu jalan.


Hatiku terasa sakit mengingat pembicaraan dengan mantan istriku tadi, boss Apa kita tunda saja rapat Hari ini ujar Daniel.


Tidak, kita harus bisa mengendalikan diri dengan situasi seperti ini?

__ADS_1


ujarku jadi kita segera pergi kekantor ujarku pada Daniel.


__ADS_2