Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 36.mencari kebenaran.


__ADS_3

Paginya perutku berbunyi, mengingat kejadian semalam aku perlu makanan pengganti energi yang hilang.


Tuan Zel.. pagi?


sapa seorang pembantu yang masih muda.


Iya" pagi ? balasku. sarapan pagi apa sudah ada ujar ku dengan penuh semangat ?


maaf..Tuan ini baru' meracik bumbu untuk nasi goreng.


Seloroh nya padaku" Oh' ya ? Gak apalah,


biar aku tunggu ; mbak bolehkah aku tanya tanya lanjut ku lagi.


Mbaknya udah lama kerja dirumah ini ?


baru dua tahun tuan balasnya sambil tersenyum padaku.


Kalo bibi Tutik sudah 30 tahun bekerja disini, Oh' gitu timpalku tersenyum.


Zel kamu ngapain didapur tanya Sania isteri ku muncul tiba-tiba.


Ini perutku tak mau diajak kompromi maunya cepatan diisi ujar ku sambil berdiri menyandarkan kepala ku dipundak nya.


Zel.. malu akh' didepan pembantu ku


jangan begini caranya, lantas aku harus Gimana keluhku.


Udah matang ni nasi goreng nya? bibi jadi


ngiri ngeliat non dan tuan.


ujar bibi Tutik disela sela obrolan aku dan Sania istriku.


Aku dilayani oleh Sania ' begitu melihat nasi penuh piring aku sontak terkejut melihat kearah nya.


Ini biar kamu lebih bertenaga ujarnya tersenyum kecil padaku.


nanti ya" kamu ?


aku akan buat kamu ketagihan batinku.


Selesai sarapan pagi " kita Ganti panggilan,aku panggil kamu bubu dan kamu manggil aku pupu, Gimana? ujar ku padanya.


Akh' kamu kayak di film aja seloroh Sania istriku ' kamu gak suka ? tanyaku,

__ADS_1


asalkan sama kamu aku mau dipanggil bubu.


Balasnya sambil mengaruk kepalanya


dan bermanja-manja didada ku.aku


rasa bahagia bersama dengan Sania.


Wah' kamu romantis Juga ternyata gumamku seraya menatap kemanik matanya.


masak sich?


emang begitu romantis lanjut nya.


kurang tahu sich balasku cengengesan padanya.


Zel...kita cari tahu dimana notaris yang membuat surat yang ada pada Om Damar


Gimana?


tanya Sania.


Coba ku ingat ingat dulu,


Danu cahyono.


padaku.


itu kan orang kepercayaan papi setiap ada masalah Papi selalu berhubungan dengan Danu cahyono.


Apa mungkin Om Damar punya andil atas kecelakaan Papi desusku seolah tak percaya.


Zel kamu kok diem diem aja !


akh' tidak ada balasku.


Gini aja bubu.


kita bayar orang untuk mengintai rumah kediaman Om Damar serta kediaman Danu cahyono.


Ide bagus tuh' jawab bubu tersenyum manis padaku.


kalo perlu kita jebloskan ke bui mereka yang terlibat kecelakaan Papi desusku dalam hati.


kebetulan Papi punya kaitan dengan Geng yang bisa mencari informasi terkait apapun.

__ADS_1


oh' ya' bisa digunakan sebagai alat bantu kita tetapi aku gak tahu Geng tersebut masih ada atau tidak sahut Sania.


Kita kerumah Geng tersebut " ayo' bubu ujar ku, mobil pun meninggalkan rumah mewah bubu istriku.


Tiba disana seseorang dengan wajah sangar menyapa kami berdua.


hei... kalian mau apa kemari ?


ujarnya dengan kata-kata ketus.


Saya Sania anak pak Hadi Prabowo


iapun membalas perkataan ku


ma..ma...af non Sania


sesalnya.


Tidak apa.bisa saya bertemu dengan pak Hendra ?


silahkan masuk kedalam.


tukasnya pada Sania.


Didalam rumah ada beberapa orang penjaga berpakaian serba hitam dengan kalung berlogo burung merpati.


Mataku tertuju pada sebuah kalung yang dipakai mereka semua sangat persis dengan kalung yang papi berikan pada ku.


Bapak sangat sedih dengan kepergian Papimu tukas nya pada Sania.


terima kasih pak sahut Sania seraya menatap kearah wajah nya.


Pak ini ada uang, Saya minta bapak mencari tahu surat yang ada ditangan Om Damar itu asli atau palsu.


jika bapak berhasil membuktikan kebenarannya saya akan memberikan uang dua kali lipat.


Ini tidak sepadan dengan risiko yang anak buah saya tanggung jawabnya membuat aku dan bubu terperanjat.


apa tidak sepadan Gimana? ucap bubu,


Gini Sania Om mu adalah seorang pria yang luar biasa jahat.


ia bisa saja menewaskan anak buahku dengan caranya yang tidak terlacak oleh aparat hukum.


ia punya ilmu hitam ujarnya sambil menatap kearah ku dan Sania

__ADS_1


sungguh hatiku tak percaya mendengar penuturan pak Hendra.


__ADS_2