Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 25. Teror


__ADS_3

seminggu setelah hari pernikahan ku seperti biasa aku membuka warung bakso ku.


Dan Sari tidak datang kewarung karena sakit perut ; akupun meminta nya untuk beristirahat saja dirumah.


Sibuk, itu pasti istriku tidak bisa membantu ku.


saat melayani pembeli seorang pria berkata" mas kok warung nya ada tikus mati bau busuknya bikin aku gak berselera makan.


iih.. joroknya kok gak dibuang timpal seorang wanita muda seraya menatap wajah ku.


Pantesan aja sepi penjual nya tidak jaga kebersihan sih perempuan lain ikut berkomentar pedas'.


Cibiran demi cibiran setiap orang sungguh membuat hati ku marah


tetapi aku menanggapi ulasan mereka dengan sabar.


maaf" sebelum buka warung semuanya saya sapu dan tidak ada bangkai tikus mati selorohku sembari menatap kearah semua orang.


Oh" ya? sambut si pria yang melihat bangkai tikus ; bisa saja kan itu pertanda kalo warung ini adonan bakso atau sayuran tidak dicuci bersih.


Alaaa...gak usah sok membela diri ' kita disini gak jadi beli " ujar si pria yang membuat onar.


kalo begitu tukasnya aku gratis saja " sahut wanita muda dan teman nya.


akupun diam tanpa bicara ; sambil bergumam lirih : Tuhan tunjukkan kasih Mu kepada hamba mu ini.

__ADS_1


Kok bisa ada tikus mati selorohku sembari memasukkan bangkai tikus kedalam plastik hitam.


pria itu" seperti mantan suami Sari ! pikiran ku tertuju kepada topi yang dikenakan pria itu.


Tetapi aku tidak bisa menuduh orang itu tanpa ada bukti batinku berdialog.


Hari ini warung ku betul betul sepi pembeli " hingga malam barulah ada beberapa orang pembeli.


Tiba di rumah Ayah telah ada didepan pintu" Zel..apa warung mu sepi"? pertanyaan ayah membuat ku terkejut.


darimana tahu soal itu" istrimu bercerita pada ibumu"? apa sari tahu darimana " ucapku binggung dan tak mengerti.


Akupun masuk kedalam rumah ; didalam sari Tengah memijat mijat kaki ibuku.


ku urungkan niat ku bertanya soal warung yang sepi" dari mana ia tahu ;


Aaaku tahu dari? ucapan nya berjeda.dari tetangga kita ; ucapnya cepat.siapa ? tetangga yang kamu maksudkan selidik ku menatapnya tajam.


mas aku capek besok saja kita ngobrol sahut istriku sambil ia membaringkan tubuhnya.


Akupun berujar" baik'lah meski hatiku dongkol tanyaku tak jawab oleh nya.


Pagi pun tiba aku gegas mandi dan pergi kepasar.mas aku ikut boleh? tanya sari padaku.


kamu sudah sehat ? ujar ku sambil menatap pada nya. sudah 'jawabnya ? kalo aku belum sehat aku tidak akan mau ikut dengan mu " jawab Sari Istriku.

__ADS_1


Iya" iya kamu bisa ikut sambut ku padanya' ia lalu naik dan duduk


dibelakang ku.


Tiba diwarung terdapat sebuah kotak putih aku dan Sari saling bertatapan mata.


Sari memegang tanganku dan berkata' hati hati takut nya ada bom.


Akh' jangan becanda dalam situasi seperti ini Tegurku.


akupun membuka kotak putih dan begitu terkejut nya aku melihat boneka tanpa kepala.


Dan terdapat kertas kecil yang bertulisan" jauhi sari atau nasibmu seperti boneka ini"


Sari diam terpaku " lain halnya aku ?


akupun berniat untuk membuang kotak putih itu.


tetapi sari berkata" jangan dibuang dulu ; kenapa"? cetusku sambil menatap kearah nya.


aku mau tanyain tanteku apa ia tahu siapa pengirim teror Boneka ini tukasnya padaku.


Ingat ya" jangan berfikir untuk membalas, pembalasan itu hak nya Tuhan Tegurku sambil tersenyum padanya.


Warung bakso aku buka" sari nampak mengelap meja ? mas...dimana tempat tikus mati ditemukan ;

__ADS_1


tuh..didekat dinding tepatnya di belakang pintu seloroh ku Sari nampak berpikir ' akupun berdiri di dekat nya.


Sudah, lupakan saja kita serahkan semua pada Tuhan ? tak ingin soal itu menjadi panjang dan menjadi pikiran ku gumamku dalam hati.


__ADS_2