
Sebulan kemudian akupun kian dekat bersama Sari " ia selalu ada bersama ku siap sedia membantu ku.
Meski begitu aku sedikit tak percaya bisa sedekat ini sama Sari perlahan tetapi pasti aku bisa ngelupain Alissa mantan Istriku.
Gimana udah pesan baju adatnya seloroh Sari padaku"?
ya ampun ucapku aku lupa keluhku sambil menatap wajah Sari.
Gak apa" sekarang kita kesana ucapnya terlihat memaklumi kelalaian ku. Kita tutup aja warung bakso nya ucapnya lagi.
Usai mencoba coba baju pengantin khas Dayak akupun berujar" Sari gimana ganteng tidak?
Sari tersenyum manis dan menyahut ucapan ku" ya ganteng dan keren seraya tersenyum padaku.
hari pernikahan ku pun tiba meski sederhana dan tak mengundang banyak orang.
Tetapi hari ini prakiraan ku salah yang datang ternyata melebihi apa yang ada dibenak ku.
Wajah cemasku terlihat jelas, sari memegang tanganku dan berkata" tenang saja semuanya pasti cukup.
Bukankah kita sudah mengikuti sertakan Tuhan tadi ujarnya berusaha menenangkan hati ku.
Akupun mengaminkan ucapannya barusan " sungguh istriku wanita yang selalu bisa membuat ku kagum akan pribadi nya,aku membatin.
Tiba-tiba seorang pria muda yang tidak kukenal datang didepan rumah berteriak teriak.
Sari..Sari... serunya kamu tega
tega ucapnya sambil menghambur kan kursi kursi.
__ADS_1
Alhasil kursi kursi jadi berantakan " ayahku dan tante mendatangi si pemuda itu.
Simon apa yang kamu inginkan ?
kamu katanya tidak mau pada Sari dan mengembalikan dia padaku.
Apa arti nya"? ini semua bentak Tante Sari nyaring.
Tante aku ingin Sari kembali padaku ujar nya pelan " baik lah?
sebaiknya kamu tanya pada sari sendiri tukas Tante.
Sari aku minta maaf atas perbuatan ku ucapnya dengan wajah menyesal.
Beri aku kesempatan sekali ini saja' ujarnya seraya memelas disertai airmata dan berlutut dihadapan sari.
Sari sejenak menatapku " tidak " Simon aku lelah dengan mu" aku kerja dan kamu seenaknya selingkuh dan berjudi.
betul kamu begitu Simon?
gertak Tante Sari ;
Tante..Sari mengada Ngada saja ucapnya dengan wajah sedikit ketus.
mana mungkin pria tampan seperti ku seperti itu.
Kamu sangat pintar berdalih Simon " dan tidak pernah menghargai ku sebagai istrimu ucap Sari setelah tadi berdiam diri.
Saripun berjalan sambil memegang tanganku membawaku masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Syukur tamu tamu undangan sudah pulang jadi hanya orangtuaku dan keluarga inti Tante yang mendengar penuturan mantan suami Sari.
Malam harinya aku dan Sari kerumahku tepatnya rumah kontrakan ku.
Tabunganku belum cukup untuk membangun rumah sendiri " mari makan sari memanggil ku.
Iya" ucapku malu malu.ia bergumam pelan ? wajah mu lucu kalo malu cibirnya kearah ku.
Masak sich? tukasku mencoba tenang dari kegugupan ku.
usai mengisi perut yang meminta makanan aku lekas berbaring ditempat tidur ku.
Sari sejenak menatapku" terus berbaring disebelah kiri ku? akupun diam begitu juga Sari.
Sejenak aku terlelap dalam tidur " aku baru sadar saat tangan ku mengenai wajah Sari Istriku.
Kutatap wajah Sari Istriku tanpa kusadari ia menatapku juga; apa kamu tidak bisa tidur juga"? tanyaku penasaran.
Iya" aku merasa sangat dingin malam ini" ujarnya sambil menatapku intens.
iapun mendekatkan dirinya kepada ku.
Malam berganti pagi " aku bersiap untuk pergi kepasar membeli kebutuhan untuk berjualan.
Iya" dari berjualan bakso lah aku hidup dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ku serta orang tua ku.
Meski tidak serame waktu ibu Rani yang berjualan tetapi paling tidak ada yang membeli bakso diwarung ku.
Aku bersyukur karena Selalu ada jalan keluar dari Tuhan untuk ku " suatu perintah dari Tuhan yang menjadi pegangan ku.
__ADS_1
segala sesuatu yang ditemukan tangan mu untuk dikerjakan " kerjakanlah sekuat tenaga seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.