
Minggu pagi sesudah mencuci pakaian dan membuat sarapan pagi aku bersiap untuk pergi ke tempat ibadah.
kukendarai motor ku dengan kecepatan sedang. ibadah hari ini cukup rame " aku duduk mengikuti ibadah dengan khidmat.
Satu jam berlalu ibadah pun selesai ,
untuk mempersingkat waktu aku melajukan motorku lebih cepat.
10 menit kemudian aku tiba dirumah kediaman ku, didepan rumah tampak orang tuaku sedang menunggu.
Ayah sudah lama dirumah?
ucapku sumringah menyambut kedatangan orang tua ku.
baru saja sahut ayahku.
ini ibumu kangen katanya sama kamu?
makanya ayah dan ibu mu, kesini ujar ayah ku sambil melihat ke arah ibuku.
Aku pun membuka pintu rumah ku ;
dan aku menuntun ibuku kedalam rumah ku.
ayah dan ibu makan panggil ku pada orang tuaku.Jujur hatiku sungguh sangat senang orangtuaku mau datang kerumahku.
Mana Sari istrimu?
pertanyaan yang diajukan oleh ibuku membuat ku terkejut.
itu Bu Sari pulang kerumah Tante nya ,
oh ya" oh'pantesan gak ada sambut ibuku.
ibu dan ayah tidak mau kamu berpisah dengan istrimu, karena itu membuat hati ayah dan ibu mu sedih.
__ADS_1
Ucapan ayahku begitu menyedihkan bagiku, nasibku sungguh malang rutuk ku dalam hati sembari terdiam tanpa bicara.
ayo' makan panggil ibu padaku dan ayahku ,Ingat ya " biar kita diam diam saja.
nasihat ayahku" ibumu sudah setahun belakangan ini tidak sehat biar masalah rumah tangga mu tidak menambah beban pikiran ibumu.
Akupun mengangguk tanda mengerti.
ayo' kita duduk disitu tukas ayahku
sambil melihat kearah ibuku yang sedang makan.
Iya' ibuku keliatan pucat dan lemah akupun tahu itu faktor penyebab usia ibuku yang sudah lanjut usia.
HP ku berdering ' pesan Wa dari Sania Bosku :
Zel..aku jemput kamu soalnya orang tuaku ingin bertemu dengan mu.
semenjak kejadian aku menyerempet motor orang aku menjadi trauma, ku urungkan niat ku untuk menjadi supir pribadi Sania.
Dua kali gagal membina rumah tangga
menyisakan trauma juga dihatiku seperti halnya trauma latihan menyetir mobil.
Belakangan ini aku ingin menghindari Sania jangan tanya mengapa sebabnya ; tentu saja aku takut.takut gagal ketiga kalinya membina rumah tangga.
Sania Gadis kaya mau menikah dengan seorang pria seperti ku?
akh' Tuhan tolonglah aku andaikata itu
cuma gurauan semata tidak serius aku membatin.
Tentu saja ini membuat ku pusing.
teeet...teeet...teeet
__ADS_1
klakson mobil didepan rumah ku
mengejutkan ku.
Aku bergegas menuju ke arah pintu depan, saat pintu terbuka mobil Sania nampak sudah terparkir di depan rumahku.
Sania nampak berdiri dengan senyum yang manis sejenak hatiku menghangat melihat kearah wajah cantiknya.
Ayo buruan tegas Sania Bosku sembari tersenyum manis padaku, maaf..
seperti nya aku gak enak badan.
Jadi ditunda aja ya"..
ketemuan sama orang tuamu.
Desusku seraya menatap wajah Sania Bosku.
Kamu tega banget sama aku sungutnya
padaku , wajah nya yang mulanya cerah jadi meredup.
Sania... ayo lah" ngertiin aku untuk kali ini
saja" ucapku sambil memelas dan wajah yang lesu.
Gak" Zel jika kamu tidak mau maka aku akan tetap disini hingga kamu mau ikut aku menemui orang tua ku.
Tegasnya padaku.
ya ampun ! Sania benar benar maksain aku keluhku dengan tatapan sayu kearah nya.
setelah berpikir lama. kemudian aku mulai merasa bersalah pada Sania Bosku baik " ayo'kita kerumah orang tua mu tukasku.
Benar kah" ujarnya dengan wajah senang iya' ayo' buruan sebelum aku berubah pikiran ujar ku sedikit bergurau.
__ADS_1