Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 39.Menjadi konglomerat


__ADS_3

Saat tengah terus berpikir, seorang kakek tiba tiba terjatuh ditepi jalan tepatnya disebelah motorku.


Gegas ku hentikan motorku dan ku hampiri sang kakek yang terjatuh dan berujar "


kek..apa kakek sakit


imbuhku dengan rasa iba.


Nak siapa namamu? tukas kakek padaku aku Zeldar kek..ada yang bisa aku Bantu kek ?ucapku.


Tolong belikan kakek nasi bungkus dan air minum ucap kakek dengan suara parau.


Mari kek " kita kewarung saja, itu ada warung ucapku seraya membantu kakek berdiri.warung berada tidak jauh dari tempat sang kakek terjatuh.


Sang kakek memakan makanan nya dengan lahap sekali, aku jadi ngiler ngeliat nya.


tapi Apa dayaku uang dikantong hanya Rp.50.000 mau gak mau aku berhemat


lagipula aku malu harus pulang ketempat saudaraku.


Nak "..yah kek?" pungkasku cepat, kakek


udah kenyang, ma kasih ya?

__ADS_1


kalo gak Ada nak" Zeldar pasti kakek


udah mati karena lapar imbuh nya dengan berurai air mata.


Kek " jangan bicara begitu, bisa saja Tuhan mengirim seseorang buat kasih kakek makanan ucapku sungguh sungguh.


Sebuah mobil berhenti tepat didepan warung,seorang pria berjas hitam keluar dari mobil setelah pintu mobil dibuka oleh supir.


Pria itu memakai jas senada dengan bawahannya, Persis seperti pengacara yang pernah kulihat di TV sungguh keren gumamku.


Pak Joyo maaf saya terlambat ucapnya sembari menyerahkan tas hitam pada kakek didepanku ini.


Tidak Apa, Daniel?


semuanya sudah kau siapkan? tutur kakek pada pria berjas hitam, sudah pak?" timpal nya cepat.


Nak "..Zeldar sebelum nya kakek mohon maaf karena sudah merepotkanmu, sebenarnya kakek adalah joyo diningrat konglomerat dikota ini.


Aku terdiam mencoba menyimak tiap kata apa yang dikatakan kakek yang baru aku tolong ini sungguh tak percaya rasanya.


tetapi tidak ada gurauan didalam perkataannya justru kesungguhan yang kakek perlihatkan.


Zeldar..ucap kakek? "yah kek jawabku.ini terimalah? tukas kakek sambil menyerahkan sebuah map dengan senyum di bibir nya.

__ADS_1


Apa ini? kek, tanyaku tak mengerti !"


buka dan baca isinya perintahnya !"dengan senyum tulus dan apa adanya.


Dengan ragu ragu kubuka dan kulihat isi didalam map itu dan hatiku menjadi senang sekaligus tak percaya jika aku menjadi ahli waris harta kekayaan kakek.


kakek aku tidak pantes mendapatkan ini semua tolakku seraya menyerahkan map berwarna kuning didepan kakek.


Ini murni niat kakek " kakek berharap kamu jangan menolak nya?jujur saja kakek terharu dengan perbuatanmu yang membelikan kakek makanan barusan.


Akh "itu karena Tuhan yang membuat aku berbelas kasihan pada kakek tukasku dengan mengaruk kepala meski tidak gatal.


Oleh sebab itu "terima saja ini anggap saja ini tanda terima kasih kakek padamu lagipula wajah mu menyiratkan kamu kekurangan uang ujarnya dengan raut muka mengodaku.


Masak sich kek "tanyaku menatap tak berkedip, iya sangat terlihat ucapnya dengan senyum lebar.


Jadi malu aku kek? "tebak kan kakek benar, di dompet ku hanya ada uang Rp.50.000 tukasku menunduk kepala.


Mari sekarang ikut kakek kerumah ucapnya dengan tegas.akupun diam tanpa tahu harus bilang apa !" saat melihat ku diam.


kakek mengulangi perkataan nya.ayo..ikut kakek, apa yang tengah kamu pikirkan? ucap kakek lagi padaku.


Maaf " kek?apa aku harus ikut bersama kakek sedangkan di rumah orangtuaku tengah berjuang mencari Batu putih yaitu beras ucapku dengan pelan.

__ADS_1


Oh itu ' kamu tenang saja "kan didalam surat itu tadi kamu pemilik semua kekayaan kakek, kamu bisa pakai untuk membeli beras berikut Gudang nya juga.


ucap kakek dengan tertawa "!apa kakek menertawai ku batinku tetapi ucapan kakek benar dan tak salah dengan kekayaan ini aku bisa beli gudang beras ucapku dengan senyum bahagia.


__ADS_2