Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 40.pemimpin perusahaan.


__ADS_3

Mobil kakek memasuki kawasan elite dimana semua rumah nampak bak istana dengan tiang rumah besar dan pagar tinggi.


Mataku terkagum memandang kearah setiap rumah yang berderet rapi serta megah sungguh pemandangan yang menyenangkan bagiku.


Mobil memasuki halaman rumah yang luas " dan berhenti tepat didepan rumah tetapi rumah ini berbeda dari rumah yang kulihat disepanjang jalan tadi.


Ini benar benar megah dan bagus gumamku,ayo..masuk ucapan kakek mengangetkan ku.


Seorang pembantu menyapa kakek selamat sore pak ucap nya dengan ramah dan penuh hormat.


Iapun mundur beberapa langkah hingga aku dan kakek memasuki rumah ruang tamu nampak luas dan perabotan pun unik dan modern.


Kakek pun berkata " Rumah ini segera akan menjadi hakmu dan besok kakek akan mengajak kamu keperusahaan.


Sudah sore kakek pamit pulang tukasnya seraya tersenyum,tetapi kek "aku tidak biasa tinggal dirumah sebesar ini ujarku dengan sopan.


Bu Lisha...datang dan membawakan minuman dan roti basah,pak diminum dulu ujar nya pada kakek."iya " baik'lah sahut kakek.


Bu Lisha ini Zeldar ia cucu ku kau harus menghormati nya dan menuruti perintahnya karena Zeldar akan menjadi tuan muda dirumah ini kakek menjelaskan.


Bu Lisha Pun menatapku dengan sumringah, Zeldar Bu Lisha akan membantu mu jika suatu saat Bu Lisha melakukan kesalahan tegur saja ucap kakek.


Iya"kek Terima kasih untuk kebaikan kakek padaku ucapku dengan tulus.


kakek menepuk nepuk pundakku dan berkata "ini berkat perbuatanmu sendiri Zeldar.


Tetap saja aku berterima kasih ucapku pada kakek " kakek pamit dulu ujarnya akupun mengantarkan kakek hingga kepintu.

__ADS_1


Aku kembali masuk ke rumah ini dengan hati tak menentu disisi lain aku senang disisi


lainnya aku merasa kesepian.


Tuan muda.. Mari saya tunjukan kamar tuan muda imbuh Bu Lisha,aku mengikuti langkah nya menuju Lantai 2.


Ia lalu membuka pintu, beristirahat lah semuanya sudah disiapkan kakek untuk tuan muda ucapnya padaku.


kamar dengan tempat tidur yang empuk seumur umur baru saat ini aku rasakan berbaring tempat tidur seperti ini gumamku.


Setelah membersihkan diri aku begitu terkejut saat memasuki ruangan lain ada tempat seperti etalase dari jam tangan hingga sepatu bermerk.


Dilemari lainnya ada berbagai jenis jacket yang aku perkirakan pasti Mahal belum lagi celana dan baju yang tak kutahu lagi bentuk dan model nya asing bagiku.


Setelah sekian lama melihat lihat koleksi pakaian dari pakaian rumah hingga pakaian keacara formal.


Gagah batinku memuji diri, saat tengah merapikan Rambut panggilan Bu Lisha mengejutkanku.


Tuan makan malam sudah siap kelakar nya, iya" Bu ucapku.


aku gegas turun menuruni tangga demi tangga menuju kedapur.


Diatas meja sungguh mataku terkesiap melihat hidangan didepanku, ada ayam bumbu tepung juga sayur yang tak pernah sebelumnya ku makan.


Bu Lisha Ayo.. makan ujarku sambil mengambil nasi berikut sayur dan ayam,


aku menatap kearah Bu Lisha.

__ADS_1


Ada apa? Bu.. kok Gak makan tukasku dengan tatapan heran.


Makan saja tuan " saya nanti setelah tuan selesai makan jelasnya padaku, tuan muda ujarnya


iya" Bu Lisha, Ada Apa? selidik ku seraya menatap padanya, jika tuan butuh apapun bilang sama ibu ya..?ujarnya saat aku tengah menonton TV.


Oh ya" Bu.. Terima kasih sebelumnya ujarku lagi,ku lanjut menonton TV.


Matahari pagi ini seperti malu malu menampakan sinarnya, sebuah mobil memasuki halaman rumahku.


pukul 09:00 tepat Bu Lisha membukakan pintu seorang pria bernama Daniel yang ternyata datang.


Ia tersenyum dan berkata " pak joyo telah menunggu anda dikantor perusahaannya,


iapun membantuku merapikan pakaianku khas orang kantoran.


Untung saja 'aku sudah bersiap siap kalau tak pasti aku akan dipandang oleh orang kepercayaan kakek tak layak jadi cucu angkat kakek batinku.


Setiba dikantor perusahaan aku takjub dengan ritual penyambutan kakek. hatikupun bertanya ada apa ini ?


Semua orang Nampak menatap kearah kedatanganku, aku bagai seorang boss besar saja gumamku dengan seulas senyum.


Kakek pun berkata" Hari ini adalah Hari yang bersejarah bagi saya karena saya akan menyerahkan kepemimpinan perusahaan pada pria muda disamping saya ini ujar kakek dengan perkataan yang mengejutkanku.


Apa, Apa ini mimpi ucapku didalam hati pria muda ini adalah pemimpin perusahaan yang baru ucap kakek dengan lantang.


Tepuk tangan riuh kudengar, ucapan Demi ucapan selamat ditutur kan padaku, akupun mengucapkan terima kasih kepada orang orang yang berjas ini.

__ADS_1


__ADS_2