Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 41.pertemuan tak terduga.


__ADS_3

Setahun pun berlalu


Saat ini aku telah selesai dengan pekerjaanku menandatangani beberapa berkas yang diletakkan Daniel dimeja kerjaku.


iya"sejak pertama aku dijadikan CEO oleh kakek ia diminta kakek menjadi tangan kananku.


Ia cerdas dan sangat bisa diandalkan ,sudah 2 bulan ini Daniel tinggal dirumah besarku, bukan tanpa alasan ku minta ia tinggal bersamaku.


Tetapi lebih karena rasa peduli dan balas budi tepatnya sebab ia membuatku menjadi seorang CEO yang hebat dan disegani oleh karyawanku.


Entah kenapa?


Daniel mengajak ku makan direstoran siang ini, Akupun sungkan menolaknya sebab ini untuk memprigati setahun persahabatan kami.


Aneh memang menurutku tetapi ia memohon agar aku mau makan siang bersamanya.


Zel.. mau makan Apa?tukas Daniel


saatku telah duduk dikursi,iapun memberikan buku menu kearahku.


Mataku tertuju pada menu Ayam bakar dan menu rendang sapi dan Daniel memesan menu yang sama sepertiku.


Daniel pria muda berusia 25 tahun Sarjana Muda dengan wajah tampan dan bertubuh tinggi.


Ia tersenyum dengan raut muka yang aneh bagiku, ia seperti menyimpan rahasia atau menginginkan sesuatu dariku.


Daniel ucapku Ada yang mau kamu omongin tukasku membuka suara karena sejak memesan menu ia diam tanpa bicara.


Iapun berkata " Zel... aku butuh uang urainya akhirnya, berapa ? ucapku cepat.

__ADS_1


ia pun menunduk diam.


Daniel kita sudah seperti saudara.katakan


tegasku seraya menatap kearahnya.aku butuh uang Rp. 300 juta ucapnya padaku.


Uang itu mau aku sumbangkan ke orang yang membutuhkan lanjut nya lagi, hatiku terharu dengan niat Daniel menolong sesama.


Saat hendak beranjak pergi,


Akupun bertabrak kan dengan seorang wanita.


maaf ucapnya aku gegas membantu nya berdiri karena ia tadi terduduk dilantai Alissa kamu?


Ngapain bawa gorengan, kamu jualan tukasku dengan tatapan menyelidik padanya.


Aku pun mengeluarkan uang dari dompet ku sebanyak 20 lembar uang merah, ia menatapku dan berkata "tidak, terima kasih ucapnya sambil nyolonong pergi.


Didalam mobil ingatanku melayang pada kenangan saat aku bersama Alissa itu semua bagai kaset CD yang diputar ulang.


Zel.. Apa yang kamu pikirkan? ujar Daniel.


akh " bukan apa apa !


Aku berdalih


kau kenal wanita itu? aduh.. sepertinya Daniel curiga, apa aku cerita saja batinku bermonolog.


Dia itu istri Om ku.

__ADS_1


Daniel pun membuka suara,om ku itu seorang pemabuk, penjudi, dan suka Main perempuan lanjut nya lagi.


Oh ya" Apa kamu tidak asal bicara ujarku sedikit marah.jika boss tak percaya itu pribadi boss ucapnya dengan muka masam.


Tiba dirumah Akupun pergi kearah kamarku " dan aku tertidur cukup lama.


ketokan dipintu membuatku sedikit terkejut.


Tuan anda didatangi oleh orang orang ujarnya dengan wajah yang Lelah,akupun


turun menuju lantai bawah.


Didepan pagar rumah cukup banyak orang Ada beberapa Ibu-ibu mengendong anaknya dan terdapat pula 4 orang laki laki tua dengan tongkat ditangannya.


Pak satpam mendekatiku, tuan muda saya sudah meminta orang orang itu pergi tetapi mereka menolak.


Dengan langkah santai akupun menemui orang orang itu " Ada Apa sebab Ibu ibu dan Bapak Bapak kerumah saya tanyaku dengan sopan.


Saya ingin berbicara hanya perwakilan saja tukasku seraya menatap serius pada orang orang didepanku ini.


Seorang ibu dan Bapak pun maju dan berujar " pak rumah kami dikampung sebelah terbakar jadi kiranya Bapak sudi menolong kami ujarnya dengan wajah ditekuk.


Bantuan seperti apa yang Bapak dan ibu mau ucapku dengan antusias, Bapak betul mau meringankan beban kami ucapan ibu yang mewakili ibu ibu.


Iya saya mau membantu ucapku dengan nada serius, kami mau Bapak memberi sumbangan uang untuk membangun rumah ujar Bapak ini padaku.


Hari ini juga saya akan meminta asisten saya untuk memberikan bantuan bahan bangunan juga uang tunai untuk modal usaha tukasku pada Bapak dan Ibu.


Terima kasih ucap mereka bersamaan lalu pamit untuk pulang kerumah kediaman mereka sementara.

__ADS_1


__ADS_2