
Hari hariku kulalui dengan kesibukan yang padat, dari pagi hingga malam hari !" malam ini saat tengah menikmati perjalanan pulang kerumah.
Mobil mewah ku tiba-tiba mogok tak keruan, Pak ada Apa?
tanyaku.
ia diam saja. tanpa kusadari dua orang pria berpakaian serba hitam meminta ku untuk keluar dari mobil.
Buruan keluar ujar pria bertubuh kurus ,ikuti perintah ku jika mau selamat timpal pria tinggi, aku pun mengikuti perintah meski rasa takut.
Sedangkan Pak supir pribadiku sudah diikat tangannya, Pak lepaskan kami ambil saja barang barangku ujarku dengan memberanikan diri.
Apa bener ? Apa yang kamu katakan ujar pria kurus dengan nada bicara teramat senang.
Tentu aku tak berdusta ucapku,Haris..
cepat ambil HP, dompet, laptop, dan jangan lupa kunci mobil ujar pria tinggi dengan lantang.
Jangan menyesal kau sendiri yang meminta kami mengambil barang barang mu ucap pria tinggi dengan nada tinggi.
Aku melakukan ini karena aku tahu kalian membutuhkan uang lebih daripada aku tapi setidaknya bekerjalah dengan cara halal ucapku datar.
Jangan menceramahi kami kau tak tahu keadaan kami sebenarnya, jika kau jadi kami pasti kau juga akan melakukan hal yang sama seperti kami.
Tuhan kiranya mencegah ku melakukan kejahatan batinku. kenapa diam?
imbuh pria tinggi yang tingginya setara denganku.
__ADS_1
Anda bisa bekerja dikantor saya ujarku kedua pria ini saling bertatapan, jangan tawar menawar dengan kami.
Kau bisa mati karena kata kata mu ujar pria tinggi, akupun didorong kepinggir jalan merekapun membawa mobil ku, tetapi anehnya aku sendirian.
dimana Pak herman gumamku,om Apa Om bisa berdiri. hatiku tersentak mendengar suara anak kecil kira kira berusia 8tahunan.
Bisa bantu ujarku iapun membantu aku berdiri ia membawa ku kegang sempit,
dan berhenti dirumah sempit dimana hanya ada satu ruang untuk tidur.
kasur tidur tipis.om bisa tidur disini aku bisa pakai selimut sarung ini ucapnya
menjauh dari kasur tipis ini.
5menit kemudian iapun tertidur nyenyak tanpa beban dan pikiran,akupun memejamkan mataku dan tertidur.
Saat adzan subuh aku terkejut suara pintu yang berbunyi, kupelan membuka mataku, kulihat ia tengah berdoa.
Om ikut gimana? tanyanya, emang boleh tanyaku lagi, iapun tersenyum tentu saja boleh om sahutnya.
Tetapi om !" Apa baik baik saja ?
imbuh nya menatap ku, Om gak kenapa napa.
Om Zeldar dan Nama kamu siapa?
tanyaku aku Gilang ujarnya dengan senyum malu malu.
__ADS_1
Satu jam aku pun tiba dipasar tentunya dengan berjalan kaki bersama gilang, ternyata gilang bekerja sebagai tukang angkat sayur mayur.
Setiap ada orang ia bergegas menawarkan diri untuk membawakan sayur mayur.
Dengan upah 5.000 hingga 10.000 tergantung jarak yang ia tempuh, tak ada keluhan.
wajahnya tak nampak kesedihan tetapi keikhlasan menjalani hidup nya, menjelang jam 08.00 ia berkata " Om kita harus segera pulang.
ada Apa?
aku mau kesekolah ntar telat ujarnya dengan buru buru, aku percepat langkah ku agar tiba dirumah nya.
Gilang kita sarapan dulu, iapun berkata " Om saja makan gilang tak sempat ujarnya dengan berlari keluar dari rumah.
Gimana aku menghubungi daniel ucapku bicara sendiri.no HP nya aku gak tahu,batinku.
Tetapi aku merasa senang bersama gilang,perutku merasa lapar kubuka nasi kuning dan kumakan hingga habis tak bersisa.
Sebulan berlalu
Aku menjadi menemukan diriku yang dulu, diriku yang Apa adanya ?bersama sosok gilang aku belajar banyak hal.
Belajar bersyukur dan ikhlas menjalani setiap lika liku kehidupan.
Belajar semua pahit manis hidup ada manfaatnya.
belajar hal buruk Tuhan gunakan untuk melihat seberapa besar iman kita.
__ADS_1
Kadang pula Tuhan beracara lewat rasa kecewa, rasa sakit, rasa terabaikan, dan rasa rasa apapun itu.
Kita mengerti saat itu bahwa Tuhanlah yang sebenarnya terutama dan tak tergantikan oleh apapun.