
Kesibukan ku sebagai penjual bakso memaksaku untuk bekerja dari pagi hingga malam.
hari hariku kuhabiskan untuk berjualan tetapi meski sibuk
hari Minggu untukku beristirahat sejenak seraya mendekatkan diri kepada Tuhan dengan beribadah.
Setahun telah berlalu meskipun begitu aku tidak lupa pada tanggungjawab ku memberikan uang untuk Putra semata wayang ku.
Sedihnya hatiku melihat keakraban Salomo dengan ayah sambungnya tetapi di sisi lain aku bersyukur karena Alissa bertemu dengan pria yang baik.
meski hatiku teramat sakit ; Zel... carilah pengganti aku kata kata Alissa terngiang ngiang ditelinga ku.
Nampak seperti permintaan emang tetapi jujur hatiku bagai luka yang dibubuhi garam perih bahkan teramat perih.
Selain itu " Zeldar aku akan pindah ke luar negeri bersama Suamiku jadi kamu tidak perlu lagi memberikan uang untuk salomo.
Kata kata itu sungguh menyayat hatiku berarti aku tidak bisa bertemu dengan Salomo putraku.
Itu lebih baik tukasnya daripada kamu tidak bisa lupain aku tegasnya lagi ; sebagai seorang ayah itu sungguh tidak adil rasanya.
Baik'lah sahutku walau pun dengan berat hati tetapi apa dayaku putraku masih asi eksklusif.
__ADS_1
Semuanya bagai film yang diputar di otakku " permisi mas? sapa seorang wanita muda padaku.
lamunan ku buyar seketika ;
Ehh... maaf "ucapku wanita itu menatapku dengan senyum manisnya dan berujar aku ingin pesan bakso satu porsi minumnya teh es saja ucapnya lagi.
Oh' ya tukasku sambil segera meracik bakso kedalam mangkuk" dan langsung meletakkan diatas mejanya.
Temani aku makan boleh? ujarnya seraya tersenyum padaku, boleh jawabku sungkan.
Akupun duduk didepannya sambil membawa satu porsi bakso ; aku Sari ujarnya kalo mas namanya siapa ?
tanyanya tanpa malu-malu.
Uda jangan grogi gitu" gak enak diliat cerocos nya menatapku.
Duh..masak keliatan banget kalo aku grogi cetusku dalam hati sembari menatap kearah wajah nya.
Sini Hp mu Pintanya seraya menadah kan tangan padaku" buat apa"? lagi lagi aku gak abis pikir ia tidak ada sedikitpun rasa malu atau sejenisnya.
Ini no ku disimpan ucapnya sambil memakan kuah baksonya, bakso nya enak pujinya.
__ADS_1
Akh' tidak biasa' saja balasku merendah aku masih dalam tahap belajar timpal ku lagi.
Usai makan bakso ia gak terus pulang tetapi ia sigap membantu ku" maaf..sari sebaiknya kamu pulang saja saranku.
Tidak Zel aku seneng deh bisa bantuin kamu soalnya dirumah aku sendirian
jadi aku pikir mending disini Nemani kamu seloroh nya.
Sebenarnya aku rendah diri dilihat oleh pelanggan ku" Sari nampak cantik sedangkan aku biasa biasa' saja.
Batinku bermonolog coba aku kaya tentu sepadan dengan Sari ' duh kok pikiran ku jadi banding membanding segala tukasku sedikit heran dengan diriku sendiri.
Waktu menunjukkan pukul 10 : 00 Sari ku antar pulang ke rumahnya "; terima kasih ucapnya sambil menatap kearah ku.
justru aku yang berterima kasih soalnya kamu udah bantuin aku nyuci mangkuk dan semuanya.
Itu bukan apa apa besok dan seterusnya aku akan selalu bantuin kamu " Eit gak ada sanggahan dan penolakan ujarnya buatku tidak bergeming.
Baiklah aku masuk dulu ujarnya pamitan padaku,aku bergegas menuju ke arah rumahku yang berjarak beberapa meter dari rumah Sari.
kok bisa ya" rumah nya berada di yang sama denganku"?
__ADS_1
Zel.. mikirin apa"? ayah ngagetin aku aja sungutku " bukan begitu maksud ayah Zel sambut ayahku cepat.
Udah malam cepatan masuk desak ibuku dari dalam " akupun di membersihkan diri dan berbaring di tempat tidurku.