Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 11.Rumahku kebakaran.


__ADS_3

Setahun sudah orangtuaku di hulu, untuk kebutuhan sekolah aku terpaksa mendapat bantuan dari om dan Tante,sebab terlalu sulit kehulu.


Belum lagi biaya kapal dan akses jalan yang jelek perlu waktu 2 jam untuk tiba di rumah orang tua ku dengan jarak 5 km dari pelabuhan.


Tentu saja aku tahu semua ini untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari tapi bukankah akan lebih banyak kesulitan disana daripada disini.


Tetapi lagi lagi aku harus memaklumi kondisi orang tua ku, saat terus berpikiran soal orang tua ku terbersit keinginan ku untuk mencari pekerjaan.


Minggu siang menjelang sore kabar buruk datang lewat telpon seluler om ku, kalo rumahku kebakaran.


Sungguh sangat tidak dapat dipercaya oleh ku, rumah ku yang tidak ditempati bisa bisanya kebakaran


pasti ada orang yang sengaja membakar rumahku,aku membatin.


Aku dan om gegas kesebrang mengunakan jalur sungai, tiba disana masih ada api yang membakar seng dan sudah mulai rata dengan tanah.


rumah ku sudah beberapa kali kemalingan dari mulai beras,minyak goreng serta kayu kayu Ulin yang diletakkan di bawah rumahku.


Air mataku mengalir membasahi wajahku, aku sudah tidak peduli lagi dibilang laki laki yang cenggeng dan lemah hati.

__ADS_1


Kalo aku mengingat butuh waktu lama bagi ayahku untuk mendirikan rumah ini,


mulai dari mengumpulkan kayu kayu Ulin dari hutan.


Dengan jarak yang ditempuh berbeda beda, sebenarnya aku memiliki beberapa saudara laki-laki tetapi mereka telah berumah tangga dan membangun kehidupan mereka sendiri.


Sedangkan aku anak yang paling bungsu


saudara saudara ku hidup nya tidak lebih baik dari hidup orang tuaku.


Jadi aku juga tidak ingin menjadikan saudara laki-lakiku seorang yang disalahkan atas terbakarnya rumah orang tua ku.


Bu... sudahlah' kita tidak bisa menunduh tanpa bukti, nasihat ayahku? sumpah serapah ibu pada iparnya,aku menatap wajah ibuku dengan sendu.


Bu... kita harus berdoa agar Tuhan mau membuka jalan bagi kita,agar bisa membangun rumah lagi ucapku pada ibu ku.


tidak" aku tidak mau bangun


rumah diatas tanah bekas kebakaran tegas ibu disertai bentakan juga airmata.

__ADS_1


Bu... ucapku sambil memeluk ibuku' sabarlah menerima cobaan, karena semuanya tentu ada maksud baik' Tuhan seruku.


rumah ku didirikan diatas lahan pemberian ipar ibuku,meski ia bukan pemilik yang sah tetapi tetap saja ia yang memiliki hak atas tanah bekas kebakaran itu.


Mengingat suami adik ibu yang telah menyelesaikan pekerjaan menebang pohon dulunya sebelum tanah ini dibangun rumah ku.


Tetapi disisi lain ibuku beruntung memiliki suami seperti ayahku, seorang penyabar pada sifat ibuku.


'Ibuku tipe ibu yang selalu menyimpan rasa sakit terutama dengan kata-kata yang menyakiti hati nya.


Aku tetap bersyukur untuk orang tua ku yang masih hidup dan sehat hingga sampai saat ini.


Entah berapa"? lama, ibu menangis kudekati ibu dan berkata" Bu ada apa? ibu hanya diam tanpa bicara sepatah kata padaku.


Ibu sangat sedih karena rumah kita dibakar oleh suami adik ibu, nak?" ibu ingin mereka merasakan apa yang ibu rasakan Zeldar.


Tetapi Bu " tentu setiap orang akan mendapat ganjaran atas setiap perbuatannya entah itu baik ataupun jahat timpal ku pada ibuku.


,

__ADS_1


__ADS_2