
Hari ini seperti biasa aku turun sekolah dengan berjalan kaki menuju ke sekolah,
sekolah ini mewajibkan setiap siswa bersepatu hitam.
Jujur saja hatiku selalu was-was setiap pergi ke sekolah, karena sepatu ku yang berbeda warna dengan teman teman ku,
sebenarnya aku pernah meminta ibu membelikan ku sepatu baru tetapi ibu berkata nanti kalau ada uang.
Setelah saat itu, aku tidak pernah lagi meminta sepatu baru, bukan karena malu meminta tetapi aku tahu ibu pasti akan beli sepatu hanya uang yang belum ada.
Tiba-tiba terdengar suara pengumuman agar semua siswa berkumpul di lapangan sekolah tanpa terkecuali dari kelas 1 sampai kelas 3.
Hatiku berdebar kencang dan takut untuk kesana,aku pandangi sepatu hujan murah ku,dan terdiam sejenak" biarlah sepatu ini disita ucapku lirih.
Akupun berjalan menuju kearah lapangan sekolah,dipandu oleh pak Dedi guru olahraga kamu semua dimintai berbaris sesuai kelas.
Tidak lama kemudian, Guru berdatangan menuju ke setiap kelas memeriksa kelengkapan seragam sekolah dari lokasi hingga sepatu.
__ADS_1
Habis lah aku ujarku lirih, saat Bu guru IPA mendatangi barisan menarik tanganku keluar dari barisan membawaku menuju kedepan lapangan.
Sungguh hal ini tidak terbayangkan oleh ku,aku berdiri didepan semua siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 3, ternyata hanya aku yang menjadi bahan teguran keras untuk semua murid.
Ya.. Tuhan lihatlah apa yang terjadi pada ku batinku"? kalian semua jika ada yang memakai sepatu warna warni akan berdiri seperti ini ; ucap ibu kepala sekolah.
Kalian semua bubar dan kembali ke kelas masing masing kecuali atribut yang tidak lengkap dan sepatu berwarna warni tetap dilapangan, seloroh ibu kepala sekolah.
Aku menahan perih dihatiku "sudah satu jam berlalu aku berdiri dengan ke tiga siswa dari kelas berbeda untung saja hari ini cuaca mendung.
Aku mengetuk pintu saat tiba didepan kelas dan masuk ketika ibu guru ekonomi mengijinkan aku untuk masuk kedalam kelas.
jam istirahat aku duduk sambil menyalin catatan yang terlewat saat aku dihukum barusan"Zeldar kayak apa kamu pulang nanti?"
desusnya" tidak apa"? ucapku sambil tersenyum sendu, Besok ada kejutan untuk mu, ucapnya sambil tersenyum menatapku.
Kejutan apa"? desusku dalam hati sembari terus mencatat , akhirnya waktunya pulang ujar ku sambil berjalan menuju kearah luar kelas.
__ADS_1
Karena sepatu disita, Aku pun berjalan tanpa alas kaki menuju ke rumah,aku bersikap abai terhadap seruan beberapa orang yang melihat ku.
Tentu aku berdoa agar Tuhan berbuat baik kepada orang yang menertawai ku dan menghina ku".
Tiba di rumah aku membersihkan diri dan makan nasi putih dan telur " aku tinggal bersama om dan Tante ku"?.
Zel... belikan sun untuk Heidi" tempat biasa ujarnya" aku pun pergi kewarung yang biasa aku datangi setiap kali tante memintaku membeli Sun untuk anak nya.
Sun makanan bayi berumur 6 bulan keatas, tanteku cukup baik sebenarnya hanya kadang aku diomelin kalau tidak mau disuruh suruh oleh nya.
Malam harinya.
Terjadi perkelahian antar kampung, hanya ejekan kecil menurut informasi yang tidak jelas tetapi karena itu kakakku jadi korban pengeroyokan.
Kakak ku terjun ke sungai Mahakam, beruntung anak sungai Mahakam tidak terlalu dalam.
Hatiku kuatir hingga berjam-jam akhirnya menjelang pagi kakakku datang,aku bernafas lega saat aku melihat kakak ku datang.
__ADS_1