Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 2.kakek meninggal.


__ADS_3

Usia kakek menginjak usia 80 tahun, kakek menderita asam urat sudah 2 tahun yang lalu tetapi kakek tidak mau beristirahat masih tetap pergi berjualan Mandau dengan berkeliling kampung.


Sore ini keadaan kakek semakin memburuk kami sekeluarga membawa kakek kerumah sakit, beberapa hari dirawat keadaan kakek tidak membaik.


Bu..kita bawa ayah pulang saja' ibu berujar pada ibunya"? ibu juga berfikir seperti pikiran mu , timpal nenek pada ibuku ;sesudah mengurus surat keterangan dari rumah sakit kakek pun kami bawa pulang.


Dua hari kemudian kakek pun meninggal dan dimakamkan, banyak pelayat yang datang karena kakek terkenal dengan kebaikan nya menolong orang lain.


Rasa sedih' membuat ku tidak bersemangat untuk bersekolah, tetapi ibu berkata" kakek mu pasti tidak senang melihat mu malas sekolah., aku diam tanpa mengubris ucapan ibu.


Besok dengan mengenakan seragam SMP aku memasuki halaman sekolah dan lanjut mencari kelasku, ternyata aku masuk kelas 1E tepatnya diujung dekat toilet sekolah.


Bell masuk berbunyi " kamipun duduk dikursi masing masing,mata pelajaran pertama bahasa Inggris " keluarkan PR kemaren ujar Bu guru.


Aku kaget" emangnya ada PR tanyaku pada teman sebelah kiri ku,ada ucapnya sambil mengeluarkan bukunya dari dalam tasnya.


Ibu guru tiba di mejaku, mana PR kemaren ujarnya menatapku dengan tajam, maaf..Bu guru kemaren saya tidak turun karena kakek saya meninggal ucapku sendu.


Baik' tidak apa"? lain kali jangan tidak dikerjakan, jawabnya datar"! Bu Guru cantik tetapi agak arogan.


Pelajaran pertama usai" aku duduk bersantai di dekat taman sekolah, seorang teman sekelas ku menyapaku" Zeldar besok kita sama sama jalan kesekolah ujarnya sambil menatap ku.

__ADS_1


Kelasku ternyata kumpulan anak anak yang lumayan banyak berulah, main bola didalam kelas yang membuat kaca jendela pecah.


Akibatnya kita dihukum dilapangan sekolah berdiri hingga satu jam " untung fisik ku kuat kalo ngga aku pingsan seperti ketiga temanku,yang satunya cowok seperti ku., batinku.


Aku berjalan menuju keluar dari kelas ku saat Bell pulang berbunyi" tidak terasa sudah 2 bulan sekolah, aku diminta beli buku.


Aku ingin membeli tetapi ibuku tidak punya uang, bagaimana ini"? Gilang boleh tidak aku pinjam bukumu,aku catat dirumah ujarku pada Gilang teman sebangku ku.


Ia menatapku sejenak dan berkata" tidak boleh, kalau mau pinjam disekolah aja jangan dibawa pulang ucapnya dengan sedikit ketus.


Baik lah" ucapku lesu "! akupun mencatat bab 1 hingga bab 2 mata pelajaran ekonomi hanya yang menurut ku penting saja.


Kenapa gak beli saja" buku daripada nyatat gitu" ujar Gilang tiba-tiba"? aku menatap wajah nya dan berkata" andai aku punya uang aku pasti beli buku tetapi sayang orang tua ku tak mampu ujar ku lagi.


Waktu pun berlalu aku sekarang sudah kelas 2 , ternyata aku tetap bisa sekolah meskipun harus menahan diri dari rasa iri sebab melihat teman teman ku berbelanja dikantin.


Gilang temanku ternyata sangat baik akhir akhir ini" entahlah" ? ada apa dengan Gilang tetapi aku tidak ambil pusing mikirin tentang Gilang.


Dikelasku aku dikenal pendiam dan kurang pergaulan, teman teman ku mengajari ku bergaya seperti mereka sebenarnya aku ingin menolaknya tetapi takut.


Baju dimasukkan didepan dan bagian belakang dibiarkan "sangat tidak rapi menurut ku?"tetapi bagi the Geng itu gaya terkeren.

__ADS_1


Aku hanya mengelus dada ku" mengapa aku tidak jadi diri sendiri saja"? keluhku sambil memperbaiki dandanan ku,yaitu baju dimasukkan kedalam celana.


Bukankah begini yang namanya kerapian batinku berbicara" hei..Zeldar apa kamu mau jadi musuh kami ucap the Geng padaku yang tiba tiba datang.


Aku tidak cari musuh ujarku mencoba berani, baik baik kamu emang gak cocok masuk Geng kami timpal Danu sembari melihat ku dari atas sampai kebawah.


Rido teman duduk ku berkata" sebaiknya emang kamu tidak perlu ikut ikutan mareka karena mereka itu kelakuan nya gak benar ngobat juga ujar Rido lagi.


Masak "? tidak terlihat mereka ngobat barang haram itu cercaku"kamu kan anak mami jadi pasti gak tahu timpalnya sambil berdiri hendak kekantin.


Jam pulang sekolah aku berjalan dengan Rido teman ku" meski kita berbeda keyakinan ia tidak fanatik terhadap agama ku dan sukuku.


Sebenarnya aku iri pada Rido karena ia terpilih dapat beasiswa dari sekolah, tetapi aku bisa apa " batinku '? kan pihak sekolah yang tentukan siswa mana yang seharusnya dapat beasiswa.


Mungkin saja hidupnya lebih susah daripada aku, aku pun tersenyum meski hatiku sakit " melihat Rido yang nampak lebih mampu daripada aku.


Tas dan sepatu keren belum lagi hp yang dia pake kelihatan mahal bukan itu saja jam ditangannya juga bagus jadi dimataku


ia kaya tidak susah seperti aku, batinku.


Ada apa dengan diriku" gumamku saat aku tiba didepan rumahku,tiba dirumah ada ibu dan ayah sedang berbincang dengan adik ibuku.

__ADS_1


Setelah berganti pakaian aku langsung menuju ke tempat ayah dan ibu tengah duduk" Paman masni sudah Bu pergi keluar rumah.


Kayak apa sekolah mu" tanya ku ibu padaku"? semuanya baik' jawabku singkat, ini ada uang sambil ibu menyerahkan uang kedalam tanganku.


__ADS_2