Stories Of The Heart

Stories Of The Heart
Episode 21.Berpisah


__ADS_3

Dua tahun kemudian aku dan Alissa resmi berpisah tentunya berpisah secara adat.


ini merupakan keputusan terberat untukku tetapi Alissa sudah tidak ingin tinggal dan hidup bersama ku.


Sa... ucapku sebelum ia keluar dari rumah ku" meski kita tidak serumah aku tetap ingin bebas menemui anak kita.


aku tidak bisa berjanji untuk itu balasnya sambil menatap kearah lain " jika kamu setuju memberikan uang satu juta sebulan aku akan mempertimbangkannya tegasnya padaku.


Baiklah" aku akan lebih berusaha keras untuk mencapai target tersebut meski hatiku terluka dengan kata katanya bagiku terlalu memaksa.


mengingat warung bakso yang aku kelola terbilang sepi karena ada beberapa warung dan makanan yang baru buka didekat warung ku.


Iapun segera berjalan seraya mengendong anakku? masih teringat jelas oleh ku.


Anak ku berujar papa dengan menyentuh tangan ku " anakku belum bisa berbicara dengan bahasa yang jelas.


Kutatap sendu melihat Alissa dengan anak ku hingga hilang di pandangan mataku.


mengingat ayah dan ibu diwarung aku bersegera kesana motorku melaju dengan kecepatan sedang menuju kearah warung.


betul saja' ayahku kerepotan melayani pembeli ?


mas... cepatan desak nya seorang ibu bertampang judes di menatap kearah ku.


aku dengan cepat melayani pesanan nya dan langsung memberikan dua porsi bakso padanya.

__ADS_1


lain kali lebih cepat kalo ingin pelanggan mu tidak lari kewarung lain ujarnya dengan senyum sedikit ramah.


Akupun hanya tersenyum tipis" ayahku cukup tua memang kesulitan belum lagi kaki nya keseleo beberapa waktu yang lalu.


Waktu menujuk pukul 10:09 aku menutup warung dan membawa hasil penjualan kerumah.


rasa kangen pada anak semata wayang ku aku lalu menghubungi Alissa tetapi tidak aktif.


Akh' Tuhan apa salah ku?


apa aku tidak sepadan dengan Alissa.


Sehingga ia lebih memilih pria itu daripada aku" aku sudah berkorban segalanya, waktu dan tenaga untuk nya.


apa karena aku miskin dan jelek tetapi tidak" aku disebut sebut mirip orang Korea.


memikirkan hal hal semacam itu membuat ku pusing tujuh keliling masa iya " aku ditakdirkan jadi duda keren sungutku pada diriku sendiri.


Untuk mengusir rasa lelah aku membuat kopi moka kesukaan ku, seraya menyapu debu didalam warung ku.


Senyum ku beralih menatap kearah seorang anak kecil yang lewat di depan warung ku.


Hei... Sania mau kemana? sapaku, mau ketempat tante ujarnya sambil tersenyum manis padaku.


Sania anak Bu Warti tetangga ku"ayahnya seorang tukang bangunan, ibu'nya penjual sayur keliling.

__ADS_1


Hati hati dijalan tutur ku" akupun lanjut mengelap meja meja didalam warung dan merebus air untuk membuat teh.


Setelah itu ada perempuan cantik yang memesan bakso sambil memainkan HP Android nya.


aku lekas menyiapkan satu mangkuk bakso dan minuman.


lho kok aku dikasih teh panas kan aku tadi bilang teh es runtuk nya "


maaf ya" mbak tadi pesanan nya teh panas balasku cepat.


Oke deh ucapku aku lalu membuat minuman es teh untuknya" ia nampak senang dan berkata" gitu dong pembeli adalah raja.


Balas nya menatap kearah ku" aku menarik nafas panjang dan lanjut melayani pelanggan yang baru masuk kedalam warung ku.


Mas... mie ayam dua" tanpa sawi dan sedikit kuah perintahnya pada ku.


aku gegas membuat pesanan ibu ini yang gayanya seperti orang kaya.


Mas...iya timpalku ? ini kuahnya kok banyak kan saya maunya sedikit protes nya.


Maaf Bu sahutku sambil mengambil mangkuknya dan hendak Menganti dengan mangkuk yang baru.


Lo mas kok dibawa lagi mangkuk nya protes nya lagi" maaf Bu ibu tidak suka kuahnya banyak jadi apa saya salah mengganti dengan mangkuk yang baru dengan sedikit kuah"cecarku pada nya.


Saya tidak minta diganti malah mau diganti sungut nya" sambil mengambil mangkuknya dari tangan ku.

__ADS_1


Aku mengelus dada ku seraya menatap kearah kedua wanita yang makan diwarung ku ini sama sama suka protes padahal seperti nya aku bener desusku dalam hati.


__ADS_2