Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode sepuluh


__ADS_3

Hari berganti dengan minggu dan minggu dengan cepat berganti dengan bulan, pernikahan Arga dan Citra sudah menginjak usia sebulan lama nya. Citra sudah menjalankan kewajiban nya sebagai istri sebulan lama nya. Banyak perubahan di hidup nya, yang paling ia rasakan adalah kesabaran yang terus bertambah. Citra selalu sabar untuk menghadapi Arga yang memiliki mood berubah-ubah. Terkadang Arga baik tanpa ada marah marah tetapi terkadang seminggu penuh Arga hanya marah marah pada Citra. Sebagai istri yang pengertian Citra sudah tida menganggap kemarahan Arga hal yang buruk. Ia sudah menjadikan kemarahan Arga sebagai hiburan di hari hari nya.


Sedangkan Arga malah merasa jauh lebih baik saat menikah dengan Citra, ia marah marah pada Citra karena ingin saja, bukan Citra membuat kesalahan. Arga mengakui jika dengan datang nya Citra di hidup nya, Arga sudah tidak pernah merasa bosan lagi, hobinya sekarang hanya membuat Citra kesal, dengan amarah nya. Ia juga sudah rajin ngegym yang membuat tubuh nya yang dulu kembali lagi, dengan batasan yang Arga miliki Arga dapat mengatasi semuanya.


Rencana yang Arga buat juga berjalan dengan sangat lancar sekali, Darka sudah benar-benar masuk ke dalam perangkap nya, hampir setiap hari Darka berbalas pesan dengan dirinya yang Darka anggap Citra. Beberapa kali Darka meminta untuk bertemu tetapi Arga tolak karena belum saat nya Citra bertemu dengan Arga. Ia ingin Darka mencintai Citra sehingga bukan hanya mendapat kebenaran tetapi ia bisa balas dendam pada Darka.


Citra sendiri tidak tau semua nya, ia menyerahkan semuanya pada Arga, beberapa kali ia diberi tau Arga agar ia tidak ketinggalan apa yang terjadi, nanti kalau waktu nya mereka bertemu Citra akan nyambung mengobrol dengan Darka.


"Bodoh," ucap Arga.


"Salah lagi," tanya Citra.


"Ya salah lah, begitu saja tidak bisa," jawab Arga


Walaupun sudah terbiasa tetap saja ada rasa kesal kalau Arga mulai seperti ini. Citra rasa apa yang ia lakukan tidak ada yang salah tetapi kenapa Arga selalu saja memarahi nya.


"Ah lama sekali kau," ucap Arga.


"Tuan..." Citra merengek meletakkan semuanya. Ini pertama kali nya ia merengek seperti ini.


"Eh malah merengek seperti anak kecil, cepat pasang dengan benar." Arga hampir tertawa melihat Citra yang begitu menggemaskan saat merengek seperti tadi.


"Sudah.."


"Hahaha begitu kan bagus, sekarang antar kan aku ke ruang gym."


"Mau olahraga lagi," tanya Citra.


"Ya iya lah, ayo cepat lah."


"Citra kau sudah siap bertemu dengan Darka," tanya Arga.


"Takut, nanti kalau dia curiga bagaimana?"


"Tidak akan curiga kalau kau mengikuti apa yang aku katakan," ucap Arga.


"Ya sudah aku siap, nanti temani," kata Citra.

__ADS_1


"Eh temani pulak, kau siapa, jangan sok manja padaku," ucap Arga.


Melihat wajah Citra yang sudah begitu kesal membuat Arga sedikit kasihan. Dari bangun tidur sampai sekarang Citra hanya ia marahi saja.


"Nanti makan Malam dengan ku," ucap Arga.


"Serius tuan," tanya Citra.


"Iya, nanti malam di luar, jangan banyak berbicara. Cepat bantu aku."


Citra sangat senang mendapatkan ajakan makan malam bersama dengan Arga, begitu lah Arga sangat mudah membolak balik kan perasaan.


Hari ini Citra menemani Arga ngegym sampai selesai. Dengan keterbatasan yang Arga miliki jujur hal itu membuat Citra sangat kagum pada Arga. Arga yang ia temui beberapa bulan yang lalu dengan yang sekarang sudah jauh berbeda.


"Sudah tuan, tuan sudah sangat berotot saya jadi takut," ucap Citra.


"Takut kenapaa, takut aku banting," tanya Arga.


"Hehehe iya." Padahal ada hal yang Citra takuti selain di banting Arga.


"Lihat mereka mau pergi," kata Yoga.


"Biarkan saja, mereka semakin dekat itu semakin bagus. Kita jangan membuat mereka berdua risih," ucap Ismi.


Ismi sudah tau Arga dan Citra sudah semakin dekat. Ia tidak mau membuat ke dua nya risih jika banyak tanya, lebih baik menikmati kedekatan mereka berdua dari kejauhan saja.


"Dimana," tanya Citra.


"Yang tidak ramai," jawab Arga.


"Ya mana ada restoran yang tidak ramai tuan," kaya Citra.


"Hahaha ya harus sampai menemukan nya."


Mobil Arga berhenti di sebuah restoran yang tidak begitu ramai sesuai dengan keinginan Arga. Mereka berdua pun masuk ke dalam restoran dah Citra membantu Arga duduk di kursi yang sudah di sediakan.


Arga membebaskan Citra mau pesan apa, hal itu membuat Citra sangat senang sekali. Tidak seperti biasa nya yang harus mengikuti apa yang Arga ingin makan. Rata rata makanan yang Citra pilih makanan yang sangat berlemak, Arga sampai menggelengkan kepala nya karena hidup sehat nya akan hancur jika memakan semua ini.

__ADS_1


"Kau ingin membuat olahraga ku percuma," ucap Arga.


"Kata tuan aku bebas memilih."


"Ya ya ya." untuk kali ini Arga memaklumi nya.


Tanpa di duga Darka melihat Arga dan Citra bersama sama, ia langsung sadar jika Arga dan Citra terlihat dekat. Darka mengambil handphone nya dan langsung mengirimkan Citra pesan.


"Aku tak jauh dari mu."


Citra mengambil handphone nya yang berdering, biasa nya jarang yang mengirimkan nya pesan jam segini.


"Dimana dia.." Citra langsung melihat keselilingnya dan memang benar Darka tak jauh dari nya.


Citra mengirimkan pesan pada Arga untuk memberitahu Arga. Arga yang menerima pesan itu tersenyum senang, saat nya untuk menjalankan rencana selanjutnya.


"Kalau dia minta bertemu pergi lah, tapi jangan sampai pegangan tangan, ciuman atau melakukan hal yang aneh aneh. Buat seolah-olah kalian berdua dekat, terus tanya kan lah hal hal yang cukup rahasia secerah perlahan."


Citra menelan air ludah nya dengan kasar saat membaca pesan itu.


Darka tersenyum pada Citra saat Citra melirik nya. Ia memberikan kode agar Citra menemui nya di belakang. Sambil tersenyum Citra pun mengangguk kepala nya.


"Saya pergi tuan," ucap Citra.


"Rekam, awas saja kau macam macam," kata Arga.


Citra pergi meninggalkan Arga mengikuti kemana Darka pergi. Mereka berdua bertemu di belakang restoran itu.


"Hey akhirnya kita bertemu," ucap Darka.


"Hehehe iya, kamu jauh lebih baik saat di lihat langsung," kata Citra


Citra berusaha untuk dekat dengan Darka, walaupun ia sangat tidak nyaman sekali. Walaupun Darka bisa berjalan tidak seperti Arga Citra rasa Arga jauh lebih segalanya dari Darka.


"Dia cantik sekali," batin Darka.


"Kamu pergi dengan manusia cacat itu, apa dia tidak merepotkan mu," tanya Darka.

__ADS_1


__ADS_2