Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
episode tiga sembilan


__ADS_3

"Darka," ucap Lina.


"Mah ini keputusan ku, aku ingin membuat diri ku lebih dewasa mah," kata Darka.


"Darka lalu perusahaan bagaimana," tanya Alam.


"Ayah untuk apa mengkhawatirkan perusahaan, perusahaan ada Arga. Abang ku ini sangat jago sekali, ia pintar dan memiliki pemikiran yang amat luar biasa. Tanpa aku mah dia tetap akan berjaya," jawab Darka.


"Ah tumben kau memuji ku," ucap Arga.


"Hahaha sesekali," kata Darka.


Semua orang heran dengan kedekatan Arga dan Darka, mereka berdua dekat begitu cepat. Sebelum pergi bekerja sama ke dua nya tidak seperti ini, setelah kembali mereka berdua jauh sangat berbeda. Darka juga berkata hal hal positif tentang Arga pada keluarga di rumah ini, tidak seperti biasa nya yang selalu menjelekan Arga. Itu juga yang membuat keluarga besar mulai menerima Arga kembali.


"Oke Darka, jika ini keputusan mu, ayah mendukung mu, tapi ingat jangan lupa untuk pulang," ucap Alam.


Acara makan malam bersama pun berlangsung, di sela sela makan malam mereka berbincang bersama, kehangatan keluarga ini kembali terasa. Semua orang suka tetapi tidak dengan Lina, ia tidak suka melihat kedekatan Arga dengan keluarga nya.


"Mana dia yah," tanya Arga.


"Kau jangan mancing mancing."


"Hahaha ya mana tau kan," ucap Arga.


"Sayang.." Lina mengambil perhatian Alam dari Arga.


"Setan," ucap Arga pelan.


"Arga.." Ismi yang mendengar nya langsung memberikan tatapan.


Arga hanya nyengir kuda saja.


"Pinjam handphone mu," ucap Darka.


"Untuk apa," tanya Arga.


"Mati handphone ku karena kau, kau lupa kejadian kolam renang tadi," jawab Darka.

__ADS_1


"Oh ya, jangan macam macam." Arga memberikan nya. Dari tadi Darka tidak jauh jauh dari Arga karena ingin berlindung jika tiba-tiba Arga membongkar semuanya.


Setelah makan malam selesai mereka semua berkumpul di ruang keluarga, bersantai dan saling bertukar cerita mereka lakukan ini menjalin kedekatan. Arga sudah siap untuk membongkar semua nya. Ia mengirimkan pesan pada seseorang untuk memulai nya.


"Apa apaan ini," ucap Alam saat lampu rumah meredup.


Darka tau semua nya akan di mulai, ia langsung duduk di belakang Arga sebagai tempat perlindungan nya.


Tiba tiba televisi di depan mereka menyalah, kejadian ini seperti film horor yang membuat semua orang terkejut. Tak lama muncul gambar hitam bersuara, suara yang sangat tidak asing yang tidak lain suara Darka dan Lina. Semua hal buruk Yang Lina lakukan terbongkar malam itu juga, dari kecelakaan Arga sampai hal hal lainnya. Lina yang tau posisi nya akan hancur berniat untuk kabur tetapi Alam menahannya.


Sampai tiba video itu menunjukkan pengakuan Darka, ia mengatakan semuanya dengan jujur tanpa ada yang di lebih kan ataupun di kurangi. Lina langsung menatap tajam ke arah Darka, anak nya sendiri yang membuat kehancuran diri nya.


Sudah pasti semua orang terkejut dengan semua fakta yang ada. Hal hal buruk yang selama ini Darka dan Lina katakan pada keluarga besar tentang Arga tidak benar, hanya hasutan mereka berdua saja.


Video pun berakhir dan lampu kembali menyalah terang.


"Darka... Lina.." Teriak Alam dengan kemarahan.


"Kau Bajingan." Salah satu keluarga lainnya menarik Darka dan memukul Darka tanpa ampun.


"Paman paman, jangan." Arga berusaha untuk menahan paman nya, tetapi bukan nya berhenti Alam malah ikut ikutan, ia mendorong Lina ke lantai dan menarik Darka dengan kasar.


"Ayah jangan.." Arga menarik Darka ke arah nya.


"Tidak ada yang boleh memukul nya, aku sudah memaafkan nya, dia sudah berubah dia adik ku," ucap Arga.


"Kau wanita setan, manusia berkepala setan." Alam ingin sekali memukul Lina tetapi dia berusaha untuk menahan nya.


"Mas maafkan aku mas maaf." Lina berlutut dan memeluk kaki Alam.


"Lepaskan.." Alam menendang Lina dari kaki nya.


"Ayah aku ingin keadilan dari ayah. Karena perbuatan nya aku sampai seperti ini, keluarga ku membenci ku, dia tidak sedikit pun merasa bersalah pada ku. Aku sudah meminta Darka agar dia berhenti dan meminta maaf atas kesalahan nya pada ku, tapi sedikit pun dia tidak menggubris nya. Untuk Darka aku benar-benar sudah memaafkan nya, dia sudah sudah berubah menjadi lebih baik, dia benar benar tulus meminta maaf pada ku," ucap Arga.


"Dengar Lina, sudah banyak masalah yang kau ciptakan di rumah ini. Dengar Lina aku Alam sudraja call menalak mu," ucap nya dengan sangat tegas,


"Sayang tidak jangan sayang jangan," Lina berteriak dan menangis. Jujur Darka sangat tidak tega melihat mamah nya seperti itu, tetapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa apa apa karena semua ini buah dari apa yang mamah nya lakukan dulu.

__ADS_1


"Darka tolong mamah sayang," ucap Lina sambil menangis dengan kencang.


"Arga aku Mohon, maafkan mamah ku, berikan dia hukuman yang sesuai untuk nya," ucap Darka.


"Maaf Darka aku tidak bisa, aku akan membawa masalah ini ke jalur hukum," kata Arga.


"Arga akun mohon, jangan sampai mamah ku di penjara, bagaimana anakku nanti. Mereka akan merasa sedih neneknya berada di jeruji penjara," ucap Darka.


"Darka kau tak tau malu, kau sudah dimaafkan Arga tetapi masih saja meminta yang tidak tidak," ujar Alam.


"Yah aku memutuskan untuk meletakkan wanita ini ke tempat yang sangat jauh, biarkan dia merenungi kesalahan nya," ucap Arga.


"Arga kau masih membiarkan nya bernafas dengan bebas, kau tidak ingin membuat nya masuk penjara."


"Paman sebenarnya aku ingin, tetapi aku takut apa yang aku lakukan sekarang malah menjadi boomerang untuk masa depan ku. Bagaimana kalau Darka dendam pada ku. Sudah lah dia sudah hancur dengan ayah menceraikan nya, dia tidak akan mendapatkan kemewahan lagi," ucap Arga


"Baiklah kalau itu keputusan mu," kata Alam.


Alam memanggil anak buah nya dan meminta nya membawa wanita ini pergi dari sana.


Setelah terbongkar nya semua itu, suasana mendadak hening. Seseorang yang merusak keluarga ini sudah berhasil di depak dari rumah ini.


"Sudah selesai kan," ucap Arga memecahkan suasana.


"Arga maafkan kakak, nenek dan keluarga ini, kami sudah membuat mu merasa asing di rumah kamu sendiri."


"Tidak papa, aku sudah memaafkannya kalian semua," ucap Arga.


"Arga cepat beritahu mereka," bisik Darka.


"Sayang bawa aku ke sana," ucap Arga.


"Tidak bisa mas, roda nya ke halang karpet."


"Oh iya tunggu sebenar." Arga turun dari kursi roda nya, ia menaikan kursi roda nya ke atas karpet kemudian kembali duduk.


"Sudah," ucap Arga.

__ADS_1


Awal nya mereka semua tidak sadar dengan apa yang Arga lakukan. Setelah Arga kembali duduk baru lah mereka semua tersadar.


Mulut mereka dan mata mereka semua terbuka desa lebar karena sangking terkejut nya.


__ADS_2