Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode sebelas


__ADS_3

Apa yang di tanyakan oleh Darka membuat Citra tidak nyaman, bagaimana mungkin bisa Darka mengatakan hal seperti itu pada abang nya sendiri, berarti Darka memang tidak memiliki hati.


"Ya begitu lah," jawab Citra.


"Kamu lebih cantik dari yang ada di foto, heran kenapa manusia cacat seperti nya mendapatkan wanita secantik kamu."


"Mungkin dia beruntung," ucap Citra.


"Dari pada dengan nya lebih baik pergi dengan ku, ayo kita jalan jalan."


"Maaf Darka, bukan nya aku tidak ingin, tapi aku ke sini dengan Arga, orang tua Arga yang meminta kami pergi, kalau aku pergi meninggalkan nya bagaimana dengan dia, dia saja tidak bisa apa apa, terus kalau dia curiga bagaimana?"


"Hmmm kau benar, lain kali saja lah," ucap Darka.


"Kamu sangat tidak suka dengan nya, dia kan abang mu."


"Emang kalau abang harus suka pada nya. Siapa juga yang suka dengan pria seperti dia, banyak hal yang tidak aku suka dari nya," kata Darka.


Citra rasa belum saat nya untuk mengulik semuanya, nanti Darka akan curiga jika ia banyak bertanya tentang Darka dengan Arga.


"Aku harus kembali, kamu jangan di sini, aku tidak bisa kamu perhatikan kalau lagi dengan nya," ucap Citra.


"Iya cantik.." Darka mengusap wajah Citra dan pergi meninggalkan Citra.


Citra benar-benar tidak suka Darka melakukan hal. ini. Arga saja tidak pernah melakukan nya, ini kenapa Citra malas bertemu dengan Darka.


Citra berjalan kembali mendekati Arga, ia sudah tidak melihat Darka di tempat ini.


"Sudah," tanya Arga.


"Sudah, banyak yang dia tidak suka dari tuan, tapi saya tidak tau apa, saya takut kalau banyak bertanya. Mana pon pipih saja di usap nya."


"Sial.."


"Kenapa tuan," tanya Citra.


"Bersihkan wajah mu," ucap Arga.


"Sudah tuan, tenang saja."


"Bagus lah.. Jangan sampai ada jejak nya di tubuh mu," ucap Arga.


Arga sangat kesal Darka mengusap wajah Citra. Diri nya saja tidak pernah melakukan nya, jangan jangan kalau mereka bertemu lagi bisa jadi Darka mencium Citra.


"Ahkkk kenapa otak ku jadi begini," batin Arga.


Setelah selesai makan malam mereka berdua langsung kembali ke rumah, sejak selesai berbicara tentang Darka tadi Arga tidak ada berbicara apa apa. Arga tampak diam memikirkan sesuatu. Citra tidak ingin bertanya karena akan menjadi sasaran kemarahan Arga.


"Ke kamar," ucap Arga.

__ADS_1


"Iya tuan.."


Karena memang waktu sudah malam Arga dan Citra mengganti pakaian merah dan bersiap siap untuk istirahat.


Ke dua nya sudah berada di atas ranjang, Citra masih bermain dengan handphone nya sedangkan Arga fokus dengan pikiran nya.


"Citra letakan handphone mu," ucap Arga.


"I.. Iya tuan.." Dari nada bicara Arga pasti Arga sedang tidak baik baik saja.


"Kau pernah pacaran," tanya Arga sambil bergerak lebih dekat dengan Citra.


Yang biasa nya mereka berdua berjauhan kali ini ke dua nya sangat dekat sekali, bagian tubuh mereka saja sampai bersentuhan.


"Pernah, waktu SMA," jawab Citra.


"Hmmm ya aku juga pernah si, apa tipe pacaran mu dengan pacaran ku sama, apa saja yang kalian lakukan kalau berpacaran," tanya Arga.


"Kenapa bertanya seperti itu?"


"Jawab saja.."


"Tidak ada tuah, saya dengan pacar saya pasti kalau bertemu membahas pelajaran, terus mengobrol biasa," kata Citra.


"Tidak pernah berciuman," tanya Arga.


"Ha!! ya tidak lah tuan, mana mungkin saya melakukan hal seperti itu," jawab Citra.


"Tuan."


Perlahan Arga mulai mendekati bibir Citra, Citra langsung memejamkan mata nya saat merasakan bibir mereka berdua mulai bersentuhan. Jantung Citra sudah seperti seseorang yang berlari maraton, berdetak jauh lebih cepat dari biasa nya.


"Tuan..."


Bukan nya berhenti Arga malah mencium Citra lebih dalam lagi, ia mengambil kesempatan saat Citra mengucapkan kata Tuan karena bibir Citra terbuka. Citra gelagapan mendapatkan serangan itu, sebelum nya jangan seperti ini kecupan saja Citra belum pernah.


Tangan Citra reflek memegang leher Arga, ia hanya pasrah dengan apa yang Arga lakukan pada nya, Arga suaminya dan seorang istri yang harus siap melakukan apa saja yang suami nya inginkan.


Lidah Arga bermain dengan sangat baik, walaupun ia sudah sangat lama tidak melakukan hal seperti ini, Arga sama sekali tidak ada kaku nya, bahkan Arga lebih baik lagi. Mungkin karena Citra istrinya berbeda dengan pacar nya dulu.


Tangan nya menarik tubuh Citra sampai ke dua nya benar-benar menempel satu sama lain. Arga seperti kehilangan kendali nya malam ini. Apalagi Citra seperti menikmati apa yang diri nya lakukan.


Kurang lebih beberapa menit mereka berdua berciuman. Arga melepaskan Citra karena ke dua nya hampir kehabisan napas, Citra menatap Arga yang juga menatap nya, rasa canggung melanda ke dua nya.


"Tuan.." Citra sangat malu sekali, ia menutup wajahnya.


"Ha..." Bukan hanya Citra, Arga pun salah tingkah sendiri.


Sebenarnya Arga sudah memikirkan hal ini sejak di restoran tadi. Tangan Darka yang berani menyentuh wajah Citra membuat Arga takut Citra juga di cium Darka. Kalau sampai hal itu terjadi ciuman pertama Citra akan jatuh ke tangan Darka, Arga tidak mau hal itu terjadi.

__ADS_1


"Akhirnya," batin Arga.


"Sudah jangan lebay," ucap Arga.


"Lebay bagaimana tuan, tuan mencium saya.."


"Ya terus kenapa, kau istri ku? terus untuk apa kau seperti di cium orang lain. Kalau Darka yang mencium mu bagaimana," ucap Arga.


"Darka??"


"Jangan di bahas.." Arga mengambil posisi untuk tidur.


"Tuan.." Citra masih tidak Terima dengan Arga, sudah mencium nya sekarang malah ingin tidur begitu saja.


"Ada apa lagi, masih kurang," tanya Arga.


"Kurang??"


"Oh kurang." Arga menarik Citra sampai Citra jatuh ke atas tubuh nya.


"Mau kehilangan nya malam ini," tanya Arga.


"Tuan.." Citra langsung tau apa yang Arga maksud kan.


Tut... tut... tut... Handphone Arga berbunyi dengan keras.


Arga mengambil nya dan langsung mengangkat nya.


"Halo.."


"Sayang kamu bisa ke rumah ayah besok," tanya Alam.


"Arga usahakan."


"Menginap seminggu, ayah tidak mau tau."


"Ayah.."


"Arga kamu sudah lama pergi dari rumah, ayah ingin menghabiskan waktu dengan Arga."


"Iya Arga usahakan," ucap nya.


"Sedang apa," tanya Alam.


"Tidak ada, ingin tidur."


"Ah masak tidur, kan ada istri main lah dengan istri nya. Jangan di anggurin."


"Ayah, aku.."

__ADS_1


"Apa!! jangan bilang kau.."


"Aku sudah bermain tadi, ya kali bermain harus laporan dengan ayah," ucap Arga.


__ADS_2