Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode Enam belas


__ADS_3

"Bagus Citra, aku suka jawaban mu," ucap Arga.


"Hanya suka jawaban ku? kamu tidak ingin memberikan cinta mu pada ku," tanya Citra.


Arga tersenyum Citra bertanya seperti itu, ia sedang mencoba untuk mengerti perasaan nya sekarang ini, terlalu cepat untuk mengatakan semuanya nya, Arga merasa lebih baik memahami semuanya dulu baru lah mengungkapkannya.


"Ya aku akan memberikan nya, kamu tunggu waktu nya saja ya," ucap Arga.


"Citra kita ke tempat kemarin yuk," ucap Arga.


"Kemana," tanya Citra.


"Tukang pijat kemarin, aku cocok dengan nya," jawab Arga.


"Oh bapak itu, kamu yakin mau, kalau mau Oke kita pergi sekarang," kata Citra.


"Iya aku mau.."


Citra dan Arga pun langsung bersiap-siap.


Tok.. tok.. tok... terdengar suara pintu kamar mereka.


"Aku buka," ucap Arga, tidak mungkin Arga meminta istri nya yang membuka nya karena Citra tidak memakai pakaian yang lengkap.


"Ayah," ucap Arga.


"Arga ayah ingin mengajak mu pergi ke luar."


"Aku akan pergi dengan istri ku," ucap Arga.


"Arga dengan ayah saja tidak mau? kan kamu tidak pernah pergi dengan ayah," kata Alam.


"Ayo nanti ayah cari kan obat kuat, kau pasti memerlukan nya," ucap Alam.


"Jangan sekarang ayah, nanti malam saja ya."


"Ya sudah nanti malam jam 7, kau rajin olahraga?"


"Yap kalau tidak olahraga aku akan lemas."


"Iya bagus tubuh mu, oh iya mungkin dua minggu lagi lah dokter yang mengobati kaki mu datang," ucap Alam.


"Tidak ayah, aku tidak mau, aku bisa mencari seseorang yg akan menyembuhkan ku," ucap Arga.


Arga tidak yakin dengan dokter yang ayahnya katakan, ia tau pasti ayah nya akan mencari dokter terbaik untuk nya. Tetapi bagaimana dengan mamah tiri nya dan Darka, kalau mereka tau Arga berobat pasti mereka berdua melakukan hal yang tidak tidak. Bukan sembuh Arga pasti akan jauh lebih buruk.


"Ayah.." Darka berjalan mendekati mereka berdua.


"Ada apa," tanya Alam.

__ADS_1


"Ayo jangan bilang lupa."


"Oh iya, hampir saja ayah lupa. Untung saja tadi Arga meminta pergi nya malam," ucap Alam.


"Bagaimana dengan mu, kau sudah lebih baik?"


"Apa urusan mu," ucap Arga.


"Arga adik mu hanya bertanya," kata Alam.


"Dia bukan adik ku, dia anak haram mu." Arga masuk ke dalam kamarnya dan membanting pintu kamar itu dengan kuat.


"Ya aku memang hanya anak haram," ucap Darka.


"Hey apa apaan kau, kau anak ku. Kau berasal dari benih ku, kesalahan yang aku buat dengan mamah mu tidak ada hubungannya dengan mu, kau anak ku tidak ada kata anak haram."


Darka selalu bisa mengambil hati ayahnya, ia sama dengan mamah nya yang begitu licik nya.


"Aku ingin adik," ucap Darka.


"Hey Darka, mamah mu sudah 40 tahun, mana mungkin kau mempunyai adik lagi," kata Alam.


"Hahaha kalau ayah rajin membuat nya, mana tau jadi."


"Dasar anak ini ya," ucap Alam.


Banyak cara yang Darka lakukan agar ayah nya selalu lebih memperhatikan nya dari pada Arga. Ayah nya hanya boleh menyayangi nya tidak dengan Arga.


"Kamu kenapa mas," tanya Citra.


"Tidak papa, mana pakaian ku kita berangkat sekarang," jawab Arga.


"Sebentar."


Citra sedikit bingung kenapa Arga tiba-tiba seperti ini, tadi Arga tampak bahagia sekarang terlihat mood nya kurang baik.


Setelah selesai bersiap siap mereka berdua pun pergi ke tempat kemarin. Arga mau ke tempat itu lagi karena ia merasakan perbedaan sebelum dan sesudah dari sana, seperti nya orang yang mengobati nya memiliki kemampuan yang bisa menyembuhkan diri nya.


"Kamu yakin ya kalau kamu pasti bisa sembuh, mana tau jodoh kamu berobat dengan dia," ucap Citra.


"Jodoh aku kamu Citra."


"Bukan itu maksudnya, maksud ku kamu cocok berobat dengan nya. Mana tidak mahal lagi," kata Citra.


"Berapa sekali bayar," tanya Arga.


"250 ribu, itu sangat murah untuk pengobatan seperti kamu."


"Oh ya ya, nanti berikan dua kali lipat nya," ucap Arga.

__ADS_1


"Citra aku tidak pernah memberikan mu uang."


"Hehehe kan aku dapat dari mamah dan ayah kamu, mereka berdua berkata Arga tidak bisa memberikan uang untuk aku karena Arga belum sehat. Aku mengerti kok, uang dari mereka juga aku gunakan untuk kamu," ucap Citra.


"Aku tidak enak dengan mu, nanti kalau aku sudah bisa bekerja kembali aku akan memberikan mu uang, sekarang kamu bisa menggunakan kartu ku sepuasnya, untuk jatah bulanan aku belum bisa memberikan nya," kata Arga.


Arga ingin sekali seperti kepala keluarga pada umum nya yang bisa memberikan uang bulanan setelah gajian. Tetapi diri nya saja tidak bekerja bagaimana bisa gajian.


"Ya mas," kata Citra.


Sebenarnya Arga juga masih memiliki tabungan yang sangat banyak, belum lagi jatah bulanan dari ayahnya, Arga sengaja membiarkan hal ini agar ayahnya tidak lepas tangan untuk kehidupan nya. Ia sangat tidak rela hanya anak haram itu yang selalu mendapatkan semua nya.


"Sudah sampai ayo mas, dia sudah menunggu kita," ucap Intan.


Intan dan Arga pun turun dari dalam mobil, mereka berdua masuk ke dalam rumah itu.


"Bagaimana?"


"Apa nya," tanya Arga.


"Ada perubahan kan? makin kuat kan?"


"Oh iya, mantap sekali pak, makan nya saya datang kembali karena sangat mantap pak," kata Arga.


"Hahaha ya pasti dong, percuma besar tapi kalau tidak kuat."


"Kau tenang saja, kau pasti sembuh kalau rajin ke sini."


"Iya Pak, saya sangat berharap saya bisa sembuh," ucap Arga.


Arga pun kembali di pijat, dari atas sampai bawa. Bukan hanya Pijatan biasa tegal beberapa terapi untuk memancing Syaraf syaraf kaki Arga agar kembali berfungsi kembali.


Arga paling tidak tahan jika sudah mulai di bagian paha atas nya, rasa nya benar-benar sangat sakit sekali. Arga sampai berteriak sangking sakit nya. Tetapi kalau bagian kalinya Arga tidak merasakan apa apa yang membuat nya tenang.


"Sudah, pulang lah. Rasakan perbedaan nya dua hari sampai tiga hari kedepannya."


"Terimakasih pak, Citra sudah berikan."


"Iya mas, kami terimakasih pak. Ini uang nya."


"Terimakasih yah, jangan lupa kembali lagi ya, pasti semua nya akan lebih baik."


Mereka berdua kembali pulang ke rumah, Arga merasa lebih semangat untuk sembuh, apalagi kegagalan nya kemarin yang membuat nya ingin bangkit lagi. Ia tidak ingin membuat Citra kembali kecewa untuk ke dua kali nya.


"Nanti malam aku akan kembali," ucap Arga.


"Kemana," tanya Citra.


"Bersama dengan ayah ku, tumben sekali dia mengajak ku pergi," jawab Arga.

__ADS_1


__ADS_2