Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode empat belas


__ADS_3

"Kau gila sembuh tidak sakit iya," ucap Arga.


"Kau pasti tidak sadar kau memiliki gangguan ereksi, percuma jika ukuran nya besar tetapi tidak kuat. Kau akan merasakan beda nya, tahan sebentar."


Arga terus berteriak dengan keras, kalau bisa tangan nya bergerak susah ia tonjok pria di depan nya ini.


Setelah beberapa saat Arga merasa lega karena orang itu sudah tidak memijat paha bagian atas nya, sekarang sudah pindah ke bagian kaki yang tidak memiliki rasa apa apa.


"Sakit?"


"Tidak ada rasa," ucap Arga.


"Ya sudah pulang dulu, kita lakukan dengan perlahan ya, rasakan perbedaan nya setelah ini."


"Terimakasih pak." Mereka berdua pun pergi meninggalkan tempat itu. Arga seperti marah pada Citra yang membawa nya ke tempat ini.


"Mas kamu marah," tanya Citra.


"Kenapa kamu membawakan ku ke tempat itu si, kau tau rasanya sangat sakit sekali."


"Mas kan demi kamu, nanti juga kamu merasakan perbedaan nya," kata Citra.


"Tidak ada rasa bedanya, sama saja," ucap Arga


Sesampainya di rumah Arga langsung masuk ke kamar, ia malas berhadapan dengan orang orang di rumah ini.


"Citra," ucap Arga.


"Iya, aku ingin mandi," kata Citra.

__ADS_1


"Terus buka baju di depan ku," tanya Arga.


"Hehehe aku buru buru mas," jawab Citra tanpa rasa bersalah, memang kalau sudah cinta tidak ada rasa malu lagi walaupun Citra tidak sepenuhnya Naked di depan Arga.


Citra pun berjalan masuk ke kamar mandi. Arga merasakan sesuatu yang berbeda pada diri nya. Tiba-tiba junior nya lebih sensitif dari biasa nya. Rasa nya juga sangat berbeda dari biasa nya.


"Sial dia bangun, karena hanya melihat Citra dia bangun," ucap Arga.


Sebelum nya Arga memang takut anu nya tidak berfungsi normal karena kecelakaan itu, tetapi junior nya selalu aktif di pagi hari walaupun tidak seperti sebelum kecelakaan, Arga merasakan junior nya lemah dari sebelum nya


Ntah bagaimana Arga merasakan junior nya kembali seperti semula, bahkan lebih baik lagi. Ia mengintip sedikit dan sangat terkejut dengan kegagahan Junior nya.


"Sial dia lebih gagah, memang ada pengaruh," ucap Arga.


Baru lah Arga percaya dengan orang itu, ia merasakan perbedaan yang sangat besar pada diri nya. Kalau begini sekarang pun ia sudah siap untuk mencetak anak.


Arga menunggu Citra keluar dari kamar mandi, ia menunggu Citra sambil memainkan handphone nya, kalau Citra mau ia sudah sangat siap sekali.


"Tidak, sini kamu," jawab Arga.


Citra yang masih memakai handuk berjalan mendekati Arga, ia naik ke atas kasur dan duduk di samping Arga.


"Mas kamu kenapa si," tanya Citra.


"Tidak papa, sini kenapa jauh jauh." Arga menarik Citra sampai Citra menempel pada nya, tubuh Citra terasah sangat wangi sekali, Justin bisa merasakan nya.


"Mas," ucap Citra.


"Ada apa," tanya Arga.

__ADS_1


"Kamu mau apa?"


"Mau diri mu boleh," tanya Arga.


"Kamu yakin mas, aku si its oke, tidak masalah," jawab Citra.


Arga yang awalnya sudah sangat sangat siap kenapa jadi Ragu, ia tidak ragu dengan kejantanan nya ia hanya Ragu dengan diri nya yang sulit untuk bergerak. Seperti yang Arga pilihkan sebelum nya, ia takut memberikan pengalaman pertama yang buruk untuk Citra.


"Kamu jangan ragu, kalau kamu ragu bagaimana dengan ku," ucap Citra.


"Aku sulit untuk bergerak, aku takut memberikan pengalaman yang buruk pada mu," kata Arga.


"Tidak ada pengalaman buruk mas, aku sangat bahagia melakukan nya dengan mu, aku siap menerima semuanya, aku dan kamu bisa saling melengkapi dan saling membantu satu sama lainnya."


Citra mendekati bibir Arga dan mencium nya perlahan, ia harus membangkitkan percaya diri Arga. Arga harus bisa melakukan nya dengan kepercayaan yang kuat, ia tau suami nya sudah ingin sekali, tetapi suaminya hanya ragu pada diri nya sendiri.


Tangan Citra melepaskan satu persatu kancing baju Arga, Arga yang sudah terbawa suasana mengikuti bagaimana Citra bermain.


Tanpa sadar Arga sudah melepaskan separuh pakaian nya. Ia mulai membuka ikat pinggang celana nya, Citra yang tau Arga kesulitan langsung membantunya. Adegan ini seperti adegan pada Film dewasa.


Mata Citra langsung terpejam saat celana panjang Arga lepas, ia tau itu ny Arga sudah bangun. Ya walaupun memang masih tertutup dengan d*laman tetap saja akan kelihatan.


Arga menarik Citra agar Citra duduk di atas nya, hal itu agar mempermudah kegiatan mereka berdua.


Tangan Arga sudah siap untuk menarik handuk yang menutupi tubuh Citra. Mereka berdua saling menatap beberapa saat, hal itu membuat Arga semakin yakin karena Citra begitu yakin pada nya.


"Boleh," tanya Arga.


"Lakukan, aku siap." Citra memberikan senyuman termanis nya.

__ADS_1


Dan jreng tangan Arga menarik nya, ia melepaskan pertahanan terakhir Citra sampai Citra tidak menggunakan apa apa. Mata Arga terbuka dengan lebar melihat bentuk tubuh istri nya secara nyata.


__ADS_2