
Pagi hari nya, semua orang mulai menjalankan aktivitas mereka masing-masing. Termasuk Arga dan Darka yang akan mulai bekerja hari ini. Ke dua nya sudah tampil tampan dengan menggunakan jas kerja mereka.
Sebelum pergi Citra membuat makanan terlebih dahulu untuk suami nya dan Darka. Kalau yang lainnya mereka langsung pergi tanpa sarapan, seperti nya sarapan di luar Vila. Untuk alam sendiri masih terlelap dengan selingkuhan nya karena pertempuran panjang kemarin malam.
"Makasih Citra," ucap Darka.
Jujur Arga cemburu Citra juga membuat sarapan untuk Darka, tetapi ya mau bagaimana lagi Darka yang mendorong kursi rodanya ke sana sini, tidak mungkin diri nya sarapan Darka tidak sarapan. Tak ada rasa terimakasih nya pada Darka.
"Sama sama," ucap Citra.
"Istri mu cantik dan pintar masak," kata Darka.
"Pasti lah, cari istri seperti nya," ucap Arga.
"Ah sulit, bagaimana aku menikah dengan istri mu juga."
"Istri ku bersuami dua begitu," tanya Arga.
"Ya iya lah, kan puas," jawab Darka.
"Mimpi mu terlalu tinggi, jangan harap untuk mendapatkan istri ku." Arga menoyor kepala Darka.
"Ayah mana," tanya Darka.
"Istirahat jangan di ganggu, tadi malam aku banyak berbicara pada nya, nanti kalau dia bangun pasti langsung menyusul kita," jawab Arga.
Arga harus mengawasi Darka agar tidak masuk ke dalam kamar ayah nya yang pasti kosong karena Alam tidur di kamar selingkuhan nya.
"Ayah pergi jauh dari mamah apa dia tahan tidak meminta jatah," kata Darka.
"Ya bukti nya, mamah mu saja kata ayah sudah jarang memberikan pelayanan."
"Ayah cerita? aku pernah beberapa kali melihat mereka anu, tidak sengaja sih. Memang gila ayah, dia seperti kingkong," ucap Darka.
"Hahhaa ya kau benar, itu nya raksasa untuk menurun ku aku," ujar Arga.
"Hhahaa ya kau benar, gila sekali. Sudah tua tapi masih jos."
"Ayah belum tua dia masih 45 tahun."
"Ya juga ya, tapi benar apa yang kau katakan untuk menurunkan pada anak nya, ya walaupun tidak seperti aslinya," kata Darka.
"Nanti kita minta resep nya, kau tenang saja," ucap Darka.
Sedikit banyaknya Citra tau apa yang mereka berdua bahas. Memang ke dua nya anak anak lucknut yang membicarakan anu ayahnya. Padahal tanpa anu ayahnya mereka berdua tidak akan ada. Tetapi Citra semakin senang karena mereka berdua semakin akur saja.
__ADS_1
"Enak sayang Terima kasih," ucap Arga.
"Sudah berangkat sana, nanti kalian berdua terlambat. Darka kau jaga abang mu dengan baik, jangan sampai terjadi apa apa pada nya. Kalian berdua jangan bertengkar lagi," kata Citra.
"Siap buk bos, boleh cium dulu tidak," tanya Darka.
"Mata mu, enak sekali kau mau mencium istri orang. Hanya aku yang boleh m*ncium nya." Arga menarik leher Citra dan m*ncium bibir Citra dengan lembut.
"Aku beranjak ya, kamu baik baik di rumah," ucap Arga.
"Iya sayang yang semangat kerja nya," kata Citra.
"Ih jijik." Darka menarik kursi roda Arga dan membawa Arga pergi dari sana.
"Darka kurang ngajar kau, aku belum selesai," ucap Arga.
"Bodoh amat, aku sangat jijik melihat mu seperti itu," kata Darka.
Mereka berdua pun pergi meninggalkan Vila.
Citra melihat selingkuhan ayah mertua nya keluar Darka kamar, wajahnya sangat cantik sekali, dapat di nilai wanita ini sangat lembut dan penurut. Citra sudah tau semua nya karena pagi tadi Arga sudah bercerita semua nya. Jujur Citra tidak suka ada nya perselingkuhan dengan alasan apapun, tetapi diri nya bukan siapa siapa untuk berbicara. Untuk nya tidak melakukan hal yang seperti ayah mertuanya lakukan sudah lebih dari cukup. Ia juga berharap Arga tidak selingkuhan seperti ayahnya. Pasti ada hal buruk yang menurun dari ayah nya, semoga tidak tentang perselingkuhan ini.
"Pagi," sapa wanita itu.
"Pagi," ucap Citra.
"Ada, mau saya buatkan mbak?"
"Tidak perlu, terimakasih atas tawaran nya, saya ingin membuat sendiri saja," kata Nita.
"Kamu istri nya Arga," tanya Nita.
"Iya mbak, saya istri nya Arga," jawab Citra.
Beberapa tanda merah terlihat di leher Nita, walaupun Nita berusaha untuk menutupi nya masih saja terlihat dengan jelas. Citra jadi ingat cerita Arga dan Darka tadi.
"Arga cerita semua nya pada mu," tanya Nita.
"Iya mbak, tapi tenang saja, saya bukan siapa siapa dan saya tidak akan pernah ikut campur," jawab Citra.
"Makasih yah," ucap Nita.
Setelah membuat teh hangat, Nita kembali ke kamar nya, ia juga membawa roti untuk Alam.
"Makasih," ucap Alam.
__ADS_1
"Aku bertemu dengan menantu kamu mas," ucap Nita.
"Dia sama seperti mu, lembut dan sangat cantik, pantas saja Arga tergila gila pada nya," kata Alam.
"Arga sudah berangkat," tanya Alam.
"Sudah seperti nya mas," jawab Nita.
"Aku akan segera meresmikan hubungan kita secara hukum," ucap Alam.
Sebenarnya mereka berdua sudah menikah secara sirih beberapa bulan lalu, tetapi untuk Nita itu percuma, bagi nya pernikahan itu resmi secara hukum.
"Aku takut mas, aku sudah mengambil kamu dari istri mu," ucap Nita.
"Sayang sudah, jangan kamu bahas lagi, sekarang selagi kita bisa menghabiskan waktu bersama sama, kita habiskan waktu bersama," kata Alam.
Darka dan Arga sudah mulai bekerja, mereka berdua membagi tugas dengan adil sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing. Seperti dugaan Alam kedua nya sangat keren jika di jadikan satu dalam sebuah pekerjaan.
Tapi tetap saja tidak semua nya bisa berjalan dengan mulus, ada saja masalah yang membuat mereka berdua adu mulut. Kalau urusan pekerjaan Arga memang lebih ulet dan lebih bisa di andalkan di bandingkan dengan Darka. Ada beberapa hal yang membuat mereka berdua adu mulut.
"Kau ni, sebenarnya bisa tidak sih," tanya Arga.
"Maaf maaf, aku tidak sengaja jadi kehapus semua nya," jawab Darka.
"Darka... Bagaimana semua nya bisa cepat selesai, semua yang kita suka siapkan dari rumah malah ke hapus, kau bodoh sekali!!"
Karena diri nya salah Darka hanya bisa diam walaupun Arga mengatai nya, memang semua kesalahan nya.
"Kau selesai kan semuanya sore ini, kau buat sampai benar-benar sama dengan sebelum nya," ucap Arga.
Arga pergi meninggalkan Darka, ia sangat kesal dengan pria itu. Semuanya sudah diselesaikan dari rumah dengan susah payah, sekarang malam di hapus tanpa kejelasan..
"Ahh pusing," ucap Darka.
Hampir satu jam Arga meninggalkan Darka, ia kembali karena sudah menyelesaikan pekerjaan nya yang memang tidak banyak atau karena diri nya terlalu pintar. Arga kembali mendekati Darka untuk melihat perkembangan nya.
Tangan Darka mendadak gemetar saat Arga melihat pekerjaan nya, ia sangat takut Arga karena kesalahan nya.
Karena kasihan dengan Darka. Arga pun memutuskan untuk membantu Darka, ia memberitahu bagaimana cara menyelesaikan semua nya dengan cepat.
"Makan nya kuliah sampai selesai, untuk apa kau hanya ngambil D3," ucap Arga yang diri nya sendiri sudah S2.
"Aku malas kuliah, pusing, sekarang saja sudah pusing," kata Darka.
"Kau punya pacar," tanya Arga yang belum pernah melihat pacar Darka sekali pun.
__ADS_1
"Tidak, aku menunggu jandanya istri mu," ucap Darka.