
"Seksi."
Citra cukup malu tidak memakai apa apa di depan suami nya. Ini pertama kali nya diri nya seberani itu. Melihat tatapan Arga yang penuh dengan n*fsu membuat Citra sedikit senang, itu tanda nya suami nya tidak masalah dengan tubuh nya.
Tangan Arga mulai bergerak memegang apa yang ada. Bibir mereka berdua kembali bersatu dengan tangan yang sudah kemana mana, suara suara aneh mulai keluar dari bibir ke dua nya.
Dua gunung yang tidak terlalu besar dan kecil sudah Arga jelajahi, tangan nya tidak pernah meninggalkan tempat itu, gemas dan suka menjadi satu ia terus mempermainkan nya sampai si pemilik seperti cacing kepanasan. Tubuh nya menegang di ikuti dengan nafas yang tiada beraturan.
"Enak," tanya Arga.
"Ya ya.. Mas.. Kamu benar-benar luar biasa."
Arga terus melakukan pemanasan sampai ke dua nya sama sama panas. Puas dengan tangan Arga menggunakan lidah dengan bibir nya. Sedangkan tangan nya menggapai yang bagian bawa sana.
Citra sudah tidak terkontrol suara yang semakin nyaring terdengar, nafas nya dengan terus terpacu dengan cepat, sudah tidak ada rasa malu lagi di antara mereka berdua .Citra sudah tidak yayang lagi karena ada sesuatu yang ingin meledak dengan kuat.
Arga meletakkan Citra ke ranjang, ia melepaskan pertahan terakhir nya yang membuat benda besar keluar dari tempat nya. Perlahan Arga merangkak naik ke atas tubuh Citra. Dengan keterbatasan nya, Arga cukup kesulitan beruntung Citra sadar dan memberikan Arga posisi yang tepat.
"Kamu siap," tanya Arga.
__ADS_1
Citra menarik nafas panjang, ia belum melihat seberapa besar milik Arga. Tetapi Citra sudah sangat yakin pasti rasa nya sangat sakit sekali.
"Siap."
Citra mulai merasakan milik Arga mengambil posisi nya. Karena penasaran Citra ingin melihat nya, ia menurunkan pandangan nya ke bawa.
"Ahkkk." Citra berteriak dengan keras sambil menutup mulut nya.
"Ada apa," tanya Arga.
"Besar sekali mas," jawab Citra.
"Kamu siap," tanya Arga.
"Siap siap."
Arga pun mulai melakukan nya, Citra langsung mengigit bibir nya dengan keras saat merasakan benda itu masuk ke dalam. Arga merasa sangat sulit untuk melakukan nya dengan keadaan nya sekarang. Beberapa kali ia coba Arga belum berhasil juga. Citra sudah menangis merasakan sakit yang luar biasa.
Beberapa menit berlalu Arga menyerah karena masih belum berhasil, apalagi tangisan Citra semakin kuat, ia tau pasti rasanya sangat sakit. Ia tidak tega mendengar tangisan Citra yang tertahan.
__ADS_1
"Lain kali saja," ucap Arga sambil menyingkir dari atas sana. Ia menarik Citra dan memeluk nya dengan erat.
"Maaf kan aku, aku lemah aku bisa menahannya," ucap Citra.
"Tidak tidak, ini bukan kesalahan mu, kita hanya perlu belajar."
Arga merasa yang seharusnya merasa bersalah itu diri nya bukan Citra.
"I love you.." Untuk mencairkan suasana Arga mengatakan kata cinta pada Citra, kata yang sebelumnya belum pernah terucapkan.
Mungkin memeng hari ini mereka berdua belum berhasil, mereka berdua mencoba untuk saling memenangkan diri satu sama lain, masih ada hari esok untuk melakukan nya kembali.
Dengan terjadi nya hal ini juga memberikan dampak positif untuk ke dua nya karena ke dua nya semakin dekat saja. Apalagi ke dua nya sudah tau dalam dan luar tubuh mereka masing-masing. Apalagi Arga yang sudah lebih berani lagi menggoda Citra.
Beberapa hari setelah hari itu. Di rumah ini terasah neraka bagi mereka berdua. Terlalu banyak orang yang tidak suka dengan mereka, Citra sendiri saja sudah beberapa kali bermasalah dengan orang di rumah ini, dari nenek Arga sampai dengan mamah tiri Arga. Darka sendiri bersikap manis pada Citra karena Darka suka dengan Citra
"Mas aku tadi bertemu dengan mamah mu," ucap Citra.
"Si Lina itu? dia berkata apa lagi," tanya Arga.
__ADS_1
"Kata dia aku hanya ingin harta mu, di tidak tau kalau aku hanya ingin cinta mu," jawab Citra