
Citra mendapatkan informasi yang sangat berharga, ia bisa memberitahu Arga agat berhati-hati di acara pernikahan itu. Arga pasti tidak akan membiarkan pernikahan mamah nya berantakan.
"Bagaimana sayang," tanya Arga.
"Sa.. sayang???"
"Ya sayang bagaimana? kamu tidak suka aku panggil sayang."
"Suka si, tapi aneh, kamu serius memanggil ku sayang," tanya Citra.
Citra agak aneh mendengar panggilan sayang dari Arga.
"Serius lah, kamu istri ku," jawab Arga dengan sangat percaya diri.
"Panggilan sayang tidak penting, ada yang lebih penting. Kamu tau Darka ingin mengacaukan pernikahan orang tua mu, bagaimana ini kamu harus mencegah semua ini."
"Apa mau nya, dia tidak ada masalah dengan orang tua ku, kenapa dia mau mengacaukan pernikahan mamah ku, awas saja ya akan aku bunuh dia," ucap Arga.
"Mas jangan aneh aneh deh, kamu hanya perlu mencegah hal ini terjadi," kata Citra.
"Iya iya nanti akan aku lakukan, mana mungkin aku diam saja acara pernikahan mamah ku rusak," ucap Arga.
Arga dan Citra keluar dari dalam kamar, Arga sengaja ingin lewat di depan Darka untuk menunjukkan kedekatan nya dengan Citra Pasti Darka akan terbakar api cemburu.
"Sayang cium aku di depan Darka," ucap Arga.
"Hahaha Oke oke, kamu sangat pintar membuat nya cemburu," kata Citra.
"Lihat saja lah.."
Dan tak lama mereka berdua melewati Darka, dengan cepat Citra mencium Arga. Hal itu membuat Darka langsung menaikan alis nya. Ia langsung memalingkan wajahnya agar tidak melihat mereka berdua, hati nya terasa sangat sakit.
"Sayang kami ni ya, kenapa tiba tiba mencium ku," ucap Arga.
__ADS_1
"Kamu terlalu tampan untuk tidak di cium," kata Citra.
"Arga Citra kalian mau pulang," tanya Lina.
"Iya tan," jawab Citra.
Citra mewakili Arga yang tidak mungkin mau berbicara dengan wanita itu.
"Arga tante kirim salam ya untuk mamah kamu, semoga mamah kamu bahagia," ucap Lina.
"Pasti mamah bahagia, mamah bahagia karena tidak mengambil suami orang, bagaimana seseorang bisa bahagia jika mengambil suami orang lain," kata Arga.
"Arga!! kau semakin menjadi ya, kau tidak lihat ada nenek dan kakek di sini."
"Nenek? kakek? dimana dia. Apakah mereka menganggap ku cucu nya, hanya Darka cucu mereka, aku bukan siapa siapa. Bukan begitu nek kek," ucap Arga.
"Arga, kamu ni ya, nenek masih menganggap kamu cucu, tapi kamu saja tidak tau diri. Baru seperti ini saja sudah sangat belagu, apalagi kalau sudah menggantikan ayah kamu."
"Ada apa ini, kenapa kalian semua menghakimi anak ku. Apa tidak bisa ada perdamaian di keluarga ini. Mamah ayah, dia anak ku, jangan membuat nya seperti orang asing. Dan kamu Lina, jangan berbicara dengan nya, sudah aku katakan berapa kali, dia tidak ingin berbicara dengan mu. Kamu seharusnya sadar diri," kata Alam. "
"Untuk apa? bukan nya itu malah memancing keributan. Kamu tau kan kalau tante Ismi dan mamah mu tidak dekat. Tidak perlu mengucapkan hal seperti itu di situasi seperti ini. Aku sudah sangat muak dengan situasi keluarga ini, kapan kita bisa akur kembali," ucap Alam.
"Alam kamu berbicara seperti itu di depan ayah dan mamah kamu sendiri."
"Ayah aku kepala keluarga di sini, aku pemimpin keluarga di rumah ini, ayah pasti paham dengan posisi ku. Aku tidak ingin membela siapapun lagi, sebelum nya aku selalu membelah kalian sampai lupa dengan anak ku. Sekarang aku tidak ingin mendengarkan siapapun. Mau Arga atau kalian semua, sekali salah tetap salah," ucap Alam.
"Untuk Arga, tolong sayang, ayah sangat menyayangi mu. Berbicara yang sopan padan nenek mu dan kakek mu, mungkin hubungan kalian berdua sudah tidak dekat seperti dulu Tetapi tidak baik jika kamu berbicara kasar pada mereka. Mau bagaimana pun mereka itu orang tya yang harus di hormati."
"Maaf," ucap Arga.
"Sudah tidak ada pertengkaran lagi di sini, Arga tetap anggota keluarga ini. Jangan musuhi dia, dia pewaris ku selanjutnya. Atau anak nya nanti yang akan mewarisi ku."
Alam berusaha untuk menjadi penengah untuk mereka semua. Ia sudah sangat muak dengan perpecahan keluarga nya. Dulu keluarga nya sangat akur, tetapi sekarang kenapa malah seperti ini.
__ADS_1
"Nek kek aku minta maaf," ucap Arga.
Arga memberikan kode agar Citra membawa nya pergi dari sana.
Di perjalanan ke pulang, Arga tampak diam, ia seperti memikirkan hal yg baru saja terjadi di rumah tadi.
"Mas kamu jangan memikirkan hal tadi ah, untuk apa si kamu pikirkan, biarkan mereka berkata sesuka mereka," ucap Citra.
"Ayah ku benar-benar membelah ku di depan mereka semua, ini sangat luar biasa sayang," kata Arga.
"Jadi kamu memikirkan hal itu," tanya Citra.
"Iya aku memikirkan hal itu, jarang sekali dia mau membelah ku," jawab Arga.
Apakah kepercayaan ayah nya sudah mengatakan lagi pada Arga. Arga tidak tau itu yang jelas ia sangat senang sekali hari ini. Mamah tiri nya pasti sedang kebakar emosi.
"Ahkkk aku membenci nya.."
"Mamah sabar, jangan terlalu bar bar, ayah sudah hampir lepas dari pengaruh mamah, kalau ayah lepas dan yang lainnya juga lepas siapa yang akan membela kita. Jangan sampai hal itu terjadi mah," ucap Darka.
"Semenjak Arga menikah semuanya jadi kalau. Wanita itu benar-benar penyelamatan untuk Arga," kata Lina.
"Mamah sabar dan tenang, aku sedang berusaha untuk mengambil nya dari Arga, aku yakin aku bisa mengambil wanita itu," ucap Darka.
Arga dan Citra sudah sampai di rumah, Arga memutuskan untuk berbicara dengan Yoga sedangkan Citra membahas pakaian pernikahan dengan Ismi. Ada hal yang ingin Arga katakan pada calon ayah nya ini.
"Kau serius Arga," tanya Yoga.
"Iya paman, paman harus memperketat pengawasan, aku juga sudah meminta orang yang biasa membantu ku untuk mengamankan acara ini, tetapi aku tidak yakin," jawab Arga.
"Sial, hanya aku yang membela mu di rumah itu, pasti mereka tidak suka dengan ku dan ingin menghancurkan pernikahan ku," ucap Yoga.
"Mereka semua sangat busuk paman, nenek dan kakek sudah terpengaruh oleh dua ular itu, aku saja selalu di asing kan di keluarga itu," kata Arga.
__ADS_1
"Memang benar, mereka berdua sangat berbahaya. Aku tidak akan membiarkan mereka mengacaukan acara ku, aku aja membantu mu untuk memberikan pengawasan yang kuat, mereka berdua juga tidak aku perbolehkan untuk datang ke acara pernikahan ini. Aku juga tidak memiliki hubungan yang baik pada mereka."