
"Its oke semua nya akan baik baik saja, jangan takut Darka," ucap Arga.
Darka hanya bisa diam, ia benar-benar terpukul dengan kenyataan ini. Ia sangat takut rumah tangga ayah dan mamah nya hancur, ia sangat takut ayah nya akan mendepak nya dari keluarga ini. Secara diri nya tidak seperti Arga yang lahir setelah pernikahan. Ia hanya anak haram ayah dan mamah nya.
Di sepanjang perjalanan Darka hanya diam, jujur hal itu membuat Arga tidak enak hati. Mereka berdua sudah sangat dekat, sudah mulai membuang ego mereka masing-masing. Arga jadi menyesal telah mengatakan hal itu pada Darka, seperti nya terlalu cepat ia mengatakan nya.
Sesampainya di Vila mereka berdua masuk ke dalam kamar masing-masing. Arga masih tidak enak dengan Darka, ia bingung harus bagaimana untuk memenangkan Darka.
"Ah kenapa jadi aku yang tidak tenang begini Arga kenapa kau terlalu terburu buru," ucap nya dalam hati.
"Kamu kenapa mas," tanya Citra.
"Tidak papa, kamu tidur sayang, sudah malam ini, besok pagi baru kita buka yang aku beli tadi," jawab Arga.
"Iyaa mas."
__ADS_1
Karena tidak bisa tidur Arga memutuskan untuk keluar kamar, ia yakin semua orang sudah pada tidur, Arga membawa kursi roda nya ke kulkas untuk minum.
Saat minum Arga mendengar suara yang tidak jelas dari kolam renang. Ia yang penasaran mendekat kolam renang secara perlahan.
Dari belakang Arga bisa tau jika itu Darka, ia yakin Darka pasti sedang bingung tak enak hati dan memikirkan kehidupan nya serta rumah tangga orang tua nya. Dulu Arga juga merasakan hal yang sama, ia tau rasa nya sangat tidak enak, dulu ia hanya bisa menangis di gudang karena tak ada tempat untuk nya cerita.
"Hey kenapa," tanya Arga
"Eh kau belum tidur, aku tidak bisa tidur," jawab Darka.
"Hmmm, aku sangat takut," jawab Darka.
Arga duduk di samping Darka, ia sudah pernah di posisi itu. Darka membutuhkan orang untuk mendengarkan ketakutan nya.
Mereka berdua berbeda ibu tetapi satu ayah. Mau bagaimana Darka adik Arga, Arga yang memiliki hati tidak pernah tega melihat adik nya hancur seperti ini walaupun semua ulah dari nya. Berbeda dengan Darka dulu yang sengaja membuat Arga lumpuh. Sekarang ia merasakan semuanya, karma sedang berjalan menimpa Darka, mempertanggungjawabkan apa yang Darka lakukan di masa lalu nya.
__ADS_1
Arga bercerita apa yang ia rasakan dulu, dari diri nya tau ayahnya mempunyai anak wanita lain, orang tua nya pisah sampai dengan kecelakaan yang menimpa nya. Apa yang Darka sekarang tidak ada apa apa nya dengan apa yang Arga rasakan sebelum nya. Darka langsung sadar dengan apa yang ia lakukan dulu pada Arga. Bagaimana mungkin bisa ia melakukan hal buruk pada abang seperti Arga.
"Maafkan aku.." Darka langsung memeluk Arga.
Ia menangis memohon maaf pada Arga, rasa bersalah, rasa takut, dan semua rasa bersatu menjadi satu. Air mata nya tidak bisa di tahan lagi.
"Maafkan aku Arga, maafkan aku.. Hiks hiks hiks.."
Arga hanya diam, ia bingung dengan dirinya, kata maaf memang sangat mudah untuk di ucapkan tapi sulit untuk di lakukan. Arga bisa saja mengatakan memaafkan Darka tetapi hati nya, apakah benar-benar bisa memaafkan Darka.
Sekali lagi kedewasaan Arga di uji, ia akan menjadi seorang pemimpin di masa depan, banyak hal yang akan ia lalui dan pasti akan lebih sulit, jika sekarang diri nya tidak bisa mengaktifkan keputusan bagaimana di masa depan nanti.
"Jangan melakukan hal yang membuat ku kecewa lagi Darka," ucap Arga.
Ia membalas pelukan Darka sambil mengusap punggung nya, untuk apa dendam dengan apa yang sudah terjadi, apalagi seseorang yang melakukan hal ini pada nya sudah benar-benar menyesal dan meminta maaf padanya. Untuk Darka Arga bisa memaafkan nya, tetapi untuk mamah Darka, mungkin mustahil untuk Arga maafkan.
__ADS_1