
"Apa! tanyakan sekali lagi," ucap Alam.
"A.. ayah... tii.. tida selingkuh kan.." Darka benar-benar takut dengan pertanyaan nya.
Dengan cepat Alam menarik kera baju Darka.
"Kau jangan pernah ikut campur urusan pribadi ayah mu. Berani kau bertanya seperti itu. Kau tau Arga, saat Arga tau ayah selingkuh dengan mamah mu, apa dia bertanya seperti itu, jelas tidak. Karena dia tau apa yang akan di dapatkan jika bertanya hal itu," ucap Alam.
"Ma.. maaf yah,.. Aaa.. aku hanya takut ayyyaaah selingkuh, aku kasihan dengan mamah." Darka sudah gemetar melihat kemarahan ayahnya.
"Fokus dengan diri mu sendiri, masuk ke kamar mu," ucap Alam.
"Ayah, berarti benar..."
"Mau benar atau tidak apa urusan mu Darka, kau benar-benar ya.." Tangan Alam sudah hampir melayang ke arah Darka.
"Ayah.." Arga yang melihat hal itu langsung mendekat.
"Arga.."
"Ada apa yah? kenapa ayah mau memukul Darka," tanya Arga.
"Tidak ada," jawab Alam.
"Darka jangan pernah ikut campur urusan ayah," ucap Alam.
"I.. Iya.."
"Kenapa kau malam malam ini begini keluar kamar sendiri pulak," tanya Alam.
"Mau ambil makanan," jawab Arga.
"Darka bantu abang mu, ayah buru buru."
"Jangan keluar sendirian Arga, kau bisa jatuh," ucap Alam.
"Im fine ya, aku tidak papa. Ya sudah kalau ayah mau pergi, aku dengan Darka."
"Ayah pergi, kalian berdua yang akur." Alam pergi meninggalkan mereka berdua.
"Ada apa," tanya Arga.
"Kepo sekali kau, kau pasti senang aku mau di pukul ayah," ucap Darka.
"Hahaha ya senang lah, kau sudah aku katakan, jangan ikut campur urusan ayah. Dia memang sayang pada kita tapi dia bisa melakukan hal yang tidak kita duga," kata Arga.
__ADS_1
"Aku mau tanya bagaimana saat kau tau ayah selingkuh dengan mamah ku."
"Kau datang saat aku sudah remaja, pasti aku marah, apalagi perselingkuhan mereka berdua sudah sebelum ayah dan mamah ku menikah, tapi mamah ku menahan agar aku tidak berbuat hal yang membuat ayah mengusir ku dari rumah. Aku hanya marah dengan tidak berbicara dengan nya, bukan ikut campur urusan nya," ucap Arga.
"Sekarang apa kau merasakan nya, hahaha itu rasa nya Arga. Itu hal yang aku rasakan dulu." Arga benar-benar puas satu persatu orang yang berbuat buruk pada nya terkena imbas nya.
"Kalau tidak karena di rumah sudah aku dorong kau ke lantai dasar." Begitu kesal nya Darka pada Arga.
"Ayo antar aku ke lantai bawa, istri ku lapar, dia kelelahan karena melayani ku," ucap Arga.
"Terus terus, katakan terus. Kau tau aku suka dengan istri mu, kau sengaja membuat ku sakit hati mendengar nya."
"Hahaha rasakan lah, salah siapa suka dengan istri orang lain," kata Arga.
Arga dan Darka berada di lantai dasar, mereka berdua duduk berdua memakan beberapa makanan yang masih tersedia.
"Apa istri mu..
"Tidak usah kau bahas istri ku, dia milik ku, kau cari saja istri untuk mu," ucap Arga.
"Aku hanya tanya apakah dia ikut dengan kita ke. luar kita," tanya Darka.
"Oh itu, ya jelas lah dia ikut," jawab Arga.
"Kau lumpuh bagaimana cara nya kau membuat anak," tanya Darka.
"Darka Citra sangat jago, dia selalu mengatakan cinta pada ku," ucap Arga.
Hati Darka benar-benar terbakar api cemburu dan lagi otak nya masih bingung dengan ayahnya, ingin rasa nya dia lari dari tempat ini.
"Rasakan semua nya Darka, rasakan, ini belum ada apa apa nya dengan apa yang aku rasakan dulu," batin Arga.
Ke dua nya pun kembali ke kamar masing-masing..
...☘️☘️☘️...
Hari kepergian Arga, Citra serta Darka keluar kota sudah tiba, mereka bertiga sudah berada di dalam perjalanan. Waktu yang di tempuh akan cukup lama sekitar 4 jam perjalanan kalau tidak ada halangan. Hal itu membuat mereka membawa supir, tidak mungkin Darka menyetir sendiri, Arga tidak bisa nyetir karena kondisi nya.
"Oh iya, jadi ayah akan menyusul juga," tanya Arga.
"Iya Arga, tapi lusa mungkin ya. Kalian tunggu saja di Vila," jawab Alam.
"Iya yah, kami juga cukup lama du sana, kami tunggu ayah," ucap Arga.
"Ada apa," tanya Darka.
__ADS_1
"Lusa ayah akan ke Vila tempat kita," jawab Arga.
"Oh, bagus lah."
"Darka aku dengar mamah mu dengan ayah bertengkar tadi malam," ucap Arga.
"Bukan urusan mu," kata Darka.
"Hahaha ya memang bukan si, tapi aku hanya berpesan selamat menikmati," ucap Arga.
Mungkin tidak sampai bulan depan Arga akan membongkar semua kebusukan Darka dan mamah nya. Ia masih menunggu bukti apakah ayahnya benar-benar selingkuh atau tidak. Untuk Darka sendiri Arga belum tau, apakah ia menyelamatkan nya atau tidak, ia masih benci dengan Darka.
"Sayang kamu tidak gila kan senyum senyum sendiri," tanya Citra.
"Hahaha ya tidak la, kamu ada ada saja," jawab Arga.
"Tenang Citra, suami mu gila ada aku yang siap menggantikan nya," ujar Darka.
"Mata mu." Arga melemparkan botol air ke Darka.
"Hahaha kalau kau Gila, dari pada istri mu dengan pria lain bagus dengan ku, sudah jelas aku mencintai nya," ucap Darka.
"Lebih baik istri ku menikah dengan orang lain dari pada dengan mu, jangan pernah berharap kau bisa menikah dengan istri ku."
Perjalanan ini hanya di penuhi oleh pertengkaran Arga dan Darka saja. Ada saja hal yang membuat mereka adu argumen. Tetapi tanpa mereka berdua sadari dengan seperti itu lah hubungan ke dua nya semakin dekat saja.
"Sayang," ucap Arga.
"Iya ada apa," tanya Citra.
"Aku ingin itu, tolong suapi aku."
"Jijik anjay, jangan seperti itu kau," ucap Darka.
"Suka suka ku lah, dia istri ku, dan sudah menjadi kewajiban nya melayani ku." Arga sengaja melakukan hal ini, sudah pasti ingin membuat Darka cemburu pada nya. Apalagi yang seru di lakukan dalam perjalanan panjang ini kalau tidak membuat Darka terbakar api cemburu.
Di tempat lain. Pertemuan Ismi dan Alam setelah pernikahan Ismi dengan Yoga kembali terjadi Tiba-tiba Alam meminta bertemu dengan Ismi empat mata tanpa Yoga. Karena ke dua nya sudah baikan Ismi pun tidak masalah, ia yakin Alam tidak akan macam macam.
"Ada apa mas," tanya Ismi.
"Sebelumnya terimakasih sudah mau bertemu dengan ku," ucap Alam.
"Hahaha santai saja mas," kata Ismi.
"Kau sudah hamil, kau terlihat gemuk," tanya Alam
__ADS_1
"Seperti nya masih dalam proses."