Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode tiga satu


__ADS_3

"Bisa," tanya Darka.


"Bisa, terimakasih," jawab Arga.


"Aku membawa makanan, ayo kalian makan dulu sebelum masuk ke dalam, ini akan menghangatkan tubuh kalian," ucap Citra.


"Terimakasih calon istri yang baik," kata Darka.


Citra tidak pernah menanggap apa yang di katakan Darka pada nya serius, ia menganggap semua nya hanya candaan dari Darka saja.


"Sayang, ini apa," tanya Arga.


"Susu puding jahe, enak kan hangat untuk tubuh kita," jawab Citra.


"Arga, nanti malam keluar yuk," ujar Darka.


"Kemana," tanya Arga.


"Kau tidak ingat tempat kita nongkrong dulu," ucap Darka.


"Apa masih ada? itu sudah sangat lama," tanya Arga.


"Mana tau ada, kalau kau tidak mau aku berangkat sendiri saja," jawab Darka.


"Kau tidak masalah mendorong kursi roda ku," tanya Arga.


"Aku tida masalah, kan aku yang mengajak mu pergi, berarti aku siap bertanggungjawab dong."


"Ya sudah nanti malam gas kita ke sana, sayang kamu tidak papa di rumah," tanya Arga.


"Tidak papa, aku sekalian menunggu ayah, mana tau ayah datang lebih cepat," jawab Citra.


Setelah berenang bersama dan berganti pakaian. Arga dan Citra ke kebun buah dan sayuran. Mereka berdua di temani penjaga kebun itu yang memang milik Vila mereka. Kebun ini khusus untuk mempermudah orang yang menginap di Vila, biasanya keluarga Arga pasti setiap bulannya ada yang datang. Sisa sayur dan buah yang tidak habis di panen biasa nya di bagikan warga Sekitar.


"Wah sangat keren sekali, sayuran nya semuanya hijau dan sangat segar," ucap Citra.


"Hahaha iya sayang, kamu ambil untuk masak nanti malam, jangan banyak banyak untuk beberapa kali masak saja, kalau habis bisa kamu ambil lagi."


"Sayang aku juga mau buah buah segar itu, enak sekali di buat jus buah, makanan dari buah segar, hmm es buah juga sangat enak," ucap Citra.

__ADS_1


"Kita habiskan semua nya," kata Arga dengan sangat semangat sekali.


Dari atas balkon Darka melihat semuanya, ia benar-benar iri dengan Arga yang mendapatkan Citra, bermesraan dengan Citra yang begitu sempurna di mata nya.


Ia sudah tau diri nya tidak akan pernah mendapatkan Citra. Citra hanya untuk Arga dan Arga banyak untuk Citra, ke dua nya memang pasangan yang sangat sempurna. Kata kata godaan yang sering ia lontarkan pada Citra hanya candaan untuk membuat Arga sedikit cemburu, walaupun kadang berhasil kadang juga gagal. Darka sendiri sudah tau Citra menganggap semuanya candaan, itu sebabnya Citra tidak pernah marah pada nya.


"Ah Darka semoga kaun mendapatkan wanita yang sama dengan Citra, kalau bisa sih lebih baik lagi," ucap nya.


Malam hari nya, mereka bertiga kumpul di ruang makan menikmati makanan dari buah segar yang Citra buat. Arga dan Darka sudah rapi karena malam ini mereka berdua akan pergi sesuai dengan yang mereka rencana kan tadi.


"Jam berapa kalian pergi," tanya Citra.


"Sekarang yuk," jawab Darka.


"Kalian hati-hati. Darka jaga suami ku dengan baik, awas saja kau macam macam pada nya," ucap Citra.


"Hahaha siap siap, kalau dia mati kan ada aku yang siap menggantikan nya."


"Kau berkata aku mati terus, kau ingin aku mati ya," ucap Arga yang kesal sendiri.


"Hahaha bercanda, ayo kita pergi nanti keburu terlalu malam," ucap Darka.


"Iya sayang, bersenang senang lah." Citra sangat senang suaminya dan Darka pergi bersama, itu tanda nya hubungan mereka berdua semakin dekat saja.


Darka dan Arga pun pergi meninggalkan Vila, tanpa ada rasa kesal Darka mendorong kursi roda Arga kemanapun ia pergi. Ia seperti memiliki tanggung jawab atas Arga.


"Masih buka Darka," ucap Arga.


"Hahaha sudah aku katakan masih buka kan, dulu pertama kali kita ngobrol banyak kan di sini," kata Darka.


"Ya aku ingat, ayo masuk. Apakah masih sama," ucap Arga yang sangat semangat sekali.


Malam ini ke dua nya lebih akur dan bersenang-senang bersama sama. Ntah sampai kapan mereka berdua di tempat itu, Arga tersadar karena jam tangan nya berbunyi.


"Sial sudah tengah malam, ayo pulang," ucap Arga.


"Ayo pasti ayah sudah dalam perjalanan ke sini, takut nya dia marah melihat kita baru pulang tengah malam," kata Darka.


Mereka berdua pun kembali ke Vila, saat sampai Vila beberapa mobil juga sampai dan itu rombongan orang kantor yang Alam katakan akan datang.

__ADS_1


"Dimana ayah," tanya Arga.


"Aku di sini," kata Alam sambil mendekati mereka berdua.


"Kalian jam segini baru pulang dari mana," tanya Alam.


"Hahaha maaf ayah, biasa lah," jawab Darka.


"Nah begitu dong kalian kompak, ayah kan senang ayo masuk," ucap Alam.


Dari beberapa orang yang datang mata Arga tertuju pada satu wanita yang pernah Arga lihat. Wanita itu seseorang yang mengaku teman Alam saat di kantor. Karena melihat wanita itu Arga jadi semakin yakin ayahnya selingkuh.


"Ini baru cocok jadi selingkuh, bodi bagus, wajah cantik tidak seperti mamah nya Darka," batin Arga.


Satu persatu mereka masuk ke dalam kamar masing-masing karena memang sudah sangat malam. Malam ini Arga tidak bisa bisa tidur, ia masih penasaran dengan wanita itu. Apakah benar selingkuhan ayah nya atau bukan.


"Mas kamu sudah kembali, kenapa tidak membangun kan ku," ucap Citra yang terkejut melihat Arga sudah di samping nya.


"Hehehe maafkan aku sayang, aku tidak membangun mu karena kamu sudah tidur terlalu lelap," ucap Arga.


"Ya sudah ayo tidur kenapa masih diam," tanya Citra.


"Tidak bisa sayang. Ayah sudah datang, nah di rombongan kantor ada wanita yang menurut ku mencurigakan, apa wanita itu selingkuhan ayah,* tanya Arga.


"Hmmm bisa jadi mas. Ini bisa menjadi kesempatan ayah untuk berlibur dengan selingkuhan nya," ucap Citra.


"Selingkuh adalah hal paling egois yang dapat dilakukan seseorang dalam suatu hubungan! Jika kamu tidak senang dengan orang yang bersamamu, akhiri saja. Sesederhana itu," kata Citra, ia sebenarnya cukup kesal dengan ayah mertua nya yang suka sekali selingkuhan. Ntah apa yang ayah mertua nya cari dari wanita.


"Sayang untuk kasus ayah berbeda, aku tida tau pasti alasan nya. Sudah lah sekarang kita tidur dulu," ucap Arga.


Arga dan Citra pun memutuskan untuk tidur.


Baru beberapa menit Arga tidur, matanya kembali terbuka dengan lebar. Ia beranjak dari atas ranjang dan naik ke atas kursi roda nya.


"Aku penasaran," ucap Arga.


Arga sudah tau dimana kamar ayah nya dan dimana kamar wanita itu. Kamar ayah nya tepat di samping kamar nya. Sedangkan kamar wanita itu berada di atas.


"Ahh sayang.."

__ADS_1


__ADS_2