Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode dua lima


__ADS_3

Ternyata banyak yang Alam bahas. Arga dan Darka tidak menyangka Alam sudah mempersiapkan banyak hal untuk mereka berdua. Ke dua nya jadi akur sejenak membahas rencana ke depan nya.


Ini lah yang alam inginkan. Arga dan Darka duduk bersama di depan nya dengan kepala yang dingin tanpa ada ketegangan di antara ke dua nya. Memang sulit terjadi, ke dua nya memiliki isi otak yang berbeda.


"Ayah aku tidak setuju," ucap Arga


"Kenapa kau tidak setuju, ini sudah yang terbaik," kata Darka.


"Tau apa kau tentang yang terbaik, ini tidak yang terbaik. Kalau yang terbaik tidak mungkin merugikan orang lain."


"Sudah untuk apa kalian bertengkar, ini hanya rencana saja," ucap Alam.


"Untuk sekarang kalian berdua akan ayah tempat kan di tempat yang sama," kata Alam.


"Ayah aku dan Darka tidak akan bisa bekerja sama, aku dan Darka tida memiliki kecocokan dalam segi apapun," tolak Arga.


"Dia akan merepot kan ku yah, tolong pikirkan lagi, aku tida ingin hanga mengurus dia saja," ucap Darka.


"Kau dengar, aku tidak akan pernah merepotkan my, kau bukan siapa siapa ku," kata Arga.


''Belum apa apa kalian berdua sudah tidak akur, ayah mohon hanya untuk proyek ini saja, selesaikan dengan sangat baik dengan kerja sama di antara mereka berdua," ucap Alam.


Arga dan Darka tampak sama sama berpikir, Dartka merasa harus mengambil tawaran ini agar ayah nya simpati pada nya, kalau Arga sendiri memiliki rencana lain, ia tidak butuh simpati dari siapapun.


"Oke aku mau yah, aku tidak ingin egois, aku bisa mengalah untuk nya," kata Darka.


"Bagus Darka, ayah tau kau jauh lebih bisa ayah atur, dan kau sangat bisa ayah percaya," ucap Alam.


"Yes aku juga mau, aku mau bukan karena ingin mengambil simpati ayah, tetap;i aku mau karena aku memiliki tangung jawab dan hak."

__ADS_1


"Apapun alasan kalian berdua ayah sangat senang kalian mau menyelesaikan sebuah proyek bersama. Sudah cukup untuk hari ini, Arga kau bisa tinggal di sini beberapa hari ke depan, banyak hal yang ingin ayah katakan pada mu ke depan nya," kata Alam.


"Iya yah, aku juga sudah ada niat untuk menginap di sini." ucap Arga.


Arga dan Darka pun keluar dari ruangan itu.


"Istri mu cantik, aku tertarik dengan nya," ucap Darka.


"Hahaha tidak cukup mengambil keluarga ku, hak ku dan kebahagian ku, sekarang kau mau mengambil istri ku, kau pikir kau bisa melakukan nya. Jangan bermimpi."


"Tunggu saja waktu nya," ucap Darka.


"Tunggu waktu nya apa? kehancuran mu? kau jangan macam macam dengan ku Darka, apa kau tidak sadar semua yang kau lakukan hanya demi kesenangan mamah mu, apa kau tidak sadar siapa yang paling bahagia sekarang? apa kau tidak sadar dengan apa yang kau lakukan itu tidak membuat mu bahagia."


Arga memilih pergi dari sana. Sedangkan Darka terdiam sesaat mencerna apa yang Arga katakan padanya.


"Kenapa aku merasa apa yang dia katakan ada benar nya juga, tidak semua yang aku lakukan sekarang hal yang aku sukai, tidak membuat ku senang, lalu untuk apa aku melakukan nya."


"Sayang kamu kenapa si," tanya Citra.


"Kamu sudah tidak usah berhubungan lagi dengan Darka, aku sudah cukup mendapatkan informasi dari nya," jawab Arga.


"Ah kamu pasti cemburu ya, hahaha aku si tidak papa kalau mengakhiri sandiwara ini, lagi pula kita sudah tau semua yang Darka rencanakan dan lainnya," kata Citra.


"Ya sudah cukup lah, nanti aku mengatakan di chat jika kamu sudah mencintai ku dan tidak ingin mengkhianati ku," ucap Arga.


"Tidak perlu sayang, lebih baik aku bertemu langsung dengan nya, aku ingin mengatakan nya langsung agar dia lebih percaya. Ada yang ingin aku katakan juga pada nya."


"Ya sudah kamu boleh bertemu langsung dengan nya, tapi ingat jangan macam macam dan kamu harus lebih berhati hati dengan nya," ucap Arga.

__ADS_1


"Iya sayang, cinta ku dan sayang ku." Citra mengecup dahi Arga untuk menghilangkan rasa cemburu yang Arga alami.


Arga mengatur pertemuan Citra dan Darka di dekat kolam renang, agar ia bisa memantu mereka berdua dari atas, ia takut istri nya di apa apain oleh Darka, manusia gila yang pernah Arga kenal.


"Ada yang ingin kamu katakan, kenapa kamu minta bertemu,'' tanya Darka.


"Oke Darka aku ingin berbicara serius. Aku ingin mengakhiri hubungan kita, aku sudah mencintai suami ku dan aku tidak ingin mengkhianati nya, Darka aku tau kamu orang yang sangat baik, aku tau semua yang kamu lakukan sepenuh nya bukan keinginan mu. Tidak ada kata terlambat untuk berubah Darka, cepat berubah sebelum terlambat."


Dara diam mematung mendengar apa yang Citra katakan, Citra memang tidak mungkin bisa menjadi milik nya, Arga memang cacat tetapi ada yang Arga miliki yang tidak ada pada diri nya.


"Aaaa...aku tau kamu memang tidak mungkin menjadi milik ku, aku sudah tau cinta ku hanya bertepuk sebelah tangan, terimakasih sudah menjadi bagian dari hari hari ku. Terimakasih telah mendengar semua cerita dan ketakutan yang aku alami, terimakasih telah mengingatkan ku," ucap Darka.


Respon positif dari Darka membuat citra senang, ia yakin pria satu ini tudak berbuat kesalahan lebih jauh lagi.


"Iya sebisa mungkin aku akan selalu mengingatkan mu, aku harus pergi, terimakasih Darka."


Citra tidak ingin lama lama agar suami nya tidak cemburu, ia sadar suami nya mengintai dari balkon sejak tadi.


Arga tenang istri nya tidak di apa apain Darka. Ia masih melihat Darka yang tampak menyedihkan dari atas sana. Arga jadi ingat dulu bagaimana hubungan nya dengan Darka yang tidak terlalu buruk. Ada rasa kasihan di hati nya melihat Darka di bawa sana.


"Mamah mu yang membuat mu seperti ini, mamah mu ingin kekuasaan, mamah mu ingin semuanya jadi milik nya," ucap Arga.


"Sayang sudah siap," kata Citra.


"Bagus lah, apa yang kamu katakan pada nya," tanya Arga.


"Oke aku akan mengulang nya.."


"Oke Darka aku ingin berbicara serius. Aku ingin mengakhiri hubungan kita, aku sudah mencintai suami ku dan aku tidak ingin mengkhianati nya, Darka aku tau kamu orang yang sangat baik, aku tau semua yang kamu lakukan sepenuh nya bukan keinginan mu. Tidak ada kata terlambat untuk berubah Darka, cepat berubah sebelum terlambat."

__ADS_1


Citra benar-benar mengatakan nya dengan persis agar Arga tidak berpikir yang tidak tidak.


"Bagus lah, memang harus seperti itu, aku sudah cukup mendapatkan informasi dari nya, mungkin beberapa minggu aku juga akan bertemu dengan nya, ada proyek untuk kami berdua," kata Arga


__ADS_2