
Keesokan harinya, Arga masih belum bertemu dengan Darka, ntah kemana anak itu yang membuat Arga sedikit khawatir. Ia takut Darka melakukan hal yang tidak tidak, bisa jadi karena stress Darka gelap mata, tetapi Arga yakin Darka tidak mau sampai seperti itu.
"Arga," ucap Darka yang datang dari belakang nya.
"Kau dari mana saja sih," tanya Arga dengan sedikit emosi.
"Hahaha aku menginap di rumah paman, aku mendaftarkan diri ku dalam pelayaran dan langsung di setujui," jawab Darka.
"Maksudnya," tanya Arga.
"Iya aku akan berlayar keliling dunia, aku akan belajar dan bekerja di kapal," jawab Darka.
"Kau seriuss? kenapa mengambil keputusan ini tiba-tiba??"
"Ntalah aku ingin pergi jauh untuk membuat ku lebih dewasa lagi. Mungkin setahun baru aku kembali, paman yang membuat ku bisa langsung masuk," kata Darka.
"Darka kau tidak ingin bekerja dengan mu, kau bagaimana sih." Arga tampak kesal dengan keputusan yang Darka ambil.
"Hahaha aku ingin membuat hidup ku lebih baik lagi Arga, aku mau saat aku kembali kau sudah bisa berjalan kembali," ucap Darka.
"Bawa aku ke kolam renang," kata Arga.
"Untuk apa," tanya Darka.
"Hahaha ayo lah, aku ingin menunjukan sesuatu pada mu," jawab Arga.
Darka membawa Arga ke kolam renang sesuai dengan yang Arga minta.
"Untuk apa si ga, kau jangan meminta ku untuk berenang, aku malas," ucap Darka.
"Berdiri membelakangi kolam renang."
"Kau jangan macam macam." Darka mengambil posisi yang Arga minta.
Arga tepat di depan Darka, tanpa di duga Arga berdiri dan menendang Darka sampai Darka tercebur ke kolam renang.
"Arga," teriak Darka.
Ia sangat terkejut Arga bisa berdiri kembali dan menendang nya dengan sangat kuat sampai masuk ke kolam renang.
"Hahaha rasakan," Arga kembali duduk ke kursi roda sebelum ada yang melihat nya.
"Kau sudah sembuh Arga, kau sudah.."
"Enak, tendangan pertama ku," ucap Arga.
"Sejak kapan? ah kau gila, kenapa tidak memberitahu ku," tanya Darka.
"Sekarang aku memberitahu mu," jawab Arga.
"Sejak kapan Arga!! kau benar-benar ya.."
"Sebelum kita pergi ke luar kota, aku sudah merasakan perubahan besar pada kaki ku. Tepat sehari sebelum kita kembali ke sini, aku benar-benar bisa berjalan."
"Wah wah wah penipu besar." Darka menjulurkan tangan nya pada Arga.
__ADS_1
"Bantu aku," ucap Darka.
Arga melihat kanan kiri setelah di rasa aman, ia berjalan mendekati Darka untuk membantu nya naik.
"Enak saja." Darka memegang Arga dan menarik nya masuk ke dalam air.
"Bajingan kau Darka," ucap Arga.
"Hahaha gantian, Arga a-aku benar-benar sangat senang kau sembuh, berarti setelah aku pergi dan kembali kau harus sudah mempunyai anak," kata Darka.
"Citra sudah tau kau sembuh," tanya Darka.
"Belum ada yang tau selain kau, karena kau ingin pergi aku memberitahu mu, aku akan memberitahu semua orang saat acara nanti malam," jawab Arga.
"Oh iya, nanti malam ada acara keberhasilan kita," ucap Darka.
"Arga... Darka... Berhenti bertengkar.." Alam berjalan mendekati mereka berdua. Ia pikir Darka dan Arga bertengkar sampai masuk kolam renang.
Dengan spontan mereka berdua pun bertengkar, sesekali berakting bersama.
"Darka mau membunuh ku," ucap Arga.
"Siapa yang mau membunuh mu.."
"Kau!! kau menarik ku ke kolam renang," kata Arga.
"Kalian berdua ingin mati di sana. Darka bantu abang mu naik ke atas," ucap Alam.
"Hahaha kau pandai berakting," bisik Darka.
"Sayang kamu kenapa," tanya Citra dari balkon atas. Ia tadi mendengar keributan dari luar, dari suaranya Citra sudah yakin jika yang ribut Arga dan Darka.
"Tidak papa Citra, aku tadi mau membunuh suami mu, aku sedang menunggu janda mu," ucap Darka
"Ayah bagaimana aku tidak marah, dia selalu mengatakan hal itu," ujar Arga..
"Darka, jangan aneh aneh, cari wanita lain," ucap Alam.
"Oh iya, hmmm apa Nita boleh yah," tanya Darka sambil pergi meninggalkan mereka berdua.
"Hahaha boleh yah," tanya Arga.
"Tidak lah, dia tau dari mana nama nya Nita."
"Aku tak tau, ayo bantu aku ke lantai atas yah," ucap Arga.
"Aku saja." Darka kembali lagi dan membawa Arga pergi dari sana.
"Kau aneh," ucap Arga.
"Hahaha kita belum selesai tadi," kata Darka.
"Kalian sebenarnya bertengkar tidak sih," tanya Alam.
"Tidak," jawab mereka berdua secara bersama sama.
__ADS_1
"Sial anak anak kurang ngajar," ucap Alam.
Malam hari nya dimana semua nya akan terbongkar, siap tidak siap semua harus tau Dari kebusukannya Lina sampai dengan kesembuhan Arga. Arga sudah membuat rencana dengan sangat bagus, semuanya berjalan dengan sangat lancar.
Acara di hadiri keluarga besar, Ismi dah Yoga pun juga datang, Ismi mamah kandung Arga, ia berhak merayakan keberhasilan anaknya, lagi pula Yoga juga masih anggota keluarga ini.
"Sayang aku sudah tampan," tanya Arga.
"Sudah sayang, kamu kenapa sih? kok kayaknya senang sekali," tanya Citra.
"Hahaha ya pasti senang dong sayang, ini merayakan keberhasilan ku dengan Darka, semua nya juga sudah terbongkar," jawab Arga.
"Sayang Darka bagaimana," tanya Citra.
"Dia baik baik saja sayang, aku sudah berbicara dengan nya dan dia sudah siap untuk semuanya."
Setelah mereka berdua selesai bersiap siap mereka pun pergi ke bawa untuk berkumpul dengan yang lainnya.
"Mamah," ucap Arga.
"Sayang.." Ismi memeluk Arga, ia sangat senang melihat Arga yang memenangkan semuanya ini.
"Sebenar lagi mah," ucap Arga.
"Mamah sudah cek kehamilan," tanya Arga.
"Sudah sayang, mamah sudah 1 bulan," jawab Ismi.
"Sebulan, istri ku saja sampai sekarang belum ada isi, aku kurang bergaya kata papah," ucap Arga.
"Sudah ku coba gaya baru," tanya Yoga.
"Sudah dong, mantap pah, mantap saran nya. Tapi aku kok jadi sebentar ya."
"Hahaha kalau yang papah ajarkan memang begitu, papah saja tidak sampai setengah jam sudah tumbang," kata Yoga.
"Lah aku 15 menit, tapi kalau yang lainnya sampai tu 40 menit ke atas," ucap Arga.
"Lebih sering berlatih, nanti juga ke biasa," kata Yoga.
"Semua orang sudah berkumpul," ucap Alam.
"Sudah yah, Darka mana ya.."
"Aku di belakang mu Arga," ujar nya.
Darka takut dengan Alam karena Arga akan membongkar semuanya. Ia lebih baik bersembunyi di belakang Arga.
"Aku takut," bisik Darka.
"Jangan takut, oh iya jangan lupa umumkan kepergian mu," kata Arga.
"Ayah ada yang ingin aku katakan," ucap Darka.
"Apa Darka," tanya Lina.
__ADS_1
Semua nya, aku sudah berbicara dengan paman Will, aku akan berlayar untuk belajar sekaligus bekerja di sebuah kapal pesiar untuk setahun lama nya," ucap Darka.