Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode tiga puluh


__ADS_3

Arga dan Citra memilih kamar di lantai satu, walaupun tidak terlalu besar kamar di lantai satu menghadap langsung ke kolam renang dan pemandangan yang indah, itu menjadi salah satu alasan mereka memilih kamar itu. Dan lagi Arga tidak bisa naik ke lantai atas karena Vila ini tidak di lengkapi dengan lift.


"Sayang kamu belum merasakan perubahan dari kita terapi waktu itu, sudah cukup lama loh dan kita juga belum kembali ke sana lagi."


"Nanti saja sayang aku sedang sibukk sekarang, ya aku sudah merasakan sedikit perubahan walaupun tidak berarti si," kata Arga.


"Kamu masih tetap semangat untuk sembuh kan," tanya Citra.


''Iya sayang aku masih semangat untuk sembuh, kamu jangan khawatir kan semangat ku," jawab Arga.


"Sayang kamu belum ada tanda tanda kehamilan, mamah ku sudah mulai loh,' tanya Arga.


"Belum ni, aku juga tida tau, papah sangat tokcer dong kalau langsung hamil," jawab Citra.


"Hahaha aku pernah tidak sengaja melihat mereka berdua ehem. Memang papah sangat ganas dan luar biasa, tidak heran mamah bisa langsung hamil."


"Ha!!! Kamu pernah melihat nya, kamu ni tidak boleh mengintip jadi anak jangan kepo."


"Kan sudah aku katakan tidak sengaja sayang, mana mungkin aku mengintip dengan sengaja," ucap Arga.


"Hahaha ya jangan kamu ceritakan juga pada ku. Sudah jangan di bahas, aku dengar kata pengurus Vila ini di belakang ada kebun buah dan sayur, nanti sore kita ke sana ya," kata Citra.


"Wah boleh tu, nanti sore kita ke sana, aku bekerja juga mulai besok," ucap Arga.


Di kamar atas tempat Darka beristirahat, ia sengaja memilih kamar yang jauh dari Citra dan Arga agar diri nya tidak selalu melihat kedekatan mereka berdua, jujur ia sangat cemburu pada mereka berdua.


"Iya mah," ucap Darka yang mendapatkan panggilan dari mamah nya.


"Papah mu ikut ke sana," tanya Lina.


"Tidak mah, lusa baru ke sini, ada apa," tanya balik Darka.


"Hahaha bagus, sekarang kau bereskan Arga dan istri nya."


Darka langsung mengerutkan dahi nya seketika, ada saja yang mamah nya lakukan yang sangat tidak Darka sukai, Ia sedang mengambil hati Arga agar Arga tidak membocorkan semua nya, sekarang malah mamah nya meminta diri nya untuk menambah masalah baru.


"Mamah dengar kan aku, aku sudah tidak ingin mencari masalah baru pada Arga. Arga sudah tay semuanya, dari kecelakaan yang menimpa nya sampai dengan apa yang kita lakukan di rumah. Arga seperti kucing bernyawa 9 aku tidak bisa berbuat apa apa lagi karena pasti percuma. Dan mamah tau cepat atau lambat Arga akan membongkar semua nya, aku tidak mau di usir dari rumah, aku tidak mau jadi gelandang. Aku berusaha untuk bekerja sama dengan Arga agar Arga memaafkan ku. Kalau mamah masih ingin melanjutkan semuanya, terserah aku tidak mau ikut ikutan lagi. Lebih baik mamah fokus pada ayah. Aku curiga ayah bermain wanita lain di luar sana. Mamah tidak akan dapat apa apa jika ayah benar benar mempunyai pengganti mamah."


Daria mematikan sambungan telepon itu, jujur Darka sangat jengkel sekali. Ia berusaha agar ayahnya tidak selingkuh dan mencari tau, tetapi mamah nya malah asik mencari masalah baru. Kalau sampai semua nya terbongkar, bukan hanya di depak dari rumah mereka bisa mati.


"Ada apa lagi," ucap Darka.


"Hey kau gila, ini ayah.."

__ADS_1


Darka melihat Handphone nya dan memang benar ayah nya, ia salah sasaran.


"Maaf yah, aku pikir mamah ku," ucap Darka.


"Kau bertengkar dengan mamah mu," tanya Alam


"Biasa lah yah, ada apa yah?"


"Nanti malam ayah akan pergi nya, tidak jadi lusa Ternyata pekerjaan kalian memerlukan ayah," ucap Alam.


"Oh ya sudah, langsung ke vila saja," kata Darka.


"Vila luas kan," tanya Alam.


"Luas, ada mungkin 5 kamar, ada apa?"


"Orang kantor juga ada yang pergi, mungkin 5 orang, kalau bisa si di Vila saja. Pekerjaan mereka dekat dari sana," kata Alam.


"Ya sudah tidak papa, kamar banyak. Lagi pula bagus lah banyak orang aku jadi tidak hanya melihat Arga dan Citra saja."


"Ya sudah akur dengan abang mu, dan beritahu dia. handphone nya tidak aktif, mungkin lagi buat anak, jangan kau ganggu," ucap Alam


"Iya.."


Darka turun dari lantai atas. Ia tidak tau kamar yang mana Arga berada, di lantai satu hanya ada tiga kamar.


"Arga.." Darka mengetuk salah satu kamar.


Seperti nya Arga tidak ada di sana, semua kamar ia ketuk tetapi Arga tidak ada di tiga kamar itu.


Samar samar Darka mendengar suara seseorang dari arah kolam renang. Ia berjalan mendekati kolam renang dan benar saja Arga dan Citra ada di sana.


"Arga," ucap Darka.


"Hmm ada apa," tanya Arga.


"Ayah nanti malam berangkat, tidak jadi Lusa. Dan membawa beberapa orang dari kantor," jawab Darka.


"Oh ya, Bagus lah, semakin ramai semakin asik," ucap Arga.


"Kau bisa berenang," tanya Darka.


"Tidak lah, kaki ku saja tidak bisa aku gerakan," jawab Arga.

__ADS_1


Darka membuka baju nya dan celana panjang nya


"Eh mau apa kau," tanya Arga.


"Berenang lah," jawab Darka sambil melompat ke air.


Mau Darka ataupun Arga ke dua nya memiliki tubuh yang sempurna di mata wanita. Citra saja sampai tidak kedip, cetakan ayah Alam memang tidak ada yang gagal.


"Sayang jaga mata," ucap Arga.


"Hahaha aku lebih sempurna dari Arga bukan," kata Darka.


"Kau ya ganggu saja, sana pergi," ucap Arga.


Arga ingin sekali berenang, ia melihat Citra dan Darka ke sana sini yang membuat nya iri. Ia hanya duduk di samping kolam renang tanpa bisa apa apa.


"Sini aku bantu," ucap Darka.


"Ha!!"


"Ayo aku bantu, kau ingin masuk ke dalam kan, pasti kaki mu tidak merasakan dinginnya air," ucap Darka.


"Ayo cepat, aku tidak akan mengendelamkan mu," kata Darka.


Darka mengulurkan tangan nya, tanpa ragu Arga menerima nya dan mulai masuk ke dalam kolam renang. Hampir saja Arga tenggelam, tetapi Darka menahan Arga.


"Tidak tenggelamkan," ucap Darka.


"Terimakasih, segar sekali, istri ku tidak akan kuat kalau menahan ku seperti ini," kata Arga.


Ntah apa yang membuat Darka baik seperti ini, tadi ia tidak tega melihat Arga hanya diam di samping kolam renang. Ia yang membuat Arga sampai seperti ini.


"Enak kan, ayo kita bergerak," ucap Darka.


Citra sendiri sangat suka melihat kedekatan mereka berdua, ini yang paling ingin ia lihat, kedekatan mereka berdua sangat jarang terjadi.


"Semoga mereka berdua akur sepanjang masa," batin Citra.


"Darka Darka jangan macam macam kau,mau tenggelam," teriak Arga.


"Hahaha tidak tidak, aku bercanda, mana tau kaki mu jadi bisa bergerak," ucap Darka.


"Menikah jadi tidak melirik istri orang lain," kata Arga.

__ADS_1


"Istri mu terlalu sempurna untuk di lewatkan, " ucap Darka.


__ADS_2