
Di tempat lain, ada yang tidak suka dengan kedekatan Alam dan Arga yang kembali terbentuk dengan baik. Mereka sudah susah payah agar keluarga ini membenci seorang Arga, tetapi kenapa Alam tidak pernah membenci Arga, malah Alam semakin menyayangi anaknya itu.
Lina sudah membuat kakek dan nenek Arga membenci cucunya sendiri. Dengan lidah busuk nya, bahkan hampir satu keluarga tidak suka dengan Arga, apalagi Arga kembali ke rumah yang semakin membuat mereka tidak suka.
Arga sendiri sudah sadar jika keluarga nya sudah di pengaruhi oleh Lina dan Darka, dari sebelum ia kecelakaan memang semuanya sudah seperti ini. Mungkin kecelakaan nya juga salah satu ulah dari anggota keluarga nya yang tidak suka diri nya menggantikan Alam.
"Mamah Arga bisa sampai bangkit seperti ini karena dia memiliki Citra," ucap Darka.
"Ya memeng kau benar, Citra apa benar Mencintai Arga?"
"Tidak mah, hanya Arga yang mencintai Citra. Citra tipe wanita yang nurut saja dengan suaminya." Darka mengatakan seolah-olah dia tau hubungan Arga dan Citra.
"Kau tau dari mana, kau lihat dia begitu lengket dengan suami nya."
Darka tidak mungkin mengatakan kalau diri nya dengan Citra dekat dan mengatakan jika ia tau dari Citra. Darka sedikit bingung harus mengatakan apa.
"Aku hanya menebak nya. Hmmm mamah pikir saja lah, mana mungkin seorang wanita mau dengan Arga, ya mungkin Citra hanya mengincar harta Arga saja. Mamah ingin Arga kembali jatuh, kita ambil Citra," ucap Darka.
"Kau benar juga, tapi mamah pernah berbicara dengan nya, dia tidak ingin harta Arga dia hanya ingin Cinta Arga. Lalu apakah itu kebohongan," tanya Lina.
"Apa ada orang maling secara terang-terangan, tidak mungkin mah," jawab Darka.
"Kau benar, kau mamah tugaskan untuk mengambil Citra dari Arga, kau pria muda pasti bisa lah mengambil hati Arga. Anak mamah jauh lebih tampan dari Arga," ucap Lina.
"Yah mah aku akan mengambil nya." Darka sangat senang mamah nya menugaskan nya untuk mengambil Citra dari Arga. Ia pasti akan melakukan nya dengan sangat baik sekali.
Darka mempunyai perasaan lebih pada Citra, hampir setiap hari mereka berdua berbalas Chat. Darka tidak tau jika yang membalas chat nya selama ini adalah Arga bukan Citra. Ia sudah lama masuk ke dalam perangkap yang Arga buat.
...☘️☘️☘️...
__ADS_1
Pagi hari nya, hari ini hari terakhir mereka Citra dan Arga berada di rumah ini. Malam ini mereka berdua kembali mengingat besok acara pernikahan ismi dan Yoga. Arga sudah tidak sabar melihat mamah nya bahagia dengan paman nya Yoga. Sudah sangat cukup Ismi berjuang sendirian, harus ada pria yang bisa melindungi mamah nya dari berbagai macam bahaya.
"Morning," ucap Arga sambil mencium wajah Citra.
"Morning, kamu sudah dari tadi bangun nya," tanya Citra.
"Sudah dari jam 7, ngegym sebentar 30 menit. Setelah itu membangunkan mu," jawab Arga.
"Yang rajin olahraga," goda Citra.
"Hahaha iya dong. Aku ingin sembuh, aku harus olahraga," ucap Arga.
"Mas besok mamah menikah, kita pakai baju apa?"
"Kamu tenang saja Citra, mamah sudah mempersiapkan baju untuk kita, nanti malam kita kembali ke rumah, nah kita coba baju yang mamah siapkan," kata Arga.
"Bersih bersih sana," ucap Arga.
"Belum lah, baru habis ngegym, tapi aku sudah sikat gigi dan mencuci bagian yang penting," jawab Arga.
"Kamu jangan mandi, bersih bersih saja," ucap Arga.
Citra curiga dengan Arga yang menyuruh nya bersih bersih tetapi tidak boleh mandi. Apa yang ingin Arga lakukan padanya. Apakah akan terjadi malam pertama nya dengan Arga. Ya walaupun hari ini sudah pagi, tetap saja bisa terjadi, meskipun nama nya malam pertama bukan berarti harus malam malam.
Citra berjalan ke kamar mandi untuk melakukan apa yang Arga minta. Sedangkan Arga berbaring di kasur sambil melihat chat dari Darka yang belum ia balas.
"Hahaha dia benar-benar cinta mati Darka, aku aja membuat mu mengerti apa yang aku rasakan dulu," ucap Darka.
Arga membalas seolah-olah yang membalas chat Darka adalah Citra. Ia tau Citra tidak agresif dan sangat penurut. Jadi Arga membuat balasan yang ia buat persis dengan sifat Citra agar Darka tidak curiga apa apa.
__ADS_1
"Ehem kamu senyum senyum sendiri," ucap Citra.
"Hahaha emang nya tidak boleh, ayo duduk sini." Arga meminta Citra duduk di samping nya.
"Di sini saja." Arga menarik Citra ke atas pangkuan nya.
Baru bangun tidur sudah di minta untuk seperti ini Tetapi jujur Citra ya senang saja.
"Are you ready," tanya Arga.
"Mas kamu ini aneh deh, mau begitu saja pakai tanya are you ready. Aku si setiap saat selalu Ready," jawab Citra.
"Hahaha ya mana tau kan kamu tidak ready."
"Aku si ready saja mas, tapi aku takut. Kamu paham lah."
"Paham si, memang sesakit itu ya, padahal kamu sudah sampai puncak loh," kata Arga.
"Kamu sadar diri mas, milik kamu itu besar banget, sosis raksasa," ucap Citra.
"Enak tidak saat..."
"Mas.. Aku tidak suka kamu bahas begitu, aku malu ah."
"Hahaha kali ini pasti bisa, kita harus segera mempunyai anak," ucap Arga.
Arga menarik Citra dan mencium nya dengan sangat agresif. Ciuman terpanas yang membuat Citra gelagapan. Arga tidak pernah seganas ini sebelum nya. Apakah Arga sudah mendapatkan wejangan dari ayahnya tadi malam.
Satu persatu pakaian mereka berdua terlepas dari tempat nya. Citra sudah tidak tahan lagi dengan apa yang Arga lakukan pada nya. Nafas nya sudah tidak beraturan, dada nya naik turun yang membuat Arga semakin berg*ira.
__ADS_1
"Kamu sangat ganas sekali," ucap Citra.
"Hahaha kata ayah harus ganas agar kamu klepek klepek," kata Arga.