Suami Ku Yang Cacat

Suami Ku Yang Cacat
Episode tiga belas


__ADS_3

"Mas.."


"Ingat aku siapa."


"Suami ku tapi sekarang," tanya Citra.


"Jadi mau kapan, nanti malam," tanya balik Arga.


Citra hany diam, ya sebenarnya kalau sekarang pun Citra sudah ikhlas tetapi ia masih sedikit takut saja untuk pengalaman pertama nya.


Arga mendekati leher jenjang Citra dan mulai mencium nya dengan lembut, karena pakaian nya sudah terbuka separuh nafas Citra sangat kelihatan lebih cepat dari baisa nya, dadanya naik turun dengan cepat yang membuat Arga semakin membara.


"Tidak tidak, apa aku bisa? aku tidak bisa banyak bergerak, ini pengalaman pertama nya. Aku takut tidak bisa membuat nya nyaman di pengalaman pertama nya," batin Arga.


Arga menghentikan aksi nya, ia kembali pada posisi awal nya. Hal itu membuat Citra kebingungan, ada apa dengan Arga. Kenapa Arga berhenti secara tiba-tiba, padahal diri ny sudah mulai terbawah dengan permainan yang Arga buat.


"Kenapa," tanya Citra sambil mendekati Arga


Citra memeluk tubuh Arga dari samping, Arga hanya tersenyum kecil pada Citra. Tidak biasa mereka berdua terjebak dalam momen romantis seperti ini.


"Aku belum siap," ucap Arga.


"Karena," tanya Citra.


"Banyak hal, aku malas membahas nya," jawab Arga.


"Kenapa kamu yang tidak siap? bukan nya aku yang seharusnya tidak siap."


"Hahaha ya seharusnya si begitu, tapi kan kondisi ku berbeda," ucap Arga.


"Ya aku paham, aku menunggu kamu percaya diri dengan diri mu. Mau bagaimana pun kamu, kamu harus tau, aku sangat menerima mu dan aku sangat bahagia hidup dengan mu," kata Citra.


Apa yang Citra katakan membuat Arga sedikit lebih baik. Citra wanita yang berbeda, ia yakin Citra menerima keadaan nya yang sekarang ini.


Mereka berdua pun saling berpelukan, tangan Arga sedikit bermain di leher Citra, ia mulai mau bercanda tawa dengan istri nya, semakin hari mereka berdua semakin dekat saja. Perasaan keduanya juga semakin jelas saja, Citra sendiri bisa mengakui diri nya jatuh cinta dengan Arga. Untuk Arga masih menutupi semuanya, ia belum yakin dengan yang nama nya cinta.


Siang hari nya, Arga dan Citra duduk bersama di halaman rumah. Ke dua nya tidak peduli dengan perkataan orang rumah pada mereka berdua Yang terpenting mereka semua tidak menganggu secara fisik saja.


Arga sedang membalas pesan dari Darka, ia tidak akan membiarkan istri nya membalas pesan dari pria itu. Citra yang bosan memilih memainkan handphone Arga sambil meletakan kepala nya di pundak Arga.


"Darka meminta mu ke lantai atas," ucap Arga.


"Tidak mau, aku takut dengan nya."


"Hhahaha ya sudah sana, tidak papa aku memberikan mu izin. Di rumah dia tidak berani macam macam, terus tanyakan pada nya, kalau aku di rumah ini apakah aku menganggu nya, apa yang dia rencanakan," kata Arga.


"Ya sudah, aku ke sana," ucap Citra.


Sebelum pergi Arga mencium bibir Citra terlebih dahulu, sebenarnya ia tidak suka Citra dekat dengan dengan Darka, tetapi demi melancarkan semuanya Arga harus sedikit rela.


"Manis sekali," ucap Arga.


"Kamu semakin jago."


"Ya jelas dong Arga.." Ia mengedipkan satu mata nya.

__ADS_1


Citra pun berjalan ke lantai dua untuk bertemu dengan Darka.


"Hay.." Darka tersenyum senang melihat Citra mendekati nya.


Ia sangat tertarik dengan wanita ini, Citra salah satu tipe wanita Darka.


"Hay, apa kabar," tanya Citra.


"Sangat baik, apalagi melihat mu. Aku sangat senang bisa melihat mu setiap hari. Ya walaupun manusia cacat itu benar-benar menganggu ku."


"Arga maksud kamu?"


"Ya siapa lagi, kenapa saat kecelakaan waktu itu dia tidak mati saja."


"Kamu tau kecelakaan nya? aku bingung kenapa dua sampai seperti itu," ucap Citra.


"Hahaha aku tau lah, kamu tidak perlu tau, sekarang ini aku sedang fokus untuk menyingkirkan nya. Aku ingin lebih mendekati mu, dan menjalin hubungan dengan mu," kata Darka.


"Dengan cara?"


"Membuat nya stres, sudah kamu tidak perlu tau."


Citra ingin sekali memancing lebih jauh lagi tetapi ia takut Darka curiga dan Darka berbuat hal yang tidak tidak. Lebih baik tidak usah terlalu lama berurusan dengan Darka.


"Citra dia suka dengan mu," tanya Darka.


"Ya iya, kami menikah karena dia mencintai ku," jawab Citra.


"Ahh aku tidak suka melihat mu selalu berdua dengannya."


"Aku akan mengambil mu dari nya, jangan terlalu dekat dengan nya, aku tidak suka. Aku suka pada mu." Darka memegang tangan Citra.


Ini yang Citra takutkan, Citra berusaha untuk tidak panik.


"Kalau aku berdekatan dengan nya, kamu sakit hati," tanya Citra.


"Iya lah, aku ingin langsung membunuh nya," jawab Darka.


"Aku harus turun, nanti dia curiga aku terlalu lama."


"Iya aku mencintaimu Citra."


Citra hanya tersenyum dan pergi meninggalkan Darka. Citra sudah Berhasil mengambil hati Darka, Arga pasti sangat suka mendengar hal ini.


"Mas.."


"Lama sekali," ucap Arga.


"Hahaha maaf mas, dia merencanakan hal buruk pada mu mas. Terus aku tidak boleh tau, dan kamu tau dia menyatakan cinta padaku," kata Citra.


"Cinta? ah ini sangat gila. Aku bisa memanfaatkan ini, kamu tau hal yang paling menyakitkan apa?"


"Apa mas," tanya Citra.


"Cemburu, patah hati," jawab Arga.

__ADS_1


"Ah aku tau maksud kamu, kamu ingin membuat dia cemburu dan patah hati," tanya Citra.


"Good, kamu benar. Selamat menikmati," jawab Arga.


"Kamu sangat pintar mas."


"Pasti dong." Arga mengedipkan mata nya.


"Mas kamu ikut aku yuk."


"Kemana," tanya Arga.


"Ke sebuah tempat tidak terlalu jauh kok," jawab Citra.


"Ya sudah ayo."


Citra sangat senang Arga mau pergi dengan nya, ia ingin membawa Arga ke sebuah tempat untuk pengobatan kaki Arga. Kalau ia berbicara langsung niat nya pasti Arga tidak akan mau.


Mereka berdua pergi menggunakan mobil yang menjemput mereka tadi.


"Ini rumah siapa," tanya Arga.


"Paman ku," jawab Citra berbohong. Padahal rumah ini adalah rumah saudara dari teman nya.


"Katakan dengan jelas kenapa kau mengajak ku ke sini."


"Mas memang tempat ini tidak terkenal seperti di rumah sakit, atau tempat lainnya. Tetapi di sini sudah menjadi tempat untuk beberapa orang sembuh dari lumpuh nya."


"Citra.."


"Mas Arga aku Mohon, aku ingin kamu sembuh dan kembali bangkit dari semua ini."


"Ya sudah jika itu kemauan mu, tetapi jika tidak ada perubahan aku tidak ingin lagi ke sini," ucap Arga.


"Iya mas, setelah ini kamu boleh meminta apa saja dari ku."


Citra membawa Arga masuk ke dalam. Mereka berdua sudah di tunggu karena Citra sudah mengkonfirmasi kedatangan mereka sebelum nya.


"Jadi ini yang kau masuk ndok."


"Iya pak, saya mohon lakukan yang terbaik untuk nya," ucap Citra.


Sebenarnya Arga sangat takut, tetapi ia tidak mungkin menunjukkan rasa takut nya di depan Citra.


"Ahhkk ahkkk." Teriak Arga.


"Mas itu terasa sakit," kata Citra.


"Ya terasa, bagian paha atas ku tidak papa, kalau tidak berasa adik ku tidak mungkin bangun," ucap Arga dengan kesal.


"Ah tetapi ini ada gangguan juga makan nya sakit, kau pasti akan lebih baik jika di perbaiki."


"Sakit sakit ah sakit," Arga berteriak dengan keras.


"Tidak papa, nanti kau akan lebih jantan."

__ADS_1


__ADS_2